Lewat Inovasi, Penjualan Kue Lebaran di Masa Covid-19 Meningkat

Kuliner

by Patiar Manurung

Lewat Inovasi, Penjualan Kue Lebaran di Masa Covid-19 Meningkat

Simalungun, Kabarnas.com - Bulan Ramadan dan Tahun Baru menjadi kesempatan baik bagi warga Nagori Kotak Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun untuk mengais rezeki. Sejumlah ibu-ibu membuat berbagai kue dengan omset yang cukup besar.

Usaha kue di sana sudah dikerjakan Deliana Rosita Parangin-angin yang mampu memberikan pekerjaan bagi 4 orang ibu-ibu. Dengan jumlah tenaga kerja itu mereka mampu memproduksi ratusan kilogram kue selama satu bulan. Sementara jenis kue yang dihasilkan ada 20 seperti nastar, kue kacang, kue coklat, kue bawang.

"Kita mengerjakannya satu minggu sebelum bulan puasa dan satu minggu sebelum lebaran. Setiap harinya kita bisa masak sekitar 20 Kg hanya dengan 4 orang yang mengerjakannya," kata Deliana saat dijumpai di rumahnya, Senin (26/4/2021).

Pembuatan kue ini sesuai dengan pesanan atau order yang sudah pasti. Untuk di bulan puasa biasanya pesanan datang dari Medan, Kota Pematangsiantar dan beberapa daerah lainnya. "Tapi kalau tahun baru lebih banyak orderan kita, mau dari Jambi, Pekanbaru, Tarutung," ucapnya.

Mengingat sekarang ini masih pandemi Covid-19, Deliana merasakan dampaknya apalagi di tahun pertama Covid-19. "Kalau tahun lalu nyaris 75 persen hilang penjualan kita. Sekarang sudah mendingan. Bisa sampai 85 persen naik. Tapi dibandingkan sebelum Covid-19 masih kurang juga. Karena sebelum Covid-19 bisa sampai 1 ton kita produksi," terangnya.

Ia pun mengakui bahwa untuk produksi sekarang ini ada kiat yang dilakukan, yakni membuat paket. "Biasanya kita jual per kilogram, tapi sekarang kita ubah biar pembeli tidak kesulitan. Ada paket Rp 130 ribu dengan 4 jenis kue," ucapnya dengan menambahkan bahwa saat ini pesanan yang sudah masuk mencapai 300-400 Kg.