Connect with us

Viral

Kisah Viral SJ Simanjuntak, Suaminya Punya Anak Hasil Incest dengan Adik Kandung sendiri

SJ boru Simanjuntak (24), sedikit pun tak menyangka pernikahannya yang belum seumur jagung bakal berakhir memilukan.

Keluarga bahagia yang diidam-idamkan saat mengikat janji pernikahan, malah diterpa badai prahara menyakitkan. Dia harus menerima fakta bahwa, LR Aritonang (26), suami yang dicintainya itu sudah lebih dulu menikah dengan adik iparnya sendiri alias adik kandung sang suami. Duh…!

Melalui akun facebooknya, Dek Yuli S, kisah itu sempat dituliskan dengan judul “SEKEDAR BERBAGI”, yang dilihat pada Selasa (13/2/2018) kemarin. Setelah kisah itu sempat viral dengan ribuan kali share di jagat maya, sang pemilik akun kemudian menghapus kisahnya itu.

Melalui beberapa penyuntingan dan sensor yang dilakukan redaksi, berikut penuturan kisah pilu prahara rumahtangga Dek Yuli S:

“Saya baru menikah 7 bulan yang lalu di Medan dengan seorang pria bernama LR Aritonang, asal Sitompul, Tarutung. Anak dari mertua saya L br Sitompul (mertua laki-laki saya sudah meninggal),” beber Yuli, mengawali curhatnya itu.

Menurut Yuli, sejak usia 2 tahun, pria yang dinikahinya itu diasuh oleh adik perempuan ibu kandungnya (tantenya), yang bersuamikan seorang pendeta bernama ME, yang tinggal di Jalan Pabrik Tenun, Medan. Kepada tante dan suaminya itu juga, LR, memanggil mereka dengan sebutan mami dan papi.

“Sebelumnya kami menjalani hubungan pacaran 2 tahun dan long distance. Suami saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kecamatan Duri Mandau-Riau. Dia tinggal di sana dengan seorang adik perempuannya kandung yang bernama ER Aritonang.”

Meski [saat itu] tak diketahui siapa ayahnya, ER mempunyai seorang anak laki-laki yang kondisi mentalnya kurang normal.

“Tidak ada kejanggalan yang saya rasakan hingga hari pernikahan kami,” sambung Yuli melanjutkan cerita.

Foto pernikahan Yuli. (Facebook/newyuli.simanjuntak)

Keanehan, menurut Yuli, baru mulai dirasakannya di hari pernikahan mereka. “Selama prosesi pernikahan berlangsung sejak pagi hingga malam (pulang ke rumah mertua dari gedung) tidak sekalipun adik perempuannya itu menyalam saya,” lanjut Yuli.

Perasaan Yuli semakin galau, pada saat sesi foto keluarga sang suami di gereja. Saat itu, adik iparnya tersebut mengantarkan anaknya kepada LR.

Dan kejanggalan demi kejanggalan terus bermunculan, ketika pasangan pengantin baru itu harus menginap di hotel, karena rumah mertua Yuli penuh dengan keluarga yang datang.

“Setiap pagi, selama 2 hari berturut-turut, adik ipar saya itu selalu menelepon suami saya dan memintanya untuk segera pulang dengan berbagai alasan yang dibuat-buat. Namun saya berhasil menggagalkannya,” Yuli terus bercerita.

Di hari ketiga setelah resmi menjadi pasangan suami istri, Yuli diajak suaminya, LR, menginap di rumah Mungkur, orangtua angkatnya. Di situ lagi-lagi Yuli dibuat bingung dengan sikap ER, adik iparnya.

“Ketika kami masuk ke dalam kamar (di lantai 2 rumah), tidak lama, anak dari adik ipar saya itu menangis di depan kamar kami. Dan suami saya membuka pintu kamar dan membawa anak itu masuk ke kamar kami,” sambung Yuli lagi.

Tindakan sang suami itu pun membuat keheranan Yuli semakin menjadi-jadi. Karena, menurut dia, tak biasanya anak itu diizinkan naik sendiri ke lantai 2.

Yuli pun kemudian turun ke bawah dan melihat ibu sang bocah alias adik iparnya sedang asik bermain ponsel.

Hal itu kemudian disampaikan kepada LR suaminya. Alih-alih mendapat pembelaan, LR malah menyalahkan Yuli dengan laporannya itu.

Tak lama berselang, sang suami pun mendapat pesan lewat BBM, yang menyuruhnya membuatkan susu dan mengganti baju sang bocah. Perasaan Yuli pun semakin berkecamuk, karena sang suami manut pada perintah adik iparnya itu.

“Terjadi pertangkaran antara saya dan suami waktu itu, namun akhirnya saya mengalah. Banyak kejanggalan lagi hingga akhirnya kami tinggal di Duri, Riau. Setiap waktu luang suami saya selalu dihabiskan di rumah adik kandungnya, sedangkan saya di rumah sendirian,” lanjut Yuli menyambung kisahnya.

“Suami saya juga tidak jujur terhadap penghasilannya tiap bulan. Dia tetap membiayai penuh adik perempuannya dan anaknya yang berusia 5 tahun yang bersekolah di sekolah swasta khusus anak berkebutuhan khusus.”

Padahal, menurut Yuli, mereka belum punya apa-apa di rumah dan uang belanja yang diterima dari sang suami, bahkan tidak cukup untuk makan mereka sehari-hari.

“Namun yang itu harus saya pergunakan untuk semua kebutuhan kami termasuk membayar kontrak rumah,” urai Yuli lebih jauh.

Tak tahan dengan segala keanehan dan kejanggalan itu, akhirnya Yuli memutuskan untuk pulang. “Saya permisi pulang dengan niat supaya kita bisa introspeksi diri masing-masing,” katanya.

Mirisnya, 4 bulan berada di Medan, LR malah tak menafkahinya sama sekali, meski sang suami membujuknya untuk pulang dengan janji akan memperlakukan Yuli sebagaimana layaknya seorang istri.

Awal November, Yuli pun memutuskan kembali kepada suaminya itu. Namun apa lacur, dia mendapati LR tetap tidak berubah, dan malah makin parah. Dia tetap tidak jujur soal penghasilannya. Tiap kali ditanya Yuli, LR hanya menjawab ketus, “Bukan urusan mu!”.

Akta pernikahan dari gereja. (Facebook/newyuli.simanjuntak)

LR tetap menghabiskan waktu luangnya dengan adik perempuannya. Hingga pada 17 November 2017, pagi-pagi buta sekira jam 6 lewat, LR tanpa diduga meninggalkan Yuli yang masih tidur di kamar. Seiring hujan gerimis, LR diam-diam pergi ke rumah adik perempuannya, dan keluar dari rumah melalui jendela.

“Ketika saya terbangun, saya mencari suami saya dan tengga depan rumah memberitau kalau suami saya pergi lewat jendela,” beber Yuli.

Saat itu, meski tak mengetahui keberadaan rumah adik iparnya itu, LR pun nekat memesan ojek untuk mencari suaminya.

Sekitar satu jam mencari, akhirnya Yuli menemukan rumah adik iparnya itu di jalan Kayangan Hangtuah, Belakang AMIK Mitragama, Duri.

Itu diketahuinya, setelah melihat kreta (sepeda motor) sang suami terparkir di depan rumah tersebut.

Di situ, Yuli melihat suaminya itu tengah berduaan di dalam rumah, menemani adiknya ER sarapan lontong yang dibelikan suaminya. Suatu pemandangan yang cukup romantis.

Akhirnya, kedua orang itu mengetahui dan kaget melihat kedatangan Yuli yang sudah berdiri di depan pintu.

“Saya meminta suami saya pulang supaya kami bicarakan semua di rumah, namun suami saya tidak mau,” lanjut Yuli.

ER yang mendengar permintaan Yuli malah marah. “Jangan kau bikin ribut di rumah kami,” bentak ER, seperti diulang Yuli.

Yuli yang merasa pria itu adalah suaminya, akhirnya ikut emosi dan mengatakan agar ER tidak mengganggu rumah tangga dia dan suami lagi.

Bukti laporan polisi. (Facebook/newyuli.simanjutak)

“Akhirnya terjadi adu mulut dan suami saya menyeret saya ke dalam rumah itu, kemudian memegangi saya, sehingga adik kandungnya itu bebas memukuli saya hingga memar di bagian kening,” kata Yuli.

Yuli kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Duri Mandau. Namun, berdalih bahwa itu adalah urusan internal keluarga, laporan Yuli tak ditanggapi polisi di sana.

Yuli yang masih berusaha agar bisa kembali bersama sang suami kemudian melaporkan kejadian itu kepada RT tempat mereka tinggal. Di situlah rahasia yang selama ini tertutup rapat, akhirnya terbongkar.

Ternyata LR dan ER adalah adalah suami istri dan RT setempat memberikan kartu keluarga sebagai bukti, saat keduanya pindah ke wilayah itu 4 tahun lalu.

Tak terima kenyataan itu, Yuli kemudian menjelaskan bahwa pasangan itu adalah abang beradik kandung, sembari menyodorkan akta nikah catatan sipil dirinya dengan LR, serta foto-foto pernikahan mereka.

Fakta itu membuat RT kemudian mengusir ER dari kampung tersebut dengan tuduhan menipu dan kumpul kebo.

Menyusul pengusiran itu, pertengkaran dalam rumahtangga Yuli pun makin sering terjadi, hingga hingga sang suami mulai ringan tangan. Peristiwa itu pun dilaporkan Yuli kembali ke Polsek Mandau, Duri pada 8 desember 2017, sesuai bukti lapor bernomor: LP 733/XII/2017/BSK/SEK-MDU, yang dilampirkan Yuli pada postingannya itu.

Sama seperti laporan pertama, pengaduan Yuli itu juga tak mendapat respon dari pihak kepolisian di sana.

Masih belum putus asa, Yuli mengaku juga pernah mengadukan persoalan itu kepada ibu mertuanya via telpon. Namun, jawaban yang diterima malah makin menyakitkan hati. “Sampai kapan pun gak bisa kau pisahkan si LR dan si ER. Kalau kau gak tahan, kau aja yang pergi biar mereka bisa sama-sama lagi..,” tulis Yuli mengulang kalimat sang mertua ketika itu.

Yuli juga mendatangi kantor tempat suaminya itu bekerja dan melapor kepada bagian HRD (Human Resource Department). Lagi-lagi, Yuli mendapat jawaban serupa. “Suami saya sudah lama menikah dan menunjukkan kartu keluarga suami saya yang berstatus menikah dan istrinya adalah ER,” sambung Yuli.

Di dalam kartu keluarga (kartu keluarga dan KTP nya yang diberikan sejak 2012) itu tertulis bahwa anak cacat mental itu itu ternyata anak suaminya dengan adik kandungnya itu.

“Sambil menangis, saya menunjukkan akta nikah gereja dan akta nikah sipil kami beserta foto-foto pernikahan kami. Akhirnya HRD nya percaya pada saya dan berjanji akan memberi sanksi pada suami saya karena juga menipu perusahaan selama 5 thn,” lanjut Yuli meneruskan kisah pilunya.

Pun begitu, Yuli masih tetap berupaya bertahan dengan menghubungi pihak keluarga Aritonang dari Silando, Muara, Tapanuli Utara via telpon. Tapi, lagi-lagi tak ada yang merespon positif.

“Saya sudah menghubungi pihak tulang (paman-saudara laki-laki ibu) dari suami saya, tapi juga lepas tangan dengan alasan dilarang ikut campur oleh mertua saya,” sambung Yuli lagi.

“Bahkan, saya dan orangtua saya sudah mendatangi orangtua angkatnya (tante suami saya) di kompleks gereja HKBP Pabrik Tenun, untuk minta jalan keluarnya tapi juga menjawab: “Mamaknya udah bilang sama kami, kalau kami bukan orangtuanya, jadi jangan ikut campur. Maka kami tidak bisa berbuat apa-apa.”

Tak hanya Yuli, nyaris seluruh keluarganya sudah berusaha menelepon orangtua sang suami, untuk mempertanyakan masalah itu. Tapi tak sekali pun digubris, bahkan nomor telpon Yuli dan keluarganya diblokir oleh mertuanya itu.

Di akhir curhatnya, Yuli mengaku, bahwa dia membagikan kisah ini karena tidak mau ada lagi korban seperti dia oleh keluarga itu.

“Karena suami saya bilang, setelah cerai dengan saya mamaknya (ibu mertua Yuli) akan menikahkan dia lagi. Mungkin untuk menutupi aib suami saya dan adik perempuannya itu. Karena saya pun dinikahi hanya untuk itu,” sebut Yuli melalui tulisannya.

Yuli juga mengajukan pertanyaan yang sebenarnya tak perlu dijawab kepada para netizen.

Salah satu postingan Dek Yuli S, sebelum kisah curhatnya, yang menyindir perlakuan mertua dan adik iparnya. (Facebook/newyuli.simanjuntak)

“Bagi warga net yang suku Batak apa boleh menikahi adik kandungnya sendiri??? Apa adat di Tarutung menghalalkan hubungan sedarah???? Apa kelakuan suami saya, adik ipar saya dan keluarganya ini bisa ditolerir??? Mohon pendapatnya,” tanya Yuli.

“Saya pribadi sudah memutuskan untuk tidak akan pernah lagi melanjutkan rumah tangga ini karena saya tidak akan pernah mau berbagi suami dengan siapa pun.”

“Bahkan, adik ipar saya pernah bilang via telpon: “Selama aku hidup tidak akan ku biarkan ito ku sama kau,” pungkas Yuli mengakhiri kisahnya. (*/asp)

Viral

Hanya karena Makan, Nenek Ini tak Henti Menangis setelah Dicaci Anaknya Sendiri, Begini Kisahnya!

Selama puluhan tahun, tak ada yang tahu siapa namanya, orang-orang hanya memanggilnya ‘Janda’ .

Katanya anak laki-laki bisa menjaga dan merawat kita di kala tua, jika punya satu anak laki-laki, dia tidak akan begitu sengsara, sayangnya ketiga anaknya perempuan.

Demi anak-anaknya, ia bekerja keras sepanjang waktu, membesarkan mereka dengan susah payah hingga ketiganya berkeluarga.

Seiring perjalanan waktu, ia pun menua. Rambutnya memutih, kulitnya keriput dan kendor seperti kertas kusut. Dan juga dia mulai sering sakit-sakitan.

Dia mulai berpikir sudah waktunya memikirkan pemakamannya.

Dia sudah terbiasa hidup mandiri dan segala sesuatunya selalu mengandalkan diri sendiri, ia tidak mau ke rumah anak-anaknya yang hanya akan menjadi seperti bola yang ditendang kesana kemari.

Dia telah memutuskan, akan bertahan di rumahnya yang juga sudah tua itu, hidup menua dalam sepi hingga ajal menjemput.

Dia mempunyai satu benda berharga yaitu sebuah “Jepitan Rambut” yang terbuat dari emas.

Sebelum dia pergi meninggalkan dunia ini, dia tidak akan meminta apa-apa kepada anak-anaknya.

Keinginannya hanya satu, mewariskan barang berharga tersebut kepada salah satu dari ketiga anaknya.

Dia ingin memberikan benda itu kepada putrinya yang paling berbakti, dengan begitu ia baru bisa pergi dengan tenang.

Tapi, siapa yang paling berbakti diantara ketiga putrinya?

Tiga anaknya setelah menikah seperti layang-layang putus, jarang pulang menjenguknya, tapi untungnya tempat tinggal ketiga putrinya itu tidak jauh dari rumahnya.

Dia pun memutuskan untuk menjenguk mereka.

Paginya, ia pergi ke rumah putri sulungnya, Rosa.

Rosa menikah dengan pria yang lumayan kaya di desa.

Melihat ibunya datang, Rosa menyiapkan semangkuk bubur dan sayur asin untuknya.

Dia hanya makan sekadarnya, lalu pergi.

Ketika dia hendak meninggalkan rumah putri sulungnya itu, dia bertemu dengan cucunya.

“Nek, ayo masuk ke rumah, kita makan, Mama bilang hari ini masak daging sapi,” kata cucunya.

“Nenek sudah makan, kalian saja yang makan, ya, ” jawabnya, dan dalam hatinya merasa kecewa.

Kemudian dia pergi ke rumah putri keduanya, Sely, suami Sely juga lumayan baik secara ekonomi dan pekerjaannya juga lancar.

Namun, tampaknya Sely tidak begitu senang melihat ibunya datang mengunjunginya.

Sely memberi ibunya sayur sisa, roti dan air hangat untuknya.

Dia merasa diperlakukan seperti pengemis.

Dia hanya makan beberapa suap sambil meneteskan air mata, tapi Sely malah pura-pura tidak melihat sambil berkata, “Bu, sudah siang nih, lebih baik ibu segera pulang, nanti aku akan sibuk sekali begitu anak dan suamiku pulang.”

Dia mengangguk dan melihat Matahari di siang hari yang terik, lalu pergi dengan langkah kaki agak terhuyung.

Dia menggelengkan kepala dan mendesah , “Paling susah ketika mengurus kedua anak perempuan ini, tapi sekarang tidak ada satu pun yang bersedia meberi yang layak untuknya.”

Kemudian dia berjalan pergi, dan tanpa terasa langkah kakinya telah menuju ke rumah putri bungsunya, Vera. Keadaan Vera paling susah dibanding kedua kakaknya.

Tak terduga di rumah putri bungsunya, ia dapat hanya semangkuk air putih.

Dia berpikir, semua darah dagingku memperlakukan aku seperti ini. Lebih baik jepitan emas ini aku bawa ke dalam peti mati saja.

Karena merasa kecewa dan hendak pulang, putri bungsunya itu mengeluarkan rendang daging sapi dan sayuran segar.

“Bu, malam ini ibu tidak usah pulang, ayo bu kita makan, ” kata putri bungsunya.

Dia tercengang melihat masakan yang disuguhkan putri bungsunya ini. Dia tahu persis kondisi putrinya yang susah tidak mampu membeli daging-dagingan. Paling pada saat tahun baru atau hari raya tertentu saja baru bisa makan daging.

“Uang dari mana Vera bisa membeli daging ?” Katanya dalam hati.

Saat makan, tanpa sengaja dia melihat rambut anak perempuannya, jepitan rambut yang biasanya terselip di rambut anaknya ternyata sudah tidak kelihatan lagi.

Dia tersenyum dan tiba-tiba merasakan kehangatan, tampak air matanya berlinang.

era memandang ibunya sekilas dan berpikir ibunya sedang mencemaskannya, lalu berkata, “Bu, suamiku baik kepadaku. Meski hidupku agak susah, tapi ibu tidak usah khawatir. Menantu ibu juga bilang, jika ekonomi sudah agak lumayan, tahun depan kami akan menjemput ibu tinggal bersama kami.”

Dia tersenyum sambil meneteskan air mata, lalu mengeluarkan jepitan rambut emas tersebut, lalu diselipkan ke rambut Vera, putri bungsunya.

”Nak, ini adalah barang terakhir yang bisa ibu berikan untukmu. Ibu tidak pernah rela menjualnya walaupun pada kondisi sulit dalam hidup ibu dulu. Barang inilah sesuatu yang mengingatkan ibu untuk terus melihat ke depan, dan masa-masa sulit akan terlewati selama ada usaha,” katanya

Vera mengangguk, ia teringat masa-masa sulit ketika bersama dengan kedua kakak dan ibunya dulu, dan tanpa terasa air matanya pun mengalir mengenang semua itu.

Dan beberapa pekan kemudian, si “Janda” itu pun meninggal dengan tenang, meninggalkan kehidupannya yang getir.

Belakangan, sepeninggal ibunya, Rosa dan Sely bertengkar hebat tentang siapa yang berhak mewarisi rumah ibunya.

Sedangkan Vera tidak ikut campur. Ia mengisi hari-harinya dengan bahagia dan damai. Hingga Vera memiliki anak, membesarkan dan menikahkan anaknya.

Bertahun-tahun kemudian, rambut Vera pelan-pelan berubah menjadi putih, namun, jepit rabut emas pemberian ibunya itu tetap terselip di rambutnya, sampai diwariskan lagi ke anaknya secara turun temurun, karena Vera tahu dengan adanya jepit rambut ini, kehidupan tidak akan sulit lagi.

Sebagai anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada orangtua. Namun sangat disayangkan, banyak orang yang sudah berkeluarga malah meninggalkan kewajiban ini.

Orangtualah yang membesarkan kita dari bayi hingga dewasa. Dari yang belum bisa jalan sampai lulus sekolah. Segala yang kamu nikmati sekarang adalah berkat dari jerih payah orangtuamu.

Tanpa mereka kamu tidak akan pernah ada di dunia ini, dan tidak peduli bagaimanapun perjalanan hidupmu kelak, baik susah atau senang, tetap hargailah mereka, sayangi mereka dengan sepenuh hati hingga akhir hayat. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Nenek ini Tak Kuasa Tahan Tangis Usai Dicaci 3 Anaknya Gara-gara Makan, Kini Semua Menyesal

Editor: Abdi Tumanggor

Sumber: TribunnewsMedan.com

Continue Reading

Viral

Viral, Hula-hula Palsu Terciduk Mencuri Tas saat Pesta Pernikahan di Sopo HKBP Sudirman

Heboh, seorang ibu tertangkap melakukan pencurian di Sopo HKBP Sudirman. Akun facebook @ Riki Situmorang mencantumkan status: ‘Hati hati banyak penyusup jadi Hula hula palsu.. di pesta adat batak’.

Dalam video tersebut terlihat jelas, bagaimana wanita yang mengenakan baju merah tersebut diarak warga ke hingga ke luar dari gereja tersebut.

Tak ayal, ibu tersebut tak kuasa menahan cercaan hingga tangannya ditarik-tarik.

Ibu tersebut berusaha meronta, bahkan menangis. ‘ Kok bisa begitu kalian samaku,’ ujar perempuan tersebut.

‘Aku tak ada mencuri’ ujarnya.  Sementara warga semakin ramai, bahkan memaksa agar ibu tersebut diboyong segera ke polisi.

‘ Jangan kasar, ke kantorpolisi aja’ terdengar suara seorang wanita, yang ikut undangan pesta.

Beberapa pria mencoba bertindak kasar kepada wanita yang dituduh mencuri tersebut.

Diduga wanita tersebut ‘menyusup’, menyamar sebagai ‘Hula-hula’ (pihak keluarga istri). Ia didutuh mencuri tas dalam pesta tersebut.

Foto Riki Situmorang.

Foto Riki Situmorang.

 

Warganet pun ramai berkomentar:

Ardin Situmorang: Ngeri kali pung bisa menyamar jadi hula2 hanya jadi maling di jkt mudah-mudahan tdk ada

Uspar Tindaon : pailahon do namboru on bah…. Br batak jago do dang olo songon on.

Pinondang Situmorang: Dengan Medsos semua segala mcm info cpt tersebar …… Peristiwa on tikki acara pesta pernikahan ni boru ni dongan/Tetangga do on Uda Ardin Situmorang dan Riki Situmorang na di ari Sabtu di Sopogodang Jl. Sudirman.

AnRe Borman Aduh: ampun koq sampai gitu ya,untuk cari uang jd hula2 palsu maluny

SrieYantadoli Sembiring: Hula hula itu kalau org karo Kalimbubu..dibata si ni idah..

Roy Sihombing: Gabe loakon do dibaen sosmed on,tor sadia ma haroa di jalanghon hamu hepeng molo tung pe palsu,pola si paila hamu,hera na so halak batak,apalagi na mambaen status on,adophon tu dirimu boh,boha do molo keluargamu i? Halak batak dalle do ra on

Maria Sondang Silaban: Masalahnya bukan amplopnya ito tapi maling tas… udah sering terjadi dipesta kyk gini..

AnRe Borman Aduh : ampun koq sampai gitu ya,untuk cari uang jd hula2 palsu maluny

Risma Sri Sartika Sirait: Wahhhh baru tau ada beginian. Soalnya waktu pesta kakak kandungku tas mama ku hilang, uang didalamnya 5juta. Ketauannya waktu udah nyampe di rumah.

Sumber: TribunnewsMedan.com

Continue Reading

Viral

Drrrttt! Siswa SMP Tewas Saat Mengecas HP Sambil Tiduran

MEDANSATU.COM, Jatim – Drrrttt! Siswa SMP itu tewas kesetrum saat mengecas HP sambil tiduran. Hati-hati ya agar kamu tak jadi korban.

Peristiwa ini terjadi di Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim), Rabu malam (25/4/2018). Korbannya seorang siswa MTs (SMP), M Faza Charisul Wafiy (15).

Saat kejadian korban sedang mengecas baterai handphone (HP)-nya sambil tiduran di kasur. Peristiwa ini langsung menggegerkan warga. Kasusnya telah ditangani Polsek Ngadiluwih.

Kapolsek Ngadiluwih kepada wartawan, Kamis (26/4/2018) mengatakan, korban tewas kesetrum saat memperbaiki kabel charger HP. Saat itu korban tak mencabut colokan charger yang menempel di HP-nya.

Tiba-tiba saja ia kesetrum. Luka bakar terdapat di bagian tangan kanan, dan luka benturan di tubuh bagian kiri. Luka benturan ini karena korban sempat terpental dan terjatuh saat kesetrum.

Ibu korban, Ida Nihayatul (37) mengatakan, ia terkejut saat mendengar suara benda jatuh, “Gedebukk!” dari kamar anaknya. Ia pun memanggil anaknya, namun tak ada sahutan. Saat pintu kamar dibuka, Ida pun terkejut melihat anaknya telah tergeletak.

Saat itu juga korban dilarikan ke rumah sakit, namun saat tiba di rumah sakit, petugas medis mengatakan korban telah meninggal dunia. (*)

(Sumber: Medansatu.com)

Continue Reading

terbaru

Olahraga4 jam ago

Sekitar 350 atlet dari 15 negara peserta Asian Games XVIII  tiba di Kota Palembang

Palembang – Sekitar 350 atlet dari 15 negara peserta Asian Games XVIII  sudah tiba di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Berdasarkan...

Politik4 jam ago

Pengamat : Isu identitas agama dalam Pemilu Presiden 2019 sangat membahayakan.

Medan – Pengamat sosial politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Ansari Yamamah berharap masyarakat dan politikus tidak lagi...

Wisata5 jam ago

Walhi berharap Geopark Kaldera Toba harus bisa masuk dalam UNESCO Global Geopark

Medan, 15/8 (Antara) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Sumatera Utara berharap Geopark Kaldera Toba harus bisa masuk dalam UNESCO...

Wisata5 jam ago

KKP sosialisasikan daya dukung dan zonasi KJA di Danau Toba

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyosialisasikan hasil kajian daya dukung dan penetapan zonasi untuk budi daya ikan dalam...

Berita5 jam ago

Pelatih Real Madrid yakin Gareth Bale mampu menggantikan

Taillinn, Spanyol – Pelatih Real Madrid Julen Lopetegui memuji Gareth Bale dan meyakini penyerang Welsh itu mampu mengisi kekosongan yang...

Olahraga5 jam ago

Timnas Suriah berhasil tekuk timnas Uni Emirat Arab 1-0 pada laga Grup C Asian Games.

Bandung – Tim nasional Suriah berhasil mengalahkan Uni Emirat Arab 1-0 pada laga lanjutan Grup C Asian Games 2018, yang...

Daerah13 jam ago

Kapolda Sumut bersama pejabat utama, Ibu Bhayangkari dan Polwan dari sejumlah polres menggelar nobar film dokumenter Polwan Carstensz

Medan – Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw bersama pejabat utama, Ibu Bhayangkari dan Polwan dari sejumlah polres menggelar...

Hukum14 jam ago

Satserse Narkoba Polrestabes Medan amankan IRT pembawa sabu 1 Kg

Medan  – Tim Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan amankan Seorang ibu rumah tangga  Nalias Betti  (NB), 32 tahun, diringkus personil...

Berita14 jam ago

Pramono Anung, lantik 66 pejabat baru di lingkungan Sekretariat Kabinet

Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, lantik 66 pejabat baru di lingkungan Sekretariat Kabinet Para pejabat baru yang dilantik...

Nasional14 jam ago

Kepada Pramuka, Jokowi menitipkan bangsa ini untuk dibawa ke masa kejayaan

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Gerakan Pramuka harus merevitalisasi dirinya agar terus dapat membentuk manusia-manusia Pancasila yang tangguh,...

Trending