Connect with us

Olahraga

Memasuki hai keempat atlet Indonesia berhasil lampaui perolehan medali emas

Jakarta, Kabarnas –  Pada Asian Para Games yang berlangsung di Jakarta, Indonesia sebagai tuan rumah berhasil meraih 23 emas, raihan ini melampaui target sebelumnya dengan 16 medali emas.  Ini merupakan perolehan medali terbanyak sepanjang  sejarah Indonesia mengikuti  Asian Para Games.

Pada keikutsertaan I, Indonesia di Asian Para Gamesi Guangzhou, Tiongkok tahun 2010, hanya mampu meraih 1 edali emas. Dan pada Asian Para Games ke-II di Incheon, Korea Selatan tahun 2014, Indonesia meraih 9 medali emas.

“Raihan ini adalah sebuah sejarah baru bagi Indonesia. Kita harus berbangga atas prestasi luar biasa ini. Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh atlet yang telah bekerja keras, tim pelatih dan official yang membantu para atlet tanpa kenal lelah, juga Chief de Mission Armin Syah yang terus mengawal persiapan.

Tak lupa terima kasih saya ucapkan kepada psikolog yang setia menemani untuk menjaga semangat para atlet,” ujar  Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, di Jakarta pada Kamis (10/10).

“Terima kasih atas doa dan dukungan para supporter yang rela meninggalkan pekerjaan demi memberikan suntikan semangat secara langsung di venuevenue pertandingan. Ini adalah kesuksesan yang harus kita rayakan bersama-sama,” tutur Menpora.

Kepastian rekor baru Indonesia ini didapatkan pada hari keempat Asian Para Games 2018. Total sebanyak 15 emas diraih oleh para pahlawan bangsa hari ini. Jumlah tersebut disumbangkan oleh:

Atletik
– Kharisma Evi Tiarani (Lari 100m Putri T42/63)
– Putri Aulia (Lari 100m Putri T13)

Tenis Meja
– M. Riah Prahasta/Suwarti (Ganda Campuran Kelas 6-8)
– Agus Sutanto/Tatok Hardiyanto (Ganda Putra TT 4-5)
– David Jacobs/Komet Akbar (Ganda Putra TT 10)

Catur
– Carsidi, Edy Suryanto, Hendy Wirawan (Beregu Putra Klasik VI – B2/B3)
– Hendy Wirawan (Tunggal Putra Klasik VI – B2/B3)
– Debi Ariesta, Tati Karhati, Wilma Margaretha Sinaga (Beregu Putri Klasik VI – B1)
– Debi Ariesta (Tunggal Putri Klasik VI – B1)
– Nasip Farta Simanja, Roslina, Yuni (Beregu Putri Klasik VI – P1)
– Nasip Farta Simanja (Tunggal Putri Klasik VI-P1)

Lawn Bowl
– Mella Windasari (Individu B6)
– Dwi Widiantoro (Individu Open B1)
– Suwondo (Individu Open B4)
– Julia Verawati (Individu Open B2)

Menpora Imam Nahrawi optimistis jumlah emas Indonesia bisa terus bertambah mengingat masih banyak nomor yang akan dipertandingkan di sisa hari penyelenggaraan. Apalagi, ada banyak hasil yang telah melampaui target.

“Tenis Meja sebenarnya hanya ditarget dua emas, tetapi ternyata bisa mendapatkan empat. Catur juga melebihi target empat emas yang ditetapkan,” kata Menpora.

“Untuk Lawn Bowl kita tidak berikan target karena merupakan olahraga baru. Namun, keuntungan sebagai tuan rumah berupa waktu adaptasi di venue pertandingan membuat persiapan kita lebih matang dibanding negara lain. Hasilnya, kita mendapatkan empat emas,” lanjut dirinya.

Momen bersejarah lain terjadi di cabang olahraga atletik nomor lari 100m putri T13. Putri Aulia memecahkan rekor Asian Para Games dengan catatan waktu 12,49 detik. Ia melampaui catatan waktu 13,13 detik milik pelari China, Lin Zhu.

Kemenangan tersebut semakin istimewa karena seluruh medali di nomor lari 100m putri T13 disapu bersih oleh Indonesia. Aulia Putri menyanyikan Indonesia Raya bersama dengan dua rekannya, yaitu Endang Sari Sitorus Ni (perak) dan Made Arianti Putri (perunggu).

Menpora berharap kesuksesan ini bisa terus dijaga dan berlanjut hingga ke Paralimpiade Tokyo 2020.

“Semakin banyak atlet kita yang meraih medali, maka akan semakin banyak pula yang bisa bertanding di Paralimpiade di Tokyo, Jepang pada 2020. Mari doakan terus dan jangan lupa datang langsung ke venue untuk menyemangati para pahlawan olahraga kita,” ucap menteri asal Bangkalan tersebut.

Hingga pukul 19.00 WIB ini, Indonesia berada di peringkat kelima klasemen umum dengan raihan 23 emas, 28 perak, dan 31 perunggu.

Olahraga

Jelang Laga VS Sriwijaya FC, PSMS Medan Janji Tampil Menyerang

Palembang – Tim PSMS Medan berjanji tampil menyerang pada laga tandang menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis (18/10), untuk mendapatkan poin demi keluar dari zona degradasi.
Pelatih PSMS Peter Butler di Palembang, Rabu(17/10), mengatakan, pada laga bertajuk derby Sumatera pada pekan ke-26 Liga 1 Indonesia ini tim PSMS tidak ada pilihan lain selain menyerang untuk mendapatkan poin.
Kami akan menyerang, kami inginkan poin karena tim kami sedang sulit, kata Peter Butler. PSMS saat ini berada di dasar klasemen dengan hanya meraih 24 poin dari 24 kali bermain. Bagi Peter, hal itu mungkin tidak bisa diterima oleh para fans, namun sebenarnya para pendukung juga harus memahami bahwa musim ini merupakan musim pertama PSMS di Liga 1.
Ya, tim kami harus bekerja keras. Berbeda tentunya bermain di Liga 2 dan Liga 1, tapi bukan berarti kami harus pasrah berada di bawah, kata dia.
Sebelumnya, Tim Ayam Kinantan harus kehilangan momentum untuk meraih poin penuh setelah laga melawan PS Tira pada pekan ke-25 terpaksa ditunda. Walhasil, harapan pun jatuh pada laga melawan Sriwijaya FC karena jika kehilangan poin lagi maka semakin berat untuk menjauhi zona degradasi.
Saya rasa pemain sudah tahu bagaimana situasinya kini. Mereka semua semangat untuk memberikan yang terbaik pada laga nanti, apalagi pertandingan sebelumnya ditunda. Jadi saya rasa ada semangat berlipat, kata dia.
Kebangkitan dari PSMS Medan ini juga menjadi kewaspadaan Sriwijaya seperti yang diungkapkan pemain belakangnya Zalnando. Kami perkirakan PSMS pasti akan bermain ngotot. Kami harus siap menghadapi mereka, tapi yang jelas kami pun tidak akan memberikan poin ke mereka karena target di laga ini tiga poin, kata Zalnando.
Bukan hanya PSMS Medan yang berjuang meraih poin, Sriwijaya FC juga berkutat dengan persoalan defisit poin ini. Saat ini Laskar Wong Kito berada di urutan ke-13 klasemen sementara, dan sedang berjuang habis-habisan untuk masuk ke papan tengah untuk menjauh dari zona degradasi. (SPS/ant)


KOMENTAR
Belum Ada Komentar.

Kategori Umum

Continue Reading

Olahraga

Karateka Shofiyah Nur Yustina targetkan meraih medali pada SKIF 2019

Malang, Kabarnas – Karateka Shofiyah Nur Yustina,  membidik medali sekaligus gelar juara dalam kompetisi karate internasional yang diselenggarakan Shotokan Karate-Do International Federation (SKIF) di Italia pada Januari 2019.

“Sekarang saya masih mencari sponsor untuk bisa kembali bertanding di ajang SKIF Januari mendatang. Saya ingin bertanding kembali di SKIF karena lawannya sekarang lebih menantang, yakni para pemenang pelatnas-pelatnas dari berbagai negara,” kata Shofiyah Nur Yustina di Malang, Jawa Timur, Rabu (17/10).

Shofiahbercerita, ketika ia masih duduk di bangku SMA,  ia sudah berhasil menyabet dua medali emas di kejuaraan internasional yang diselenggarakan SKIF di Italia. Dan, keinginannya kembali berlaga di ajang tersebut dengan meraih hasil yang lebih baik dari ketika masih SMA.

Keinginan Shofi untuk meraih prestasi lebih tinggi di ajang internasional tersebut dilandasi prestasi nasionalnya yang juga tidak kalah moncer.

Shofiyah Nur Yustina, Mahasiswi Program Studi Manajemen Universitas Muhammdiyah Malang (UMM) angkatan 2018 pada bulan September lalu menyabet satu medali emas di Anjuk Ladang Karateka.
Sedangkan di Bondowoso Ijen Championship pada bulan yang sama, ia juga berhasil menyabet satu medali emas dari kata perorangan dan satu medali dari Kumite Beregu.

“Saya ikut karate sejak kelas 4 SD, awalnya memang tertarik dan cuma coba-coba. Eh, jadinya ikut karate beneran,” kata Shofi yang sudah memenangi berbagai kejuaraan sejak kelas 5 SD.

Pilihan untuk menjadi atlet karate tersebut, Shofi didukung penuh oleh sang ayah yang menginginkan anaknya menjadi perempuan tangguh dan tahan banting. Sedangkan sang ibu juga memberikan dukungan penuh, tapi setiap kali Shofi berlaga sang ibu selalu enggan melihat anaknya cedera. “Dulu saya pernah kena tendang di kepala sampai pernah kurang bisa mendengar sampai beberapa hari,” tuturnya.

Shofi ingin mewujudkan cita-citanya menjadi atlet karate internasional. Ia berlatih karate setiap hari selama tiga sampai empat jam. Namun, ketika menjelang pertandingan, ia fokus mengikuti “training camp” yang dilaksanakan selama tiga bulan dan berlatih selama delapan sampai sembilan jam per hari.

Meskipun bercita-cita menjadi atlet karate internasional, Shofi tidak meninggalkan kuliahnya. Ia tetap giat belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan dosen.

“Karena jadi atlet aja tidak bisa menjamin masa depan, jadi harus mandiri. Jadi pesan saya kepada teman-teman yang mengikuti kejuaraan olahraga, jangan cepat menyerah dan tetap harus bisa menyeimbangkan antara kejuaraan, kuliah, dan mengerjakan tugas,” pungkasnya. (antara)

Continue Reading

Olahraga

Sepeda Nusantara di Langkat diikuti 2.000 peserta

Langkat, Kabarnas – Sebanyak 2.000 peserta mengikuti kegiatan sepeda Nusantara yang diselenggarakan Kemenpora dan Dispora Kabupaten Langkat, Sumatera Utara,.

Pesertanya dari Langkat, Kota Binjai, Kota Medan, Kabupaten Tanah Karo, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Batubara. dengan mengambil start dari depan Tugu Tengku Amir Hamzah Stabat.

Peserta dilepas oleh Sekretaris Daerah Langkat Indra Salahuddin, di Stabat, Minggu (14/10) dengan mengambil start dari depan Tugu Tengku Amir Hamzah Stabat.

Indra Salahuddin menyampaikan kepercayaan kepada Pemkab Langkat untuk menjadi salah satu dari dua kabupaten dan Kota terpilih di Sumatera Utara, sebagai tuan rumah Sepeda Nusantara ini.

“Sepeda Nusantara ini untuk membudayakan olahraga di Kabupaten Langkat dengan unsur lima M, yaitu murah, meriah, menarik, masal dan manfaat.

“Mudah-mudahan bermula dari sepeda santai ini, kedepan kita semua dapat lebih bersemangat melakukan olahraga secara meluas. Sebab dengan berolahraga kita akan turut berpartisifasi membangun Indonesia secara keseluruhan yakni membangun jiwa sehat dan badan yang kuat,” katanya.

Sementara Staf Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Ekonomi Kreatif Jhoni Mardizal pada kesempatan itu mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Langkat dan semua unsur yang terlibat, atas terlaksananya kegiatan Sepeda Nusantara yang sangat sukses dan meriah ini.

“Kami hanya memperkirakan yang hadir 1.000 peserta saja, sebab itu kami hanya membawa 1.000 kaos untuk peserta, ternyata yang hadir lebih dari 2.000 orang. Sangat luar biasa ini,” katanya.

“Sepeda Nusantara ini adalah upaya pemerintah untuk mengajak rakyat berolahraga karena didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula, untuk itu terimakasih atas dukungannya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan dari 508 Kabupaten dan Kota se-Indonesia, hanya 70 saja yang melaksanakan Sepeda Nusantara, dimana untuk Sumatera Utara hanya Kabupaten Langkat dan Kota Medan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Langkat Manna Wasalwa menyampaikan Sepeda Nusantara selain untuk memeriahkan Hari Olahraga Nasional ke-73, kegiatan ini juga untuk menanggapi Intruksi Presiden Nomor 1/2017 tentang “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” atau Germas.  “Kegiatan ini bertujuan menggerakan, mengajak, menggelorakan dan menarik masyarakat untuk bergaya hidup sehat melalui aktifitas olahraga bersepeda, serta memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” ungkapnya.

 

 

Continue Reading

terbaru

Berita4 jam ago

BNNP dan Polda Sumut berkomitmen tindak tegas pengedar Narkoba

Medan, Kabarnas – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provisi Sumatera Utara dan Polda Sumut terus melakukan tindakan tegas bagi pengedar narkoba...

Berita5 jam ago

Ribuan Kepala Desa se Indonesia elu-elukan Jokowi

Badung, Kabarnas –   Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadiri Pembukaan Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna ke-XX di Kawasan Garuda...

Daerah5 jam ago

Presiden Jokowi salurkan bantuan untuk korban banjir bandang di Mandailing Natal.

Medan, Kabarnas – Presiden Joko Widodo memberikan bantuan kepada warga korban banjir bandang di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut,...

Pendidikan5 jam ago

Presiden Jokowi serahkan bentuan beasisiwa kepada 5.144 mahasiswa korban dampak bencana Gempa

Lombok Timur, Kabarnas – Presiden Joko Widodo serahkan beasiswa untuk mahasiswa terdampak bencana di NTB kawasan Bandara Internasional Lombok, Kamis (18/10),...

Daerah6 jam ago

Saat bagikan beasiswa Presiden ingatkan masyarakat untuk siaga bencana

Pototano, Kabarnas –  Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat untuk siaga dan waspada bencana karena posisi Indonesia yang berada di garis...

Daerah6 jam ago

Tiba di Lombok, Presiden Jokowi serahkan sebanyak 2.081 buku tabungan

Sumbawa, Kabarnas -Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan rombongan tiba di Bandar Udara (bandara) Internasional...

peristiwa7 jam ago

Gempa bumi 5 SR guncang Sibolga, Sumut

Sibolga, Kabarnas – Gempa bumi 5 SR guncang Sibolga, Sumut,  sekitar pukul  19 Okt 2018, 05:12:15 WIB Hasil analisis Badan...

peristiwa7 jam ago

Gempa bumi 3.4 SR guncang Ambalau, Buru Selatan, Maluku

Ambalau, Kabarnas – Gempa bumi 3.4 SR guncang Ambalau, Buru Selatan,  sekitar pukul  19 Okt 2018, 03:10:16 WIB Hasil analisis...

peristiwa20 jam ago

Gempa bumi 5.3 SR guncang Aceh Barat

Banda Aceh, Kabarnas – Gempa bumi 5.3 SR guncang Aceh Barat, sekitar pukul  18 Okt 2018, 11:29:04 WIB Hasil analisis...

Berita2 hari ago

Mohon Perlindungan Hukum : DR.med dr Polentyno Girsang Sp.B KBD Fina Cs FICS Surati Ketua PN P.Siantar

Pematangsiantar, Kabarnas – Guna memohon perlindungan Hukum dan keadilan DR med dr Polentyno Girsang SpB KBD Fina Cs FICS menyurati...

Trending