Penataan Siantar Semrawut, DPRD Sesalkan Kinerja Pemko

News

by Patiar Manurung

Penataan Siantar Semrawut, DPRD Sesalkan Kinerja Pemko

Pematangsiantar, Kabarnas.com - Dua anggota DPRD Kota Pematangsiantar yang berasal dari PDI Perjuangan, yakni Denny Torang Siahaan dan Astronout Nainggolan menyesalkan penyelenggaraan program kerja di kota ini. Minimnya koordinasi antara Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPS) membuat pembangunan tidak terarah dan cenderung semrawut.

Kedua DPRD ini mengutarakan kekesalannya melihat proyek tiang Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang ada di Jalan Pdt Wismar Saragih, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba. Puluhan tiang LPJU yang ada di sana dianggap pemborosan anggaran. Pertama, didirikan di badan jalan. Kedua, didirikan bukan di pulau jalan.

Denny Siahaan yang dipercaya sebagai Ketua Komisi III DPRD, mengatakan bahwa masalah di atas sudah pernah mereka singgung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pertanggungjawaban anggaran tahun 2020. Saat itu disampaikan, bahwa tiang LPJU idealnya didirikan di pulau jalan agar dikemudian hari tidak terjadi bongkar pasang. Sebab hal itu jelas menimbulkan pemborosan anggaran.

"Itu sudah kita bahas sebenarnya supaya didirikan di pulau jalan. Tapi tiang yang dibeli sekarang lampu tunggal, sementara yang di pulau jalan, satu tiang dua lampunya. Akhirnya dibuatlah (LPJU) jigjak karena penentuan pulau jalan juga belum ada. Itu bisa kita pahami," katanya, Selasa (27/7/2021).

Menurut Denny, semua ini muncul karena kurang koordinasi. "Tapi kami tanyakan kepada PRPK (Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman), apakah sudah ada koordinasi ke PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) soal pulau jalan? Ada yang jawab tidak, ada yang jawab (pegawai) PRKP sudah koordinasi. Artinya tidak sinkron. Kemudian muncul lagi permasalahan baru. Harusnya (tiang LPJU yang di tengah itu) dikoordinasikan," ujarnya.

Bagi Denny Siahaan, permasalahan ini tidak hanya terjadi di Dinas PRKP dan PUPR. Namun soal LPJU di Jalan Pdt Wismar Saragih akan dibahas. "Nanti akan ada jadwal (RDP) KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara). Di sana akan kita bahas soal LPJU itu jika memang tidak ada perbaikan. Bila perlu kita turun kelapangan," terangnya.

Senada diutarakan Astronout Nainggolan. Secara pribadi ia ttidak bisa menyalahkan Kadis PRKP. "Siapa koordinator pembangunan ini? Itu yang salah. Ini bukan baru. Tapi sudah lama Pemko ini kerja tidak terorganisir. Seharusnya saat Musrembang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) semua yang mau dikerjakan sudah ketahuan secara detail sehingga tidak semrawut dan tumpang tindih," ucapnya.

Astronout Nainggolan pun berharap agar gaya pemerintahan yang sedemikian rupa ditinggalkan sehingga masyarakat dapat terlayani secara baik dan maksimal. Kemudian anggaran lebih tepat sasaran. "Contohnya pembangunan taman ayam, tapi di dibelakang taman kemudian ada papan reklame. Seharusnya itu dicabut supaya taman indah. Dan ini sudah saya kritik," ujarnya.

Pada kesempatan ini Astronout berharap pembenahan kawasan Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka dapat dikerjakan segera mungkin agar menjadi contoh untuk pembangunan daerah lainnya di kota ini. "Makanya mari dukung yang saya usulkan ini tentang perencanaan kota. Dimana saluran drainase dan saluran kabel terpadu di Sutomo dan Merdeka. PDAM, Telkom dan PLN kita panggil," tutupnya.