Lewat JKN-KIS, Kosti Sitinjak Terharu Dapat Terbantu

News

by Patiar Manurung

Lewat JKN-KIS, Kosti Sitinjak Terharu Dapat Terbantu

Pematangsiantar - Hadirnya negara terasa kian nyata di tengah masyarakat Indonesia melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Demikian kata Kosti Sitinjak (74), seorang peserta JKN-KIS dari sektor Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) APBD yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar. Kosti merupakan satu dari ratusan orang yang telah merasakan langsung manfaat program jaminan kesehatan tersebut.

Nenek yang sudah berusia senja ini memang sudah sulit untuk berkomunikasi. Ditemani sang anak, Juwita Sidabutar, dengan terbata-bata Kosti menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran Program JKN-KIS. Menurutnya, ia tak pernah menyangka jika dirinya akan mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah daerah setempat. Kepada wartawan yang berkunjung ke RS Tiara, Senin (20/09/2021).

Kosti mengungkapkan isi hatinya. “Dari hati saya yang paling dalam, saya ucapkan terima kasih. Rasanya terbantu sekali, saat sakit tidak perlu memikirkan biaya lagi. Saya tidak mengira rakyat kecil seperti saya bisa mendapat perhatian yang begitu besar dari negara,” kata Kosti sambil mengusap sudut matanya yang membasah.

Kosti sudah lama menderita sakit gastritis. Penyakit ini timbul akibat peradangan lambung yang sudah akut sehingga menyebabkan pendarahan. Saat ini, kondisi Kosti sudah jauh membaik.

“Dua hari sebelumnya, kondisinya lemah sekali sampai akhirnya saya bawa ke RS Tiara untuk mendapat penanganan segera. Tidak butuh waktu lama, dokter langsung memberikan tindakan pertolongan. Memang usia ibu saya tidak lagi muda, bahkan kalau kata orang-orang, usia 74 itu sudah bonus pemberian dari Tuhan. Saya dan keluarga sebisa mungkin terus menyemangati ibu,” ucap sang anak Juwita Sidabutar.

Juwita menambahkan Program JKN-KIS, terbukti telah memberikan kesempatan bagi ibunya untuk bertahan lebih lama menikmati hari tua bersama dengan keluarga tercinta. Meski berkali-kali jatuh sakit karena faktor usia, namun menurut Juwita, semangat hidup ibunya tetap menyala.

“Memang pasti ada masa-masa di mana ibu saya down, lelah berobat katanya. Tapi itu tidak lama, karena ibu saya selalu bilang, meski umur sudah ditetapkan takdir, namun manusia tidak boleh berhenti berusaha. Apalagi, kita sudah tidak dibebani oleh biaya karena ditanggung negara dengan JKN-KIS. Saya pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah membantu menyelamatkan ibu saya,” ungkap Juwita.