Connect with us

Hukum

Poldasu buru Faisal Abdi, pemilik akun pengujar kebencian

Kabarnas, Medan – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu), Irjen Pol. Paulus Waterpauw, menegaskan pihaknya memburu dan segera menangkap pemilik akun Facebook, Faisal Abdi, yang telah memposting ujaran kebencian yang menyinggung dan  melecehkan Suku Batak.

“Sedang saya perintahkan Tim Cyber Crime memburu pemilik akun itu dan akan segera kami tangkap,” ujar Kapoldasu kepada wartawan , di Medan Sabtu (30/6).

Dalam kasus ini, akun Facebook milik Faisal Abdi dilaporkan ke Polda Sumut, atas tuduhan melanggar Pasal 28 UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Laporan dengan nomor LP/822/VI/2018 SPKT III 29 Juni 2018 tersebut diterima petugas SPKT Polda Sumatera Utara, Bripka Gomgom Tampubolon.

Dalam laporan Pomparan Raja Lontung Bangso Batak, bersama sejumlah masyarakat Batak didampingi kuasa hukum, Parluhutan Situmorang SH, mengatakan pemilik akun Faisal Abdi telah memposting ujaran kebencian yang menyinggung suku dengan melecehkan suku Batak dengan menulis “Eramas pasti menang, Orang Batak jangan sedih ya kalo djoss nyungsep silahkan makan kalian ta** babi itu ha…ha… Batak tolol.”

Bahkan, pascapelaporan tersebut, sejumlah warga Batak turut bersama personel Poldasu melakukan pencarian ke sejumlah lokasi yang kemungkinan Faisal Abdi dapat ditemukan, seperti pada tempat bekerja yang ditulis di profil Facebook-nya.

Namun, saat dilakukan pencarian di PT. BCR Technical Indonesia, seperti yang tertulis di profil Facebook Faisal Abdi tempatnya bekerja, yang bersangkutan tak ditemukan. Netizen juga mendapatkan informasi, bahwa alamat terlapor berada di Jermal 7 dekat Masjid Istiqomah, Menteng, Medan namun yang bersangkutan juga tak ditemukan.

Kepling di wilayah tersebut yang ditanyai juga mengaku tak mengenal atas nama Faisal Abdi.

sumber ; tribratapoldasu

Hukum

Tersangka Haris Samosir bunuh keluarga Diperum Nainggolan pakai linggis

Jakarta, Kabarnas – Penyidik Polda Metro Jaya mengungkapkan tersangka  Haris Samosir (HS) membunuh keluarga Diperum Nainggolan seorang dir.

“Sementara sendiri (membunuh korban),” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (15/11).

Namun Argo mengatakan polisi akan mengembangkan temuan dan informasi untuk memastikan HS melakukan kejahatan seorang diri atau bersama orang lain.

Menurut Argo, tersangka HS membunuh  Diperum Nainggolan,  termasuk istri dan dua anaknya menggunakan linggis.

Usai membunuh korban, tersangka membuang linggis ke Sungai Kalimalang lalu melarikan diri ke Garut Jawa Barat. HS ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, Rabu (14/11) pukul 22.00 WIB.

Argo menuturkan polisi kesulitan mencari barang bukti linggis itu karena kondisi aliran air Kalimalang cukup deras.

Mobil Nissan X-Trail berwarna silver dengan nopol B-1075-UOG ditemukan polisi di Desa Mekarmukti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada Rabu (15/11). Diketahui HS sempat mengobati jari telunjuk karena terluka.

Polisi menemukan barang bukti lainnya untuk menetapkan HS sebagai tersangka seperti celana berwarna hitam, bercak darah, kendaraan, telepon seluler, dan uang tunai rp. 4 juta.

Dari hasil pemeriksaan sementara menurut Argo, HS menghabisi nyawa keluarga Diperum lantaran sakit hati dan dendam akibat sering dimarahi korban. HS masih memiliki hubungan keluarga dengan Maya. HS juga pernah dilihat tetangga korban pembunuhan. HS disebut ikut membantu pengiriman barang-barang milik Diperum.

Petugas menangkap HS saat melarikan diri ke Garut Jawa Barat pada Rabu (14/11) malam usai membunuh keluarga Diperum.
Tersangka HS  masih kerabat dekat dari istri Diperum yang juga menjadi korban pembunuhan.

Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri yakni Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita (37), serta dua anaknya, Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7) ditemukan meninggal dunia akibat pembunuhan.

Para korban tergeletak di rumahnya Jdi Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (13/11/2018) sekitar pukul 06.30 WIB.

Continue Reading

Hukum

Polisi tetapkan HS sebagai tersangka pelaku pembunuhan keluarga Diperum Nainggolan

Jakarta, Kabarnas –  Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan HS (30) sebagai tersangka pembunuhan keluarga Diperum Nainggolan di Bekasi, Jawa Barat.

“Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, di Jakarta Jumat (15/11).

“Penyidik menetapkan HS sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan secara intensif selama 1 x 24 jam”.

Selain itu, polisi juga memiliki alat bukti yang kuat terkait penemuan bercak darah di dalam mobil milik korban, celana panjang milik pelaku bernoda darah termasuk darah pada gagang pintu kanan, pedal gas, serta kunci mobil Nissan pada tas HS.

Namun Argo belum membeberkan secara rinci langkah selanjutnya yang akan dilakukan penyidik namun polisi akan mendalami motif pembunuhan.

Sebelumnya seperti diberitakan, satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri yakni Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita (37), serta dua anaknya, Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7) ditemukan meninggal dunia akibat pembunuhan. Para korban tergeletak di rumahnya Jalan Bojong Nangka RT 2 RW 7 Pondok Melati Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11) pagi.

Dari hasil penyelidikan polisi menemukan keberadaan mobil milik korban Diperum Nainggolan bernomor polisi B-1075-UOG di garasi kontrakan kawasan Cikarang Kabupaten Bekasi Jawa Barat, Rabu (14/11).

Polisi mendapatkan informasi mobil berwarna silver itu dibawa HS dari rumah korban ke garasi kontrakan tersebut.

Di dalam mobil itu, tim Inafis Polda Metro Jaya menemukan diduga bercak darah korban pada bagian bawah karpet kursi sopir, pedal gas, sabuk pengaman, dan gagang pintu sebelah kanan, serta dua telepon selular milik korban.

Selanjutnya, anggota bergerak mencari keberadaan HS yang ditemukan di kaki Gunung Guntur Garut Jawa Barat, Rabu (14/11) malam.

Selain itu, polisi juga menggeledah tas milik HS yang terdapat uang kunci Nissan X Trail, telepon selular dan uang Rp4juta.

Polisi mengambil kotoran kuku pada HS untuk memastikan itu darah atau bukan yang dicocokkan dengan noda darah di dalam mobil dan celana panjang tersangka.

Setelah itu, penyidik menggeledah kontrakan HS yang menjadi tempat ditemukan mobil Nissan itu, serta terdapat celana panjang warna hitam yang bernoda darah.

Penyidik Polda Metro Jaya menunggu tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri memeriksa ceceran darah korban pembunuhan sekeluarga Diperum Nainggolan guna meningkatkan status HS yang diduga sebagai pelaku.

Dari penemuan mobil itu, polisi menginterogasi saksi yang diduga membawa mobil tersebut dari rumah korban ke lokasi keberadaan mobil itu.

Diketahui, satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri yakni Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita (37), serta dua anaknya, Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7) ditemukan meninggal dunia akibat pembunuhan.

Para korban tergeletak di rumahnya kontrakannya di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (13/11/2018) sekitar pukul 06.30 WIB.J

Continue Reading

Hukum

Polisi telah periksa 12 orang terkait pembunuhan Diperum Naingolan sekeluarga

Jakarta, Kabarnas –  – Penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi Kota telah memeriksa 12 saksi terkait pembunuhan empat orang yang merupakan satu keluarga di  Jl. Bojong nangka 2 Rt. 002/07 Kel. Jatirahayu Kec. Pondok Melati Kota Bekasi.

“Dua saksi telah dilakukan berita acara pemeriksaan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (14/11).

Sejauh ini, polisi telah memeriksa 12 saksi dari pihak keluarga dan tetangga korban termasuk dua orang yang sudah dicantumkan pada berita acara pemeriksaan (BAP).

Argo menyebutkan dari 12 saksi yang dimintai keterangan termasuk sanak saudara dan tetangga rumah korban.

Penyidik kepolisian  menyita sejumlah barang bukti dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).

Barang bukti tersebut menjadi petunjuk untuk mengungkap identitas para pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang.

“Belum (diketahui identitas pelaku), masih dikumpulkan,” kata Argo

Kombes Argo mengatakan penyidik masih bekerja dan mengumpulkan, serta mengavaluasi barang bukti yang didapat dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi menerapkan proses penyidikan induktif dan deduktif untuk mengungkap pembunuhan satu keluarga tersebut.

Pihak kepolisian belum dapat memastikan jumlah pelaku pembunuhan itu karena belum ada petunjuk yang mengarah langsung kepada pelaku.

Sebagaimana berita sebelumnya, satu keluarga yang terdiri dari satu pasangan suami istri  dan dua anaknya ditemukan meninggal dunia akibat pembunuhan.

Sekeluarga yang diduga menjadi korban pembunuhan tersebut adalah:

1. DIPERUM NAINGGOLAN 38 th (Kepala keluarga)
2.MAYA BORU AMBARITA 37 th (Istri)
3.SARAH BORU NAINGGOLAN 9 th (anak)
4.ARYA NAINGGOLAN 7 th. (anak)

Para korban ditemukan tergeletak di rumahnya Jalan Bojong Nangka RT 2 RW 7 Pondok Melati Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (13/11) pagi.

Continue Reading

terbaru

Keamanan7 jam ago

Polda Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta jadi Polda Type A

Jakarta, Kabarnas – Tipologi Polda Daerah Istimewa Yogyakarta dan Polda Banten dinaikkan dari tipe B menjadi tipe A. Peningkatan tipologi...

Internasional8 jam ago

Presiden Jokowi hadiri pertemuan APEC

Jakarta, Kabarnas – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC)...

Ekonomi8 jam ago

Presiden Jokowi tegaskan pentingnya bersikap inklusif dalam era ekonomi digital

Jakarta, Kabarna- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pentingnya bersikap inklusif dalam era ekonomi digital saat pertemuan dengan Asia-Pacific Economic Cooperation...

Berita8 jam ago

Tingkat Pengangguran Terbuka Terendah Selama Pemerintahan Jokowi-JK

Jakarta, Kabarnas –  Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengemukakan, tingkat pengangguran tahun 2018 ini merupakan angka terendah selama dalam pemerintahan Jokowi-JK...

peristiwa8 jam ago

Sejak Dinihari tadi sudah 12 kali Gempa dirasakan warga di Mamasa

Mamasa,  Kabarnas – Gempa bumi 2.9 SR guncang Lombok Utara, Sulbar,   pada 18 Nov 2018, 07:40:43 WIB Hasil analisis Badan...

peristiwa8 jam ago

Gempa bumi 5.0 SR guncang MANDAILING NATAL, SUMUT

Panyabungan,  Kabarnas – Gempa bumi 5.0 SR guncang MANDAILING NATAL, SUMUT,   pada 17 Nov 2018, 17:41:49 WIB Hasil analisis Badan...

Berita1 hari ago

MENHAN : Kejahatan Merajalela Kalau Orang Baik Diam

Kabarnas, Semarang – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menilai kejahatan akan merajalela di negeri bila orang baik diam saja dan tidak...

peristiwa1 hari ago

Gempa bumi 3 SR guncang Lombok Utara, NTB

Tanjung,  Kabarnas – Gempa bumi 3 SR guncang Lombok Utara, NTB,   pada 17 Nov 2018, 05:46:47 WIB Hasil analisis Badan...

peristiwa2 hari ago

Gempa bumi 2.4 SR guncang Mamasa, Sulbar untuk yang ke 15 kalinya hari ini

Mamasa,  Kabarnas – Gempa bumi 2.4 SR guncang Mamasa, Sulbar,   pada 16 Nov 2018, 21:53:34 WIB Hasil analisis Badan Meteorologi,...

Pembangunan2 hari ago

Presiden Jokowi tinjau lokasi pembangunan PLBN Sota, Merauke, Papua

Papua, Kabarnas – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin pos lintas batas negara (PLBN) yang akan segera dibangun di Sota, Merauke,...

Trending