Connect with us

Daerah

Tuntutan JTP-FRENDS Akhirnya Terjawab,Dan Berikut Penjelasannya Mengenai Berita Miring Yang Beredar

Tarutung,Kabarnas -Terjadinya aksi unjuk rasa yang menuntut keadilan akan proses Pilkada di Kabupaten Tapanuli Utara,27 juni yl. yang dinilai diwarnai berbagai kecurangan,akhirnya terjawab.Jumat sore(20/7),sepulangnya Dr.Jonius Taripar Hutabarat,Ssi.Msi.dari Jakarta yang secara bersamasama dengan kuasa hukum Paslon no.urut 2,JTP-FRENDS menyampaikan tuntutannya ke Mahkamah Konstitusi langsung mengadakan temu pers di Tarutung.

Dalam penjelasannya kepada wartawan, DR.JTP.Hutabarat Ssi.Msi.didampingi calon wakil bupati no.urut 2 Frengki Simanjuntak Se.Msi mengatakan bahwa tuntutan pasangan JTP-FRENDS yang berjumlah 20 butir yang diantaranya mengenai SUKET (Surat Keterangan) yang bermasalah serta adanya DPT ganda dalam Pilkada Tapanuli Utara pengaduannya telah diterima Mahkamah Konstitusi(MK) yang rencananya akan dilakukan sidang perdana pada tanggal 26 Juli 2018 yang akan datang.

Dan hasilnya akan diputuskan pada pertengahan bulan Agustus mendatang ,lanjut DR.JTP.Hutabarat Ssi.Msi pada wartawan.

Adanya informasi yang mengatakan terjadinya unjuk rasa dari pihak-pihak JTP-Frends mengenai hasil Pilkada Taput adalah tidak terima JTP-Frends akan kekalahan menurut Jonius tidak benar adanya.

Menurutnya menang atau kalah dalam sebuah pertandingan kita harus siap,tapi kalau kalah karena dicurangi itu kita yang enggak terima ,yang disambut gegap gempita tepuk tangan dari para wartawan yang hadir pada saaat itu.

Sementara itu ,adanya isu miring yang beredar di sosmed tentang penangkapan JTP diBandara Silangit dan isu akan adanya penangkapan pihak Polri terhadap massa yang demo selama ini (DPO) beserta isu Jonius mendaftar jadi anggota Caleg itu semua berita HOAX.

Di akhir pertemuannya dengan wartawan Jonius berpesan kepada massa JTP-Frends agar tidak melakukan aksi unjuk rasa yang bersifat anarkis sebab negara Indonesia adalah Negara Hukum dan kita selaku warganya diminta agar taat akan peraturan yang berlaku . (Tim Kabarnas)

 

Daerah

Jokowi terima gelar Pinisepuh dari Paguyuban Pasundan

Bandung, Kabarnas – Presiden Joko Widodo (Jokowi) terima gelar Pinisepuh dari Paguyuban Pasundan di Gedung Paguyuban Pasundan, Universitas Pasundan, Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/11).

“Sampurasun, Wilujeng enjing, kumaha damang? Didie singkuring lawasta, Kura lebi wargana hadi budi rangginpasasana,” ujar Presiden menyampaikan rasa senang berada di Kota Bandung dalam bahasa Sunda. 

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penganugerahan Pinisepuh di Paguyuban Pasundan.

“Ini penghormatan yang luar biasa bagi saya. Tadi Pak Gubernur menyampaikan bahwa saya sudah ke sini, mungkin yang dimaksudkan ke Bandung, lebih dari 30 kali,” ujar Presiden.

Menurut Kepala Negara, dirinya kalau ke Jawa Barat sudah lebih dari 1.500 kali. “Karena saya tinggal di Bogor, setiap hari keluar masuk dari Bogor ke Jakarta pagi, pagi-pagi nanti tengah malam kembali lagi ke Jawa Barat. Jadi kalau dihitung mungkin lebih dari 1.500 kali, pulang pergi- pulang pergi,” tambah Presiden kepada wartawan.

Atas penganugerahan ini, saya merasa seperti di rumah sendiri. “Apresiasi, penghargaan yang tinggi karena keluarga Pasundan yang ramah kepada saya selama di Bandung, diterima dengan sangat-sangat terbuka. Di Jawa Barat juga sama, sangat ramah, sangat terbuka,” ujar Jokowi.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara dengan kerendahan hati memohon masukan-masukan, input-input kepada semua terutama dalam membangun provinsi Jawa Barat.

Airport Kertajati, jalan Tol Bocimi yang masih dalam proses, insyaallah minggu depan separuhnya sudah kita resmikan karena itu sangat penting. Saya sewaktu Gubernur pernah merasakan sendiri dari Jakarta ke Sukabumi itu memakan waktu 7 jam,ucap Presiden menjelaskan pentingnya Bandara dan jalan tol.

Dengan penduduk hampir 50 juta jiwa tentu Jawa Barat membutuhkan perhatian khusus.

Saya tadi sudah bisik-bisik dengan Pak Gubernur, kedepannya kita pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, bersama-sama membangun provinsi ini,” jelas Jokowi.

Kepala Negara menyampaikan bahwa Indonesia negara besar dengan penduduk sekarang berjumlah 263 juta, 514 Kab/kota, 34 provinsi, dan 17 ribuan pulau, telah mampu dipersatukan Ir. Juanda, selaku anak bangsa. Ini adalah sebuah prestasi yang patut diberikan apresiasi.

“Sehingga kalau kita lihat, hampir di seluruh provinsi, di seluruh kota jalan besar ada yang namanya jalan Ir Juanda. Di mana-mana termasuk di Jawa Timur nama airportnya  Insinyur Juanda. Ini sebuah penghargaan yang tinggi kepada beliau,” jelas Presiden.

Indonesia negara yang luas untuk itu perlu menjaga persatuan dan kesatuan menjelang pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres) tahun 2019 serta tidak melakukan ujaran kebencian, himbau Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam acara tersebut Agum Gumelar, Ginandjar Kartasasmita, Tjetje Hidayat, Haji Yusuf, Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus, serta Menteri Kabinet Kerja diantaranya Seskab Pramono Anung, KSP Moeldoko, Menperin Airlangga Hartarto, Mensos Agus Gumiwang K, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, beserta Wakil Bupati maupun Wakil Wali Kota yang hadir.

Continue Reading

Daerah

Presiden Jokowi bagikan 3.000 sertifikat tanah kepada warga Kabupaten Tegal

Tegal, kabarnas – Presiden  Joko Widodo (Jokowi) membagikan 3.000 sertifikat tanah kepada warga Kabupaten Tegal.

Setiap kali saya datang ke desa, kampung,  kabupaten, kota, provinsi baik di Jawa, di Sumatra, di Kalimantan, di Sulawesi, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, di Papua, yang sering kudengar adalah masalah sengketa tanah.

“Bapak-Ibu punya tanah tapi enggak ada sertifikat, begitu sengketa, masuk pengadilan, bisa kalah. Tapi kalau sudah yang namanya pegang sertifikat tanda bukti hak hukum atas tanah, enak banget. Dan saya kira kalau kita sudah pegang begini, sudah tidak ada yang berani,” tutur Presiden.

Banyak yang nangis-nangis ke saya sengketa lahan tapi saya tidak bisa apa-apa. Apalagi sudah masuk pengadilan, tidak bisa yang namanya Presiden itu intervensi, enggak bisa,” ujar Presiden Jokowi.

“Sengketa lahan antara tetangga dengan tetangga, antara saudara, masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan perusahaan, masyarakat dengan BUMN, dan rakyat sering kalah,” kata Presiden Jokowi saat menyerahkan 3.000 sertifikat tanah untuk warga Tegal dan sekitarnya, di GOR Tri Sanja, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11) pagi.

Di negara kita ini  masih ada kurang lebih 80 juta bidang tanah yang belum bersertifikat. Artinya, banyak sekali sengketa. Oleh karena itu, saya telah memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN),untuk segera diselesaikan dan harus keluar sertifikatnya, ujar Jokowi.

“Alhamdulillah, akhir tahun selesai lima juta sertifikat. Tahun ini target saya tujuh juta sertifikat harus keluar dari kantor BPN. Tahun depan targetnya sembilan juta sertifikat harus keluar,” ungkap Presiden Jokowi.

Jokowi mengatakan dengan memiliki sertifikat tanah itu sama artinya warga sudah mengantongi tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki.

“Kalau ada sertifikat kan enak, sudah jelas karena ini adalah tanda bukti hukum,” katanya.

Presiden berpesan, kalau sudah dapat sertifikat agar diberi plastik sehingga kalau genteng rumahnya bocor, kehujanan tidak rusak. Tolong sertifikat yang sudah dipegang warga agar difotokopi, jika yang asli hilang masih punya fotokopinya, bisa mengurus ke kantor BPN lagi.

Jika sertifikat tanah digunakan untuk keperluan positif seperti modal usaha, investasi, modal kerja dan lain-lain

Sebelum pinjam ke bank, tolong untuk dikalkulasi serta dihitung terlebih dahulu. Hitung dengan benar kemampuan untuk mengangsur cicilannya,” pesan Jokowi

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, Bupati Tegal, Umi Azizah.

 

Continue Reading

Daerah

Ingat !!!! Ijin Keramaian Konser Judika Dilapangan Adam Malik Masih Belum Keluar

Pematangsiantar, Kabarnas – Harus kembali diingat ijin keramaian gelaran konser Judika yang akan dilaksanakan pada Sabtu (10/11/2018) di Lapangan Adam Malik Kelurahan Simarito Kecamatan Siantar Barat masih belum juga keluar.

Pagelaran konser Judika yang lagi-lagi dilaksanakan pada Lapangan Adam Malik untuk kedua kalinya kembali menjadi perhatian, karena penyelenggarannya diduga masih belum melengkapi ijin yang seharusnya sudah dimiliki.

Namun sudah mulainya pagelaran konser tersebut pada malam hari pahlawan 10 November 2018 mengundang tanya besar karena hingga acara pagelaran akan dimulai pihak penyelenggara belum mengantongi ijin keramaian konser tersebut.

Apalagi acara tersebut besok sudah dilaksanakan sementara ijin keramaian dari kepolisian Polisi Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) yang melalui rekomendasi dari kepolisian Polres Pematangsiantar belum diraih sama sekali.

Hal tersebut dibenarkan Kasat Intel Polres Pematangsiantar AKP Sucipto Samosir ketika dikonfirmasi oleh Reporter melalui via pesan singkat bahwa surat ijin keramaian masih dalam kepengurusan.

” Sedang dalam pengurusan ke Polda Sumut, sama2 kita tunggu saja ya ” ucap Kasat Intel kepada Reporter pada Jumat (09/11/2018) sekitar pukul 16.38 wib. (AH/Red)

Continue Reading

terbaru

Keamanan8 jam ago

Polda Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta jadi Polda Type A

Jakarta, Kabarnas – Tipologi Polda Daerah Istimewa Yogyakarta dan Polda Banten dinaikkan dari tipe B menjadi tipe A. Peningkatan tipologi...

Internasional8 jam ago

Presiden Jokowi hadiri pertemuan APEC

Jakarta, Kabarnas – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC)...

Ekonomi8 jam ago

Presiden Jokowi tegaskan pentingnya bersikap inklusif dalam era ekonomi digital

Jakarta, Kabarna- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pentingnya bersikap inklusif dalam era ekonomi digital saat pertemuan dengan Asia-Pacific Economic Cooperation...

Berita8 jam ago

Tingkat Pengangguran Terbuka Terendah Selama Pemerintahan Jokowi-JK

Jakarta, Kabarnas –  Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengemukakan, tingkat pengangguran tahun 2018 ini merupakan angka terendah selama dalam pemerintahan Jokowi-JK...

peristiwa8 jam ago

Sejak Dinihari tadi sudah 12 kali Gempa dirasakan warga di Mamasa

Mamasa,  Kabarnas – Gempa bumi 2.9 SR guncang Lombok Utara, Sulbar,   pada 18 Nov 2018, 07:40:43 WIB Hasil analisis Badan...

peristiwa8 jam ago

Gempa bumi 5.0 SR guncang MANDAILING NATAL, SUMUT

Panyabungan,  Kabarnas – Gempa bumi 5.0 SR guncang MANDAILING NATAL, SUMUT,   pada 17 Nov 2018, 17:41:49 WIB Hasil analisis Badan...

Berita1 hari ago

MENHAN : Kejahatan Merajalela Kalau Orang Baik Diam

Kabarnas, Semarang – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menilai kejahatan akan merajalela di negeri bila orang baik diam saja dan tidak...

peristiwa1 hari ago

Gempa bumi 3 SR guncang Lombok Utara, NTB

Tanjung,  Kabarnas – Gempa bumi 3 SR guncang Lombok Utara, NTB,   pada 17 Nov 2018, 05:46:47 WIB Hasil analisis Badan...

peristiwa2 hari ago

Gempa bumi 2.4 SR guncang Mamasa, Sulbar untuk yang ke 15 kalinya hari ini

Mamasa,  Kabarnas – Gempa bumi 2.4 SR guncang Mamasa, Sulbar,   pada 16 Nov 2018, 21:53:34 WIB Hasil analisis Badan Meteorologi,...

Pembangunan2 hari ago

Presiden Jokowi tinjau lokasi pembangunan PLBN Sota, Merauke, Papua

Papua, Kabarnas – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin pos lintas batas negara (PLBN) yang akan segera dibangun di Sota, Merauke,...

Trending