Connect with us

Daerah

Tangisan Pilu sang Anak saat Ayah & Ibunya Dimakamkan, Pasangan Suami Istri yang Tewas di Batam!

Kabarnas, Simalungun – Jhonson Sitorus dan Lisda Purba telah dimakamkan di Kampung halamannya, Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (30/4/2018).

Pasangan suami istri ini ditemukan tewas tergeletak oleh petugas kepolisian di pinggir Jalan Letjend Suprapto, tepatnya di tanjakan Bukit Daeng, Tambesi, Batam, Jumat (27/4/2018) lalu sekitar pukul 06.00 Wib pagi.

Jhonson Sitorus dan Lisda Purba meninggalkan 3 orang anak. Di antaranya dua perempuan dan satu laki-laki.

Putri sulung bernama Endang Nadya Rismawati Sitorus, masih kelas 6 SD.

Putri kedua, Alwina Ester Sitorus, masih kelas 4 SD. Sedangkan si bungsu, bernama Rikardo Juaris Saputra Sitorus, masih TK.

Facebook.com

Meninggalnya  dan acara proses pemakaman pasangan suami istri ini turut diunggah di media sosial.

“Slamat Jalan Tulang jhonson Sitorus dan Nantulang br Purba,
Tenanglah bersama Bapa di Surga,
Kita doakan semoga anak-anak dari kedua alm,
Menjadi anak yg kuat,dan tegar,,,” tulis Seventh Boy Lumban Tobing. 

“Ikon piral ma hape parlao mon tu surgo hasonangan kak lisda,ditelepon homa au dang huripu i terakhir,sude hubayangkon,sonari borat ma ditaon anakta dohot boru tai,tapi ahu percaya pemeliharaan Tuhan yang sempur buat ketiga anakmu.” Demikan postingan Wamni Purba. 

Pasangan suami istri ini dimakamkan dalam satu liang lahat.

Saat pemakaman dilakukan, Isak tangis Endang (11), anak sulung pasangan ini memecah, hingga membuat haru tangis para pelayat.

“Selamat jalan pak, selamat jalan mak, tenanglah di surga ya, kami sayang bapak dan mamak,” ucap Endang dengan tangisan.

“Doakan aku ya mak, sebentar lagi aku ujian,” katanya lagi.

Foto Einheart Sinaga.

Facebook/Einheart Sinaga

“Mari kita Doakan Anak-anak yang kita sayangi ini supaya mereka kuat menghadapi cobaan yang sangat berat ini,” tulis Sahat Marulitua Sibagariang.

“Jujur..setelah melihat raut wajah mereka aku meneteskan air mata.kk yakin sayang..kalian bertiga adalah anak anak yg kuat…tangguh… Ingat sayang…Tuhan tak pernah menguji kita diluar batas kemampuan kita sayang..semoga kalian kelak menjadi anak anak yg berguna supaya alm.ortu kalian senang di sorga,” komentar Boru Gian..

Foto Sahat Marulitua Sibagariang.

Facebook/ahat Marulitua Sibagariang.

Para pelayat pun ikut menangis haru mendengar ucapan selamat jalan dari sang putri.

Sambil memegang foto di tangannya, tiga anak dari pasangan suami istri ini berdiri sambil melihat terakhir kalinya jasad kedua orangtuanya, Jhonson Sitorus dan Lisda Purba.

Sementara, ibu tua tampak isak tangis di samping kedua jenazah. Ia terbata-bata berbicara.

Foto Einheart Sinaga.

Facebook/ahat Marulitua Sibagariang.

“Sakit kali ini anakku, sedih kali, oh Tuhan,” teriak ibu yang sudah tua tersebut, hingga menambah suasana haru di rumah duka.

Ibu yang sudah tampak lelah dan tua tersebut, ternyata ibunya Jhonson Sitorus.

Sebelum diberangkatkan ke pemakaman, ketiga anak yang ditinggalkan itu pun menyanyikan lagu perpisahan pada kedua orang tuanya.

Foto Sahat Marulitua Sibagariang.

Facebook/ahat Marulitua Sibagariang.

***

Dalam pemberitaan Tribun-Medan.com sebelumnya, Pasangan suami istri ditemukan petugas kepolisian tergeletak di pinggir Jalan Letjend Suprapto Batam, tanjakan Bukit Daeng, Tambesi, Batam, Jumat (27/4/2018) sekitar pukul 06.00 Wib pagi.

Sepeda motor Yamaha Vixion milik korban juga ditemukan dalam keadaan rusak.

Tidak hanya itu, kue-kue jualan korban juga berserakan di jalan.

Informasi yang diperoleh Tribun dari tetangga korban menyebutkan, keduanya bernama Jhonson Sitorus dan Lisda Purba, warga Perumahan Buana Impian 2 Barelang, Sagulung.

Kedua korban sempat dibawa ke rumah sakit Chamantha Sahidiya Mukakuning sebelum akhirnya di bawa ke RSUD Embung Fatimah di Batuaji.

Melansir Tribunbatam.id pasangan suami istri ini hendak mengantar kue jualannya ke sebuah kantin di Muka Kuning, Batam.

Jhonson Sitorus dan istrinya Lisda Purba
Jhonson Sitorus dan istrinya Lisda Purba (Facebook/Maruba Hutapea)

Abner, seorang warga Buana Impian mengatakan, keduanya setiap hari pergi ke kawasan Industri Batamindo untuk mengantar kue ke sebuah kantin.

“Mereka ini biasanya sudah berangkat sejak pukul 05.30 WIB pagi,” kata Abner.

“Mereka antar kue menggunakan motor saja,” katanya saat melayat di RSUD Embung Fatimah, Jumat siang.

Dia menduga, saat kejadian banyak orang yang lewat melihatnya, tapi tidak ada yang menolong.

“Tadi pagi, kebetulan ada polisi lewat makanya ditolong. Awalnya dibawa ke Rumah Sakit Camatha Sahidya Panbil, namun sampai di rumah sakit keduanya sudah meninggal, lalu dibawa ke RSUD EF,”kata Abner.

Saat ini puluhan warga perumahan Buana Impian II Barelang datang melihat jenazahnya di RSUD Embung Fatimah.

Jenazah Jhonson Sitorus dan Lisda Purba
Jenazah Jhonson Sitorus dan Lisda Purba di rumah duka. (Facebook/Maruba Hutapea)

Lisda Purba ternyata juga sebagai karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, sedangkan suaminya, Jhonson Sitorus sebagai tokoh Gereja di HKBP Batam.

Hal itu dikatakan Direktur RSUD Embung Fatimah Ani Dewiyana, kalau korban Lisda Purba adalah karyawan RSUD. “Korban di bagian gizi. Apa penyebab pasti korban meningal saya belum tau juga” ujar Ani.

Hingga kini, penyabab kematian pasangan suami istri yang merupakan warga Perumuhan Buana Impian Tambesi itu masih misterius. Polisi masih melakukan penyelidikan.

Namun, pihak keluarga yang datang di kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah melihat banyak kejanggalan.

“Apakah korban kecelakaan lalu lintas kami belum bisa pastikan karena tidak ada keterangan pasti dari pihak kepolisian. Dari hasil visum juga tak ditemukan luka serius ditubuh korban kalau korban kecelakaan lakalantas,” ujar Minder Sinaga pihak dari perwakilan keluarga kepada awak media.

Apalagi, dari hasil visum petugas kamar jenazah tidak ditemukan luka yang serius di tubuh kedua korban yang menunjukan korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Salain itu, kejanggalan lainnya dompet yang berisikan identitas kedua korban juga tak ditemukan sampai saat ini.

“Kami sudah cek dirumah korban tak ada ditemukan KTP korban. Untuk barang berharga apa saja yang mereka bawa kami belum tau,” ujarnya lagi.

Jhonson Sitorus
Jhonson Sitorus dan Lisda Purba semasih hidupnya. (Facebook/Maruba Hutapea)

Untuk itu keluarga korban meminta agar pihak kepolisian bisa mengusut tuntas apa penyebab kematian kedua pasangan suami istri yang meninggalkan tiga orang anak tersebut. “Kami masih menunggu saudara kandung korban untuk menanyakan penyebab pastinya ke polisi,” ujarnya lagi.

Melansir Batamtoday.com, Dokter forensik RSUD Embung Fatimah Agung Hadi Purnomo mengatakan, memang dari hasil visum sementara tidak ditemukan luka yang fatal pada tubuh kedua korban kerena kecelakaan lalulintas itu.

“Hasil visum kedua korban hanya luka ringan saja. Tidak ada luka parah yang mematikan. Kalau yang cewek luka lecet dan memar di pingannya. Kalau yang suaminya kaki kananya patah. Untuk hasil pastinya harus di otopsi,” ujar Agung.

Jhonson Sitorus

Informasi yang dihimpun Tribun-Medan.com dari akun facebook Lely Juli Elisa Sinaga yang turut mengunggah jenazah Jhonson Sitorus dan Lisda Purba, bahwa jenazah akan dibawa Sabtu (28/4/2018) ke Kampung halamannya pihak laki-laki ke Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Sedangkan istrinya, Lisda Purba berasal dari Sidikalang, Kabupaten Dairi.

“Orang baik memang akan selalu dikenang…
Serasa belum percaya atas kepergian mereka…
Yang melayat pun sangat banyak silih berganti berdatangan…
Selamat jalan amang J. Sitorus
Selamat jalan eda br Purba
Diberkati Tuhan lah anak2 yang klian tinggalkan…
Semoga anak2 kuat dan tabah
Semoga anak2 dan keluarga yg ditinggalkan cepat mendapat penghiburan… Amin.”  Demikian postingan Lely Juli Elisa Sinaga Jumat (27/4/2018) malam, yang sudah dibagikan seribuan kali oleh netizen.

Disebutkan, pasangan suami istri ini meninggalkan 3 orang anak yang masih kecil-kecil.

Anak paling besar selama ini tinggal di rumah Ompungnya (Kakek/Nenek) di Kampung.

“Sungguh sempurna Engkau Tuhan
Engaku memberkati kedua orang tua ini sehidup dan semati…
Selamat jalan amang sintua J. sitorus dan Ibu br Purba… 
Tinggallah 3 orang anaknya…
Tuhan…berikan kekuatan dan penghiburan buat anak2nya dan keluarga…
Selamat jalan amang,selamat jalan eda…
Surga tempatmu yang Indah di sana…”  Tulis Lely Juli Elisa Sinaga  lagi.

Sumber: TribunnewsMedan.com

Daerah

Kapolda Sumut bersama pejabat utama, Ibu Bhayangkari dan Polwan dari sejumlah polres menggelar nobar film dokumenter Polwan Carstensz

Medan – Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw bersama pejabat utama, Ibu Bhayangkari dan Polwan dari sejumlah polres menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Polwan Carstensz di Cinema XXI Ringroad City Walks Jalan Gagak Hitam, Selasa (14/8) pagi. Kegiatan nonton bareng bersama Polwan dan Bhayangkari tersebut dalam rangka memeriahkan hari Ulang Tahun Polwan ke 70 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke 66.

Orang nomor satu di Polda Sumut tersebut pun memuji keberhasilan 24 polwan hasil seleksi dari seluruh polda di Indonesia yang dapat menaklukkan Gunung Cartensz di puncak Jaya Wijaya dengan ketinggian 4.884 mdpl.

Mereka adalah polisi-polisi wanita yg memiliki kemampuan yang sama juga untuk melakukan hal seperti itu. Yang penuh tantangan, penuh resiko bahkan maut mengancam,  tapi mereka juga bisa. Ini memberikan dorongan motivatif bagi yang lain,” ujar Paulus, saat ditemui usai menggelar nobar.

Kemudian, kata Irjen Paulus, dalam film tersebut banyak makna yang terlintas bahwa untuk mencapai puncak itu tidak bisa berjalan sendiri. Harus bergandeng tangan satu dengan yang lain, siapa pun dia.

“Tadi kan sama-sama kita lihat, ada yang melatih, ada yang menjadi tutor, ada yang menjadi penuntun, ada yang menjadi dokter, ada yang memberikan tambahan oksigen  ada juga yang khusus memompa semangatnya. Dalam kehidupan kita memang seperti itu,” ucap Irjen Paulus.

Dalam rangka menyambut HUT Polwan yang jatuh pada 1 september mendatang, Irjen Paulus yang mengaku sesaat lagi akan pindah tugas, namun dia tetap memberikan apresiasi yang besar kepada polwan-polwan di seluruh Indonesia dan di Sumatera Utara yang luar biasa.

“Sekarang kita tinggal dorong pimpinan untuk memberikan semangat tanpa lelah. Kemudian berharap polwan-polwan kita dapat membuat inovasi-inovasi baru dan bisa berprestasi,” pesan Irjen Paulus.

Sebelum nonton bareng digelar, Paulus sempat memberikan sambutan dihadapan para tamu undangan yang hadir. Paulus mengaku tau wilayah Cartensz dan dia pernah menjadi kapolres di bawah gunung tersebut. Dia bilang, posisi gunung itu memiliki tinggi 4.884 meter, sudah seimbang dengan pasir teling PT Freeport.

“Dibalik adanya aktivitas mendaki gunung, film ini secara langsung menyebut kalau kita punya tempat yang bagus. Ini momen yang sangat baik, karena pada 17 Agustus tahun lalu mereka dapat menancapkan bendera Indonesia di puncak Cartensz. Ini menjadi kebanggaaan kepada kita,” tukas Irjen Paulus.

Mantan Kapolda Papua tersebut mengatakan, dari film tersebut kita dapat mengambil hikmah yakni bagaimana membuat tim, mengatur manajemen dan yang paling penting memberikan pelajaran kepada kita bahwa manusia tidak ada apa-apanya saat kita berada di ketinggian.

“Kita adalah makhluk yang kecil tidak ada apa-apanya. Jadi saat bertugas, berbuat baiklah kepada yang lain. Adek-adek polwan yang akan ulang tahun 1 September nanti, saya mohon pamit kembali ke markas besar. Saya berharap polwan di Polda Sumut dapat berprestasi,” pungkas Irjen Paulus.

Sebelumnya, dua puluh empat Polisi Wanita (Polwan) tangguh melaksanakan ekspedisi ke puncak gunung Cartenz, Papua, dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-72 dan Memperingati Hari Ulang Tahun Polwan Ke-69.

Puncak gunung atau yang sering disebut “Piramida Cartenz” ini merupakan gunung tertinggi di Indonesia dan satu-satunya gunung yang berada di Indonesia yang diselimuti salju abadi yang memiliki ketinggian 4.884m, akan dilalui oleh 24 polwan tangguh.

Para Polwan tersebut terbang menuju Papua pada tanggal 30-31 Juli 2017, untuk berdaptasi terlebih dahulu dan untuk penyesuaian suhu. Setelah itu, 24 polwan ini akan memulai perjalan menuju puncak Gunung Cartensz.

Berikut daftar nama 24 Polwan tangguh yang melakukan ekspedisi di pegunungan Carstenz tersebut:

  1. AKBP Siwi Erma Andriani, S.I.K ;
  2. IPDA Heny Guastiana;
  3. Ipda Priskila Kaom Sangek;
  4. Bripda Fajar Astuti;
  5. Bripda Sari Nastiti;
  6. Bripda Dea Marcheliana;
  7. Bripda Intan Widya Ningsih;
  8. Bripda Alisia Dwi Kartini;
  9. Bripda Indri Anastasya;
  10. Bripda Dwi Surya Wulandari;
  11. Bripda Berti Kurniawati;
  12. Bripda Nidia Ariani;
  13. Bripda Amelia K Lumuwu;
  14. Bripda Retno Ayu Wedowati;
  15. Bripda Tika Astria;
  16. Bripda Virnayanti;
  17. Bripda Ayu Agiswi;
  18. Bripda Jessica Zhivaneska;
  19. Bripda Muthia Octavida;
  20. Bripda Ica Ayu Nuraini;
  21. Bripda Adisti Mahesa;
  22. Bripda Mince Yessy Ebe;
  23. Bripda Phemiralna;
  24. Bripda Gusti Elvira                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          sumber:Tribratanews.sumut.polri.go.id
Continue Reading

Daerah

Warga Silou Kahean kecewa berat dengan kinerja Ketua DPRD Simalungun, Drs Johalim Purba

P. Siantar – Dinilai gagal memperjuangkan perbaikan jalan Silou Dunia _ Parapat Huluan Kecamatan Silou Kahean Warga Silou Kahean Kecewa Berat dengan kinerja Ketua DPRD Simalungun Drs Johalim Purba. Demikian dikatakan beberapa Pangulu Nagori Silou Kahean yaitu Sukiran Pangulu Bah Sarimah, Adrian Masrudi Saragih Pangulu Nagori Silou Dunia, Jokerman Sipayung Pangulu Nagori Pardomuan Tongah dan Jul Fikar Purba Pangulu Nagori Pardomuan Bandar kepada wartawan Senin 13 Agustus 2018 di Pematangsiantar.
Kepada wartawan keempat Pangulu Nagori tersebut mengungkapkan sebagai wakil masyarakat di Nagorinya masing-masing mereka merasakan dan sering mendengar ungkapan kekecewaan masyarakat terhadap ketua DPRD Simalungun Drs Johalim Purba yang merupakan putra Nagori Damakitang Kecamatan Silou Kahean.
Adrian Masrudi Saragih Pangulu Nagori Silou Dunia mengatakan sudah hampir selesdai masa jabatan anggota DPRD Simalungun periode 2014 – 2019 jalan Silou Dunia – Parapat Huluan tak juga tuntas. Harus diakui pada beberapa titik ruas jalan tersebut Pemkab Simalungun sudah melakukan perbaikan akan tetapi belum seluruhnya tuntas sehingga menghambat kelancaran transportasi.
Dikatakan Adrian Saragih masyarakatnya banyak berkomentar untuk apalah gunanya ketua DPRD Simalungun warga Silou Kahean tetapi tidak bisa memperjuangkan anggaran untuk menuntaskan perbaikan jalan, kalau hanya begini sajanya hasil pembangunan tak usah adapun anggota DPRD dari Silou Kahean tak mengapa ujar Adrian.
Senada dengan Adrian Sukiran Pangulu Nagori Bah Sarimah mengatakan selama ini warga Silou Kahean berharap jika Ketua DPRD putra Silou Kahean setidaknya lebih diperhatikan kenyataanya jalan Silou Kahean justru lebih buruk daripada di Kecamatan lain ujarnya dengan nada kesal.
Seharusnya jika Drs Johalim Purba mau kerja keras dan lebih serius lagi memperjuangkan anggaran perbaikan jalan ke Silou kahean mestinya perbaikan jalan bisa tuntas,masakkan Ketua DPRD tak mampu memperjuangkan anggaran perbaikan jalan ke Silou Kahean ujarnya bertanya.
Sementara itu Jokerman Sipayung Pangulu Nagori Pardomuan Tongah mengungkapkan rasa kecewa masyarakat terhadap kinerja Ketua DPRD Simalungun Drs Johalim Purba. Warga sudah sangat menderita dengan kondisi jalan Silou Kahean apakah Ketua DPRD Simalungun tidak merasakannya ujarnya bertanya.

Sementara itu Jul Fikar Purba Pangulu Nagori Pardomuan Bandar mengungkapkan bahwa wajar saja warga Silou Kahean kecewa dengan kinerja ketua DPRD Simalungun dalam hal mengatasi jalan rusak di Silou Kahean, hanya saja setidaknya harus diakui bahwa selama empat tahun ini beberapa titik ruas jalan sudah ditangani Pemkab Simalungun misalnya Silou Dunia – Damakitang,  begitu juga jalan Damakitang menuju Negeri Dolog pada beberapa titik juga sudah ditangani.
Keempat Pangulu Nagori tersebut mengungkapkan bahwa Kekecewaan warga kepada Drs Johalim Purba juga semakin menggema ketika tahun ini warga mendapat info bahwa anggaran perbaikan jalan di Silou Kahean sebesar Rp 3 M justru dialokasikan ke Ruas jalan menuju Tinggi Raja yang cukup di pelosok padahal warga sangat berharap jalan protokol Parapat Huluan – Silou Dunia yang diprioritaskan.

Drs Johalim Purba ketika dikonfirmasi seputar kekecewaan warga Silou Kahean terhadap dirinya di kediamannya Selasa (14/8/2018) mengatakan,  dirinya dapat menerima kekecewaan yang dirasakan warga Silou Kahean.
Kalau warga Silou Kahean kecewa dan menilai kinerja saya sebagai ketua DPRD gagal memperjuangkan perbaikan Jalan di Silou Kahean, dapat saya terima dan melalui kesempatan ini saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Silou Kahean, ujarnya.

Drs Johalim Purba menambahkan,  sesunggunya ada beban moral yang berat berada dalam pundaknya mengingat besarnya harapan warga Silou Kahean kepada dirinya  sebagai putra Silou Kahean yang juga sebagai ketua DPRD Simalungun.  Warga mengharapkan agar saya dapat sepenuhnya mewujudkan itu, namun  kenyataanya tidak sepenuhnya harapan tersebut  terwujud.

Soal anggaran jalan Rp 3 M yang sesuai harapan masyarakat dapat dialokasikan ke poros utama Silou Dunia Parapat Huluan kenyataannya dialokasikan ke Tinggi Raja – Dolog Morawa dirinya juga merasa kecewa. Catat itu bukan hanya masyarakat yang kecewa anggaran tersebut dibuat ke Dolog Morawa saya juga sebagai Ketua DPRD Kecewa dengan kebijakan tersebut ujar Johalim.
Dijelaskan Johalim Purba mengatakan mestinya tahun ini perbaikan jalan Silou Dunia – Parapat Huluan dapat tuntas karena sesuai perencanaan anggaran perbaikan jalan ini menggunakan dana Pinjaman dari PT SMI. Pemkab Simalungun sudah mengajukan pinjaman ke PT SMI sebesar Rp 360 M dimana rencananya Rp 80 M dialokasikan menuntaskan perbaikan jalan Silou Dunia – Parapat Huluan.
Kenyataan yang terjadi PT SMI tidak menyetujui sepenuhnya pinjaman tersebut karena satu dan dua hal PT SMI memotong pinjaman yang diajaukan Pemkab Simalungun. Hanya setengah yang disetujui yakni sebesar Rp.180 M, itulah penyebab utama Perbaikan jalan Silou Kahean tidak dapat tuntas tahun ini ujar Johalim Purba.
Sekali lagi Drs Johalim Purba menyampaikan permohonan maaf kepada warga Silou Kahean yang merasa tidak puas dengan kinerjanya sebagai Ketua DPRD, sesungguhnya saya sudah berusaha sesuai daya yang Saya miliki tapi itupun belum dapat memuaskan harapan masyarakat sekali lagi Saya mohon maaf ujar Johalim Purba.

Continue Reading

Daerah

Jokowi: Pembangunan Pasar, sekolah dan rumah warga yang rusak segera dilaksanakan

Pemenang – Usai meninjau bangunan RSUD Tanjung dan Pasar Tanjung yang mengalami kerusakan, Presiden Jokowi dan rombongan menyambangi posko pengungsian di halaman Polsek Pemenang, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejumlah lokasi pengungsian bagi korban terdampak gempa di Lombok Utara dihampiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada hari kedua kunjungannya Selasa (14/8) pagi.

Di lokasi tersebut, menurut data yang didapat, sebanyak 3.662 pengungsi sudah mendapatkan bantuan sementara menunggu perbaikan tempat tinggal yang akan dibantu pemerintah pusat.

Sejumlah pengungsi menyampaikan keluhannya, diantaranya mengenai aktivitas belajar mengajar anak-anak mereka yang terhenti akibat bencana gempa ini. Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan jajaran terkait untuk mulai membangun kembali sekolah-sekolah yang roboh usai dilanda gempa .

“Nanti sekolahnya akan segera dibangun oleh Pak Menteri PU (Pekerjaan Umum), tapi memang butuh waktu karena sekolahnya roboh. Kita berdoa bersama kepada Allah agar cobaan ini segera bisa kita selesaikan,” ujar Presiden.

Selain itu, pemerintah mulai minggu depan juga akan membangun kembali pasar-pasar yang turut roboh setelah gempa. Pembangunan pasar tersebut diharapkan dapat menggerakkan kembali perekonomian warga setempat.

Terkait tempat tinggal warga Lombok Utara yang mengalami kerusakan,  pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp.50 juta untuk rumah yang rusak berat, sedangkan untuk yang rusak sedang mendapat bantuan sebesar Rp.25 juta.

“Nanti dikerjakan bersama-sama, diawasi dari provinsi oleh Pak Gubernur dan dibimbing oleh Pak Menteri PU supaya yang dibangun nanti rumah yang tahan gempa” ujar Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam kesempatan itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BNPB Willem Rampangilei, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi

Continue Reading

terbaru

Olahraga4 jam ago

Sekitar 350 atlet dari 15 negara peserta Asian Games XVIII  tiba di Kota Palembang

Palembang – Sekitar 350 atlet dari 15 negara peserta Asian Games XVIII  sudah tiba di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Berdasarkan...

Politik4 jam ago

Pengamat : Isu identitas agama dalam Pemilu Presiden 2019 sangat membahayakan.

Medan – Pengamat sosial politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Ansari Yamamah berharap masyarakat dan politikus tidak lagi...

Wisata5 jam ago

Walhi berharap Geopark Kaldera Toba harus bisa masuk dalam UNESCO Global Geopark

Medan, 15/8 (Antara) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Sumatera Utara berharap Geopark Kaldera Toba harus bisa masuk dalam UNESCO...

Wisata5 jam ago

KKP sosialisasikan daya dukung dan zonasi KJA di Danau Toba

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyosialisasikan hasil kajian daya dukung dan penetapan zonasi untuk budi daya ikan dalam...

Berita5 jam ago

Pelatih Real Madrid yakin Gareth Bale mampu menggantikan

Taillinn, Spanyol – Pelatih Real Madrid Julen Lopetegui memuji Gareth Bale dan meyakini penyerang Welsh itu mampu mengisi kekosongan yang...

Olahraga5 jam ago

Timnas Suriah berhasil tekuk timnas Uni Emirat Arab 1-0 pada laga Grup C Asian Games.

Bandung – Tim nasional Suriah berhasil mengalahkan Uni Emirat Arab 1-0 pada laga lanjutan Grup C Asian Games 2018, yang...

Daerah13 jam ago

Kapolda Sumut bersama pejabat utama, Ibu Bhayangkari dan Polwan dari sejumlah polres menggelar nobar film dokumenter Polwan Carstensz

Medan – Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw bersama pejabat utama, Ibu Bhayangkari dan Polwan dari sejumlah polres menggelar...

Hukum14 jam ago

Satserse Narkoba Polrestabes Medan amankan IRT pembawa sabu 1 Kg

Medan  – Tim Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan amankan Seorang ibu rumah tangga  Nalias Betti  (NB), 32 tahun, diringkus personil...

Berita14 jam ago

Pramono Anung, lantik 66 pejabat baru di lingkungan Sekretariat Kabinet

Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, lantik 66 pejabat baru di lingkungan Sekretariat Kabinet Para pejabat baru yang dilantik...

Nasional14 jam ago

Kepada Pramuka, Jokowi menitipkan bangsa ini untuk dibawa ke masa kejayaan

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Gerakan Pramuka harus merevitalisasi dirinya agar terus dapat membentuk manusia-manusia Pancasila yang tangguh,...

Trending