Connect with us

Daerah

Tangisan Pilu sang Anak saat Ayah & Ibunya Dimakamkan, Pasangan Suami Istri yang Tewas di Batam!

Kabarnas, Simalungun – Jhonson Sitorus dan Lisda Purba telah dimakamkan di Kampung halamannya, Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (30/4/2018).

Pasangan suami istri ini ditemukan tewas tergeletak oleh petugas kepolisian di pinggir Jalan Letjend Suprapto, tepatnya di tanjakan Bukit Daeng, Tambesi, Batam, Jumat (27/4/2018) lalu sekitar pukul 06.00 Wib pagi.

Jhonson Sitorus dan Lisda Purba meninggalkan 3 orang anak. Di antaranya dua perempuan dan satu laki-laki.

Putri sulung bernama Endang Nadya Rismawati Sitorus, masih kelas 6 SD.

Putri kedua, Alwina Ester Sitorus, masih kelas 4 SD. Sedangkan si bungsu, bernama Rikardo Juaris Saputra Sitorus, masih TK.

Facebook.com

Meninggalnya  dan acara proses pemakaman pasangan suami istri ini turut diunggah di media sosial.

“Slamat Jalan Tulang jhonson Sitorus dan Nantulang br Purba,
Tenanglah bersama Bapa di Surga,
Kita doakan semoga anak-anak dari kedua alm,
Menjadi anak yg kuat,dan tegar,,,” tulis Seventh Boy Lumban Tobing. 

“Ikon piral ma hape parlao mon tu surgo hasonangan kak lisda,ditelepon homa au dang huripu i terakhir,sude hubayangkon,sonari borat ma ditaon anakta dohot boru tai,tapi ahu percaya pemeliharaan Tuhan yang sempur buat ketiga anakmu.” Demikan postingan Wamni Purba. 

Pasangan suami istri ini dimakamkan dalam satu liang lahat.

Saat pemakaman dilakukan, Isak tangis Endang (11), anak sulung pasangan ini memecah, hingga membuat haru tangis para pelayat.

“Selamat jalan pak, selamat jalan mak, tenanglah di surga ya, kami sayang bapak dan mamak,” ucap Endang dengan tangisan.

“Doakan aku ya mak, sebentar lagi aku ujian,” katanya lagi.

Foto Einheart Sinaga.

Facebook/Einheart Sinaga

“Mari kita Doakan Anak-anak yang kita sayangi ini supaya mereka kuat menghadapi cobaan yang sangat berat ini,” tulis Sahat Marulitua Sibagariang.

“Jujur..setelah melihat raut wajah mereka aku meneteskan air mata.kk yakin sayang..kalian bertiga adalah anak anak yg kuat…tangguh… Ingat sayang…Tuhan tak pernah menguji kita diluar batas kemampuan kita sayang..semoga kalian kelak menjadi anak anak yg berguna supaya alm.ortu kalian senang di sorga,” komentar Boru Gian..

Foto Sahat Marulitua Sibagariang.

Facebook/ahat Marulitua Sibagariang.

Para pelayat pun ikut menangis haru mendengar ucapan selamat jalan dari sang putri.

Sambil memegang foto di tangannya, tiga anak dari pasangan suami istri ini berdiri sambil melihat terakhir kalinya jasad kedua orangtuanya, Jhonson Sitorus dan Lisda Purba.

Sementara, ibu tua tampak isak tangis di samping kedua jenazah. Ia terbata-bata berbicara.

Foto Einheart Sinaga.

Facebook/ahat Marulitua Sibagariang.

“Sakit kali ini anakku, sedih kali, oh Tuhan,” teriak ibu yang sudah tua tersebut, hingga menambah suasana haru di rumah duka.

Ibu yang sudah tampak lelah dan tua tersebut, ternyata ibunya Jhonson Sitorus.

Sebelum diberangkatkan ke pemakaman, ketiga anak yang ditinggalkan itu pun menyanyikan lagu perpisahan pada kedua orang tuanya.

Foto Sahat Marulitua Sibagariang.

Facebook/ahat Marulitua Sibagariang.

***

Dalam pemberitaan Tribun-Medan.com sebelumnya, Pasangan suami istri ditemukan petugas kepolisian tergeletak di pinggir Jalan Letjend Suprapto Batam, tanjakan Bukit Daeng, Tambesi, Batam, Jumat (27/4/2018) sekitar pukul 06.00 Wib pagi.

Sepeda motor Yamaha Vixion milik korban juga ditemukan dalam keadaan rusak.

Tidak hanya itu, kue-kue jualan korban juga berserakan di jalan.

Informasi yang diperoleh Tribun dari tetangga korban menyebutkan, keduanya bernama Jhonson Sitorus dan Lisda Purba, warga Perumahan Buana Impian 2 Barelang, Sagulung.

Kedua korban sempat dibawa ke rumah sakit Chamantha Sahidiya Mukakuning sebelum akhirnya di bawa ke RSUD Embung Fatimah di Batuaji.

Melansir Tribunbatam.id pasangan suami istri ini hendak mengantar kue jualannya ke sebuah kantin di Muka Kuning, Batam.

Jhonson Sitorus dan istrinya Lisda Purba
Jhonson Sitorus dan istrinya Lisda Purba (Facebook/Maruba Hutapea)

Abner, seorang warga Buana Impian mengatakan, keduanya setiap hari pergi ke kawasan Industri Batamindo untuk mengantar kue ke sebuah kantin.

“Mereka ini biasanya sudah berangkat sejak pukul 05.30 WIB pagi,” kata Abner.

“Mereka antar kue menggunakan motor saja,” katanya saat melayat di RSUD Embung Fatimah, Jumat siang.

Dia menduga, saat kejadian banyak orang yang lewat melihatnya, tapi tidak ada yang menolong.

“Tadi pagi, kebetulan ada polisi lewat makanya ditolong. Awalnya dibawa ke Rumah Sakit Camatha Sahidya Panbil, namun sampai di rumah sakit keduanya sudah meninggal, lalu dibawa ke RSUD EF,”kata Abner.

Saat ini puluhan warga perumahan Buana Impian II Barelang datang melihat jenazahnya di RSUD Embung Fatimah.

Jenazah Jhonson Sitorus dan Lisda Purba
Jenazah Jhonson Sitorus dan Lisda Purba di rumah duka. (Facebook/Maruba Hutapea)

Lisda Purba ternyata juga sebagai karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, sedangkan suaminya, Jhonson Sitorus sebagai tokoh Gereja di HKBP Batam.

Hal itu dikatakan Direktur RSUD Embung Fatimah Ani Dewiyana, kalau korban Lisda Purba adalah karyawan RSUD. “Korban di bagian gizi. Apa penyebab pasti korban meningal saya belum tau juga” ujar Ani.

Hingga kini, penyabab kematian pasangan suami istri yang merupakan warga Perumuhan Buana Impian Tambesi itu masih misterius. Polisi masih melakukan penyelidikan.

Namun, pihak keluarga yang datang di kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah melihat banyak kejanggalan.

“Apakah korban kecelakaan lalu lintas kami belum bisa pastikan karena tidak ada keterangan pasti dari pihak kepolisian. Dari hasil visum juga tak ditemukan luka serius ditubuh korban kalau korban kecelakaan lakalantas,” ujar Minder Sinaga pihak dari perwakilan keluarga kepada awak media.

Apalagi, dari hasil visum petugas kamar jenazah tidak ditemukan luka yang serius di tubuh kedua korban yang menunjukan korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Salain itu, kejanggalan lainnya dompet yang berisikan identitas kedua korban juga tak ditemukan sampai saat ini.

“Kami sudah cek dirumah korban tak ada ditemukan KTP korban. Untuk barang berharga apa saja yang mereka bawa kami belum tau,” ujarnya lagi.

Jhonson Sitorus
Jhonson Sitorus dan Lisda Purba semasih hidupnya. (Facebook/Maruba Hutapea)

Untuk itu keluarga korban meminta agar pihak kepolisian bisa mengusut tuntas apa penyebab kematian kedua pasangan suami istri yang meninggalkan tiga orang anak tersebut. “Kami masih menunggu saudara kandung korban untuk menanyakan penyebab pastinya ke polisi,” ujarnya lagi.

Melansir Batamtoday.com, Dokter forensik RSUD Embung Fatimah Agung Hadi Purnomo mengatakan, memang dari hasil visum sementara tidak ditemukan luka yang fatal pada tubuh kedua korban kerena kecelakaan lalulintas itu.

“Hasil visum kedua korban hanya luka ringan saja. Tidak ada luka parah yang mematikan. Kalau yang cewek luka lecet dan memar di pingannya. Kalau yang suaminya kaki kananya patah. Untuk hasil pastinya harus di otopsi,” ujar Agung.

Jhonson Sitorus

Informasi yang dihimpun Tribun-Medan.com dari akun facebook Lely Juli Elisa Sinaga yang turut mengunggah jenazah Jhonson Sitorus dan Lisda Purba, bahwa jenazah akan dibawa Sabtu (28/4/2018) ke Kampung halamannya pihak laki-laki ke Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Sedangkan istrinya, Lisda Purba berasal dari Sidikalang, Kabupaten Dairi.

“Orang baik memang akan selalu dikenang…
Serasa belum percaya atas kepergian mereka…
Yang melayat pun sangat banyak silih berganti berdatangan…
Selamat jalan amang J. Sitorus
Selamat jalan eda br Purba
Diberkati Tuhan lah anak2 yang klian tinggalkan…
Semoga anak2 kuat dan tabah
Semoga anak2 dan keluarga yg ditinggalkan cepat mendapat penghiburan… Amin.”  Demikian postingan Lely Juli Elisa Sinaga Jumat (27/4/2018) malam, yang sudah dibagikan seribuan kali oleh netizen.

Disebutkan, pasangan suami istri ini meninggalkan 3 orang anak yang masih kecil-kecil.

Anak paling besar selama ini tinggal di rumah Ompungnya (Kakek/Nenek) di Kampung.

“Sungguh sempurna Engkau Tuhan
Engaku memberkati kedua orang tua ini sehidup dan semati…
Selamat jalan amang sintua J. sitorus dan Ibu br Purba… 
Tinggallah 3 orang anaknya…
Tuhan…berikan kekuatan dan penghiburan buat anak2nya dan keluarga…
Selamat jalan amang,selamat jalan eda…
Surga tempatmu yang Indah di sana…”  Tulis Lely Juli Elisa Sinaga  lagi.

Sumber: TribunnewsMedan.com

Daerah

Presiden Jokowi salurkan bantuan untuk korban banjir bandang di Mandailing Natal.

Medan, Kabarnas – Presiden Joko Widodo memberikan bantuan kepada warga korban banjir bandang di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandaling Natal, Muhammad Yasir ketika dihubungi dari Medan, Kamis (18/10), mengatakan sebanyak 1.700 paket bantuan dari Presiden Jokowi telah diterima oleh Pemkab Mandailing Natal.

Bantuan dari Presiden Jokowi diserahkan dari Sekretariat Negara (Sekneg), untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan, ujarnya.

Selama ini, proses penyaluran bantuan bagi para korban bencana banjir bandang berlangsung tertib, aman, lancar, dan tidak ada mengalami kendala.

Seluruh bantuan yang diterima di posko dapat disalurkan dengan baik kepada para korban banjir dan pengungsi.

Saat penyaluran bantuan, Pemkab Mandailing Natal, BPBD dan juga oleh instansi terkait lainnya mengawasi secara ketat, sehingga benar-benar terkoordinasi dengan baik.

Posko banjir ditempatkan di dua lokasi, yakni di Desa Muara Saladi dan Hutagodang, keduanya Kecamatan Ulu Pungkut.

Di dua tempat itu terdapat posko TNI, posko Brimob, posko kesehatan, posko BPBD, posko penerimaan logistik, dan juga dapur umum.

Bantuan yang didistribusikan berupa beras, air mineral, makanan cepat saji, perlengkapan bayi, selimut, pakaian, sarung, matras, genset dan juga obat-obatan.

Musibah banjir yang terjadi pada Jumat, 12 Oktober 2018 lalu itu telah mengakibatkan pelajar SD Negeri 235 Muara Saladi, 12 orang meninggal dan 17 pelajar lainnya berhasil diselamatkan.

Korban selamat ditemukan di bawah runtuhan bangunan dan sebagian lagi terseret banjir bandang. Dari 17 pelajar yang selamat, tujuh diantaranya masih dirawat di puskesmas setempat.

Banjir bandang juga mengakibatkan 12 rumah warga hanyut dan rusak total, sembilan rumah lainnya rusak berat, serta tiga fasilitas umum berupa poliklinik desa, gedung SD Negeri 235, dan gedung PKK juga rusak total.

Continue Reading

Daerah

Saat bagikan beasiswa Presiden ingatkan masyarakat untuk siaga bencana

Pototano, Kabarnas –  Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat untuk siaga dan waspada bencana karena posisi Indonesia yang berada di garis cincin api.

“Perlu saya sampaikan bahwa negara kita ini negara besar, kita memiliki 514 kabupaten kota, 34 provinsi dan kita berada pada posisi ring of fire,” kata Presiden Joko Widodo saat penyerahan beasiswa kepada mahasiswa terdampak bencana di kawasan Bandara Internasional Lombok, Kamis (18/10).

Ini berdasarkan pengalaman masa lalu, seperti gempa dan tsunami Aceh, gempa di Padang, gempa di Jogja, kemudian di NTB dan terakhir di Palu dan Donggala,Sulawesi Tengah,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman masa lalu terkait posisinya yang berada di garis cincin api. “Kita memang berada di dalam garis cincin api, lingkaran garis cincin api yang harus kita terima, tetapi yang paling penting menurut saya, jangan sampai kewaspadaan kita, kesiapan kita itu tidak ada,” katanya. Ia juga meminta para menteri agar menegakkan ketentuan tata ruang dan melihat daerah yang berada pada titik-titik cincin api itu.

“Kalau tempatnya memang berada pada garis dan sudah ditandai lokasi-lokasi yang merah-merah ini maka segera harus dilakukan sesuatu,” katanya. Yang pertama, rakyat harus dilatih dan tanggap terhadap adanya bencana. Kalau terjadi gempa masyarakat harus melakukan apa, larinya ke mana, berlindungnya di mana, caranya seperti apa. Kedua, kalau sudah dipastikan di situ merupakan lokasi merah, Presiden meminta supaya bisa dipindah, ujar Presiden

Sebelumnya Presiden Jokowi meninjau pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). RISHA merupakan salah satu teknologi pembangunan rumah tahan gempa yang ditawarkan kepada masyarakat Lombok yang ingin kembali membangun rumahnya setelah ambruk diguncang gempa.

RISHA didesain untuk mampu menahan guncangan gempa besar dan mampu dibangun dengan cepat. Hal ini merupakan karakteristik pembangunan rumah yang dibutuhkan masyarakat Lombok saat ini.

“Ini salah satu rumah yang telah dibangun (struktur konstruksi). Tadi saya tanya ke pemilik baru empat hari dibangun. Artinya memang cepat sekali,” kata Presiden Jokowi saat melakukan peninjauan di lokasi pembangunan RISHA di Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat.

Presiden juga sempat bertanya kepada seorang pemilik rumah mengenai alasannya memilih RISHA sebagai solusi pembangunan kembali huniannya yang ambruk pascabencana gempa. Pemilik menuturkan bahwa dirinya ingin agar pembangunan rumahnya dapat selesai dengan cepat untuk langsung dihuni kembali.

Pemerintah memberikan pilihan kepada masyarakat Lombok yang ingin kembali membangun tempat tinggalnya. Diantaranya menggunakan RISHA atau membangun rumah konvensional dengan kayu atau bahan-bahan lainnya.

“Tapi rakyat diberikan pilihan-pilihan. Silakan memilih yang RISHA, atau yang konvensional pakai kayu. Plilihan itu silakan rakyat yang menentukan,” ujarnya. Presiden mengingatkan, pilihan apapun yang nantinya diambil, agar tetap membangun dengan konstruksi yang tahan goncangan gempa.

“Bangunannya harus tahan gempa. Bukan membangun rumah semaunya, enggak bisa lagi,” ujar Jokowi.

Kepala Negara berharap agar masyarakat Lombok dapat segera kembali membangun dan menghuni tempat tinggalnya. Apalagi pemerintah baru saja melakukan penyederhanaan prosedur pencairan dana bantuan pemerintah sehingga masyarakat dapat lebih muda melakukan pencairan dana bantuan pembangunan kembali rumah mereka.

“Sekarang ini yang sudah pegang tabungan itu sudah bisa mencairkan dengan hanya 1 prosedur,” tutur Kepala Negara.

Continue Reading

Daerah

Tiba di Lombok, Presiden Jokowi serahkan sebanyak 2.081 buku tabungan

Sumbawa, Kabarnas -Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan rombongan tiba di Bandar Udara (bandara) Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Kabupaten Lombok Tengah pada pukul 10.30 WITA, disambut langsung oleh Gubernur NTB , Zulkieflimansyah

Sebelumnya Presiden Jokowi beserta rombongan bertolak menuju Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (18/10) pagi.

Setibanya di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (18/10) pagi Presiden langsung memimpin rapat bersama jajarannya.

dalam rapat tersebut tampak hadir antara lain, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Walikota Mataram Ahyar Abduh, dan Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri

“Tadi Pak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur menyampaikan sudah mulai cair ada 5.000. Nanti akan tambah lagi,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai memimpin rapat.

Jokowi dan rombongan kemudian melanjutkan perjalanan, setibanya dihalaman kantor Bupati Lombok, Presiden Jokowi menyerahkan langsung 2.081 bantuan bagi masyarakat warga Sumbawa Barat untuk kembali membangun rumahnya yang hancur diguncang gempa bumi akhir Juli lalu. Bantuan pemerintah itu diberikan dalam bentuk buku tabungan yang kini akan semakin mudah untuk dicairkan.

“Tadi yang dilaporkan oleh Pak Kepala BNPB hari ini diberikan 2.081 (buku tabungan). Sekarang tinggal mencairkan,” kata Presiden Jokowi di halaman Kantor Bupati Sumbawa Barat, Kecamatan Taliwang, Kamis (18/10) siang.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi, mengaku belum seluruh warga yang rumahnya terdampak gempa bumi dapat menerima bantuan tersebut. Namun Presiden meyakinkan, bahwa pemerintah akan terus mengupayakan agar bantuan akan diterima masyarakat dengan cepat.

“Kalau yang belum menerima, tadi Pak Kepala BNPB sudah menyampaikan, minggu depan akan diusahakan tahapan yang kedua,” kata Presiden.

Mengenai pencairan dana tersebut, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa proses pemindahbukuan dana bantuan bagi masyarakat terdampak gempa dapat dengan mudah dilakukan.

“Tadi saya sudah cek apa benar ini sudah gampang dicairkan? Saya ikuti tadi di sana saya lihat. Ada yang nulis-nulis kemudian masuk ke mobil BRI di dalam, langsung cair uangnya,” kata Presiden.

Kepada warga terdampak bencana, Presiden menjelaskan bahwa sejumlah prosedur memang tetap harus diikuti oleh para penerima bantuan dana pemerintah. Sebab, bantuan dana pemerintah itu tetap harus dipertanggungjawabkan karena menyangkut uang negara.

Presiden juga menyampaikan, untuk mempermudah masyarakat untuk mencairkan dana bantuan oleh karena prosedur yang berbelit, minggu lalu pemerintah memutuskan memang 17 prosedur yang harus dilalui menjadi hanya 1 prosedur sehingga memudahkan masyarakat dalam pencairan.

Presiden Jokowi, menegaskan dalam proses rehabilitasi di Nusa Tenggara Barat ini, pemerintah tidak hanya mengupayakan pembangunan kembali rumah para warga yang ambruk atau mengalami kerusakan, tapi juga harus membangun kembali sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan.

“Akibat gempa beberapa waktu lalu, bukan hanya rumah warga yang rusak. Ada 830 sekolah yang ambruk, 334 rumah ibadah  juga ambruk. Ada 61 Rumah sakit dan puskesmas dsn 12 pasar yang ambruk. Jadi banyak yang harus kita kerjakan dan saya berharap kita semua mengerti yang kita hadapi ini persoalan,” ujar Presiden Jokowi.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo yaitu Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala BNPB Willem Rampangilei, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Bupati Sumbawa Barat Musyafirin, dan Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin serta staff Khusus Presiden Adita Irawa.

Continue Reading

terbaru

Berita4 jam ago

BNNP dan Polda Sumut berkomitmen tindak tegas pengedar Narkoba

Medan, Kabarnas – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provisi Sumatera Utara dan Polda Sumut terus melakukan tindakan tegas bagi pengedar narkoba...

Berita4 jam ago

Ribuan Kepala Desa se Indonesia elu-elukan Jokowi

Badung, Kabarnas –   Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadiri Pembukaan Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna ke-XX di Kawasan Garuda...

Daerah5 jam ago

Presiden Jokowi salurkan bantuan untuk korban banjir bandang di Mandailing Natal.

Medan, Kabarnas – Presiden Joko Widodo memberikan bantuan kepada warga korban banjir bandang di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut,...

Pendidikan5 jam ago

Presiden Jokowi serahkan bentuan beasisiwa kepada 5.144 mahasiswa korban dampak bencana Gempa

Lombok Timur, Kabarnas – Presiden Joko Widodo serahkan beasiswa untuk mahasiswa terdampak bencana di NTB kawasan Bandara Internasional Lombok, Kamis (18/10),...

Daerah5 jam ago

Saat bagikan beasiswa Presiden ingatkan masyarakat untuk siaga bencana

Pototano, Kabarnas –  Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat untuk siaga dan waspada bencana karena posisi Indonesia yang berada di garis...

Daerah6 jam ago

Tiba di Lombok, Presiden Jokowi serahkan sebanyak 2.081 buku tabungan

Sumbawa, Kabarnas -Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan rombongan tiba di Bandar Udara (bandara) Internasional...

peristiwa6 jam ago

Gempa bumi 5 SR guncang Sibolga, Sumut

Sibolga, Kabarnas – Gempa bumi 5 SR guncang Sibolga, Sumut,  sekitar pukul  19 Okt 2018, 05:12:15 WIB Hasil analisis Badan...

peristiwa6 jam ago

Gempa bumi 3.4 SR guncang Ambalau, Buru Selatan, Maluku

Ambalau, Kabarnas – Gempa bumi 3.4 SR guncang Ambalau, Buru Selatan,  sekitar pukul  19 Okt 2018, 03:10:16 WIB Hasil analisis...

peristiwa19 jam ago

Gempa bumi 5.3 SR guncang Aceh Barat

Banda Aceh, Kabarnas – Gempa bumi 5.3 SR guncang Aceh Barat, sekitar pukul  18 Okt 2018, 11:29:04 WIB Hasil analisis...

Berita2 hari ago

Mohon Perlindungan Hukum : DR.med dr Polentyno Girsang Sp.B KBD Fina Cs FICS Surati Ketua PN P.Siantar

Pematangsiantar, Kabarnas – Guna memohon perlindungan Hukum dan keadilan DR med dr Polentyno Girsang SpB KBD Fina Cs FICS menyurati...

Trending