Connect with us

Daerah

Legenda Simamora Naoto (Ditabunihon Sira tu Aek)

Pada zaman dahulu SIMAMORA terkenal sebagai pedagang garam. Ia sering bepergian untuk waktu yang lama meninggalkan keluarganya untuk berdagang garam. Garam – garam ini diambilnya pesisir barat Sumatera untuk dijualnya ke beberapa pasar yang dilaluinya seperti Pahae, Sipirok, Silindung, Doloksanggul dan jika dagangan masih tersisa, ia akan menjualnya di Bakkara di pinggir Danau Toba. Bakul tempat garamnya diletakkan di atas kuda beban yang menjadi tunggangannya.

Simamora adalah orang yang ramah, dan jujur dalam berdagang. Banyak dari orang – orang yang bertemu dengan dia merasa senang berdagang kepadanya. Oleh karena itu, Simamora punya banyak langganan dan kenalan.

Berdagang garam tidaklah selalu mudah. Hujan menjadi masalah yang paling utama. Ketika hujan turun, kuda – kuda akan menjadi bebal dan tidak mau melanjutkan perjalanan. Dan bakul tempat garam pun tidaklah cukup bagus. Bakul itu terbuat dari anyaman daun kelapa sehingga kurang aman dari air. Kalau sudah begini, Simamora biasanya harus menginap di rumah – rumah warga di kampung yang dilaluinya.

Suatu hari, Simamora bertemu dengan dua orang yang sama – sama berdagang garam. Seiring berjalan waktu, ia semakin kompak dengan keduanya dan sering pergi berjualan bersama. Simamora sendiri merasa beruntung mempunyai teman berdagang, selain dia punya teman untuk diajak bicara selama perjalanan, ia juga merasa terbantu untuk hal lain. Terkadang jika musim hujan tiba, sungai – sungai meluap. Untuk menyebrangi sungai, mereka harus menarik kuda beban karena kuda tidak mau menyebrangi sungai. Terkadang kuda ini sangat bebal sehingga harus ditarik oleh dua orang atau lebih.

Sepanjang perjalanan, Simamora mendapat pelanggan lebih banyak dari kedua rekannya, karena Simamora dianggap orangnya lebih jujur dan jualannya juga tidak terlalu mahal. Hal ini mengundang kecemburuan bagi kedua rekannya. Sering keduanya menggerutu karena tidak mendapat pelanggan. Terkadang mereka harus menunggu sampai dagangan simamora habis, baru mereka kebagian pelanggan.

Kekesalan ini semakin memuncak sampai suatu ketika mereka merencanakan untuk memberi Simamora pelajaran.

Pada suatu sore, Simamora bersama kedua rekannya terpaksa menginap di warung kopi di satu desa sebelum masuk pasar Doloksanggul karena hujan sedang turun. Warung itu kosong pada malam hari. Pemiliknya tinggal di kampung lain, agak jauh dari tempat itu. Setelah bakul garam diturunkan dari punggung kuda, mereka menambatkan kuda-kudanya di dekat rerumputan sekitar warung. Mereka bercengkrama sambil melinting tongkol jagung yang dijadikan rokok.

Kedua rekannya yang sudah lama mencari kesempatan untuk mencelakai Simamora merasa kalau inilah waktunya untuk memberinya pelajaran. Mereka berencana untuk mencuri kuda dan garam – garam Simamora selagi dia tidur. Dengan demikian, ia tidak bisa berjualan garam lagi. Berkuranglah saingan.

Malamnya, kedua rekannya itu menyarankan agar sebaiknya mereka bergantian jaga. Dua orang tidur sedangkan seorang lagi jaga. Demikian lah bergantian hingga pagi tiba.

“Apa perlu begini ? Toh, selama ini juga tidak pernah terjadi apa-apa” kata Simamora.

“Itu tidak menjamin kalau disini aman selamanya.” Jawab mereka.

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita menyembunyikan garam masing-masing.” Usul Simamora.

“Dimanapun kau menyembunyikannya, garammu pasti bisa ditemukan di warung yang sekecil ini.”

“Tidak mungkin bisa ditemukan.” Jamin Simamora.

“Aku tidak yakin. Bagaimana kalau aku bisa menemukan garammu?” Tanya seorang.

“Garamku menjadi milik kalian.”

“Kalau tidak ?” Tanya seorang lagi.

“Garam kalian menjadi milikku.”

“Baik.” Ketiganya pun sepakat. “Sembunyikanlah garammu.” Kata mereka.

Lalu simamora pergi membawa garamnya. Tidak sampai dua menit ia sudah kembali. Kedua rekannya lalu menyalaminya tanda perjanjian sah.

“Bagaimana kalau kuda kita pertaruhkan juga?” Usul mereka berdua karena merasa yakin garam tersebut tidak jauh disembunyikan mengingat waktu yang diambil Simamora tidak lama.

“Boleh juga” tantang Simamora

“Baiklah” sambut mereka.

Malam itu Simamora tidur dengan lelapnya. Seperti tidak ada yang sedang dipikirkannya. Berbeda dengan kedua rekannya yang tidak sabar menunggu pagi tiba. Mereka yakin sekali garam itu disembunyikan di dapur. Mereka ingin sekali langsung mencari garam tersebut dan membawa kuda Simamora pergi. Tapi mereka harus berlaku adil sesuai perjanjian.

Pagi – pagi benar mereka sudah bangun. Ingin rasanya cepat – cepat menemukan garam tersebut. Akan tetapi untuk menunjukkan kalau mereka berlaku adil, mereka menunggu hingga Simamora bangun. Setelah simamora bangun, ketiganya melinting rokok. Lalu masing – masing menikmatinya tanpa ada yang berselera memulai bicara. Rokok semakin pendek dan setelah api rokok menyentuh jari, keduanya mengingatkan simamora tentang kesepakatan mereka.

“Silahkan cari.” Kata simamora singkat.

“Sebaiknya kita naikkan dulu beban kuda kita.” Kata seorang

“Bagus juga.” Balas yang seorang lagi. “Kuda yang ketiga tinggal dimuat lalu dituntun.”

“Aku khawatir kalian tidak kembali lagi karena malu.” Simamora tersenyum simpul.

Keduanya tidak menjawab. Mereka langsung bergegas. Mereka memulainya dengan menyisir dapur, sekitar rumah, hingga kebun. Dapur penuh dengan barang – barang yang ditumpuk begitu saja. Ternyata tidak ada. Di kebun, sekitar sumur hingga sekitar kampung juga tidak ada. Mereka kembali ke dapur membongkar barang-barang yang ditumpuk. Tetapi tetap tidak ketemu.

“Dua menit. Mungkinkah keluar kampung?” Tanya yang satu.

“Kalau berlari, bisa juga…” sahut yang satu sambil menggaruk – garuk kepalanya.

Lalu mereka memeriksa bambu bambu pembatas kampung. Tetapi tetap saja tidak ada. Semak belukar, tumpukan sampah juga tidak lepas dari penggeledahan mereka. Tanpa disadari mereka sudah cukup jauh keluar dari desa.

Setelah menunggu cukup lama, Simamora memeriksa. Tetapi rekannya belum kembali juga. Hanya ada tukang warung yang baru sampai dan sedang menjerangkan air dari sumur. Si Tukang warung merasa heran melihat banyaknya barang yang berantakan di dapur. Sebelum ia sempat menanyakan tentang barang – barang tersebut, Simamora telah pergi membawa kedua kuda dan garam – garam rekannya itu.

Walau kaget dengan kondisi dapur yang berantakan, si pemilik warung tidak langsung memeriksanya. Ia terlebih dahulu menjerangkan air karena pagi – pagi biasanya banyak pengunjung yang ingin minum kopi. Tukang warung memeriksa dapur yang diobrak – abrik entah oleh siapa. Dan entah untuk apa. Ia tidak melihat adanya barang – barang yang hilang. Untuk memastikan perasaannya, ia menghitung seluruh jumlah karung padi di lumbung, kemudian alat – alat pertanian, tidak ada yang hilang. Sambil mengira – ngira apa yang telah terjadi, ia merapikan barangnya.

Air telah mendidih dan dia segera melayani langganannya. Tanpa menceritakan kejadian di dapurnya. Tak lama kedua pedagang yang kalah taruhan telah kembali. Mereka mendapati kalau Simamora sudah pergi bersama kuda – kuda dan keempat bakul garam yang telah dimenangkannya.

Saat itu di warung sedang ada desas desus antara pengunjung. Keduanya yang tidak tahu apa yang sedang terjadi tidak terlalu memperdulikannya.

“Kopi dua !” pesan mereka.

Tak lama berselang seseorang diantara pengunjung angkat bicara.

“Koq kopinya asin?” katanya

Kedua pedagang yang mendengar hal itu saling berpandangan. Seperti akan mengatakan sesuatu. Buru – buru keduanya mencicipi kopi mereka.

“Benar ! Kopinya asin !”

“Sungguh, disini tidak ada tempat garam.” Kata yang punya warung. “Gelas dan sendok sudah saya cuci. Mana mungkin bisa asin?”

“Jangan – jangan…” gumam seorang pedagang itu.

“Jangan – jangan simamora menyembunyikan garam di dalam sumur !”

Keduanya langsung melompat dari tempat duduknya dan memeriksa sumur di belakang warung. Galah dijulurkan ke dalam dan dua buah bakul berhasil diangkat dari dalam. Warga di sekitar mengenali bakul tersebut sebagai bakul garam yang biasa dibawa Simamora.

“Lihat !” Kata salah satu pedagang tersebut. “Ini bakul Simamora. Dia benar – benar bodoh, menyembunyikan garam di dalam sumur.”

“Kenapa ?” Tanya seorang dari kerumunan itu.

“Karena dia takut garamnya dicuri orang.” Jawab rekan pedagang itu.

“Bodoh benar (oto ma i)” piker orang – orang di warung itu.

“Memang bodoh” ucap kedua pedagang itu. Mereka melakukannya untuk menyembunyikan kemalangan mereka yang telah kalah taruhan.

Berita tentang garam masuk sumur ini langsung cepat menyebar. Kedua pedagang ini juga menceritakan tentang “simamora yang bodoh” (Simamora na oto) kepada setiap orang yang ditemuinya. Namun tidak pernah menceritakan bahwa Simamora yang membodohi mereka.

SIMAMORA DEBATARAJA

Daerah

Kapolda Sumut bersama pejabat utama, Ibu Bhayangkari dan Polwan dari sejumlah polres menggelar nobar film dokumenter Polwan Carstensz

Medan – Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw bersama pejabat utama, Ibu Bhayangkari dan Polwan dari sejumlah polres menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Polwan Carstensz di Cinema XXI Ringroad City Walks Jalan Gagak Hitam, Selasa (14/8) pagi. Kegiatan nonton bareng bersama Polwan dan Bhayangkari tersebut dalam rangka memeriahkan hari Ulang Tahun Polwan ke 70 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke 66.

Orang nomor satu di Polda Sumut tersebut pun memuji keberhasilan 24 polwan hasil seleksi dari seluruh polda di Indonesia yang dapat menaklukkan Gunung Cartensz di puncak Jaya Wijaya dengan ketinggian 4.884 mdpl.

Mereka adalah polisi-polisi wanita yg memiliki kemampuan yang sama juga untuk melakukan hal seperti itu. Yang penuh tantangan, penuh resiko bahkan maut mengancam,  tapi mereka juga bisa. Ini memberikan dorongan motivatif bagi yang lain,” ujar Paulus, saat ditemui usai menggelar nobar.

Kemudian, kata Irjen Paulus, dalam film tersebut banyak makna yang terlintas bahwa untuk mencapai puncak itu tidak bisa berjalan sendiri. Harus bergandeng tangan satu dengan yang lain, siapa pun dia.

“Tadi kan sama-sama kita lihat, ada yang melatih, ada yang menjadi tutor, ada yang menjadi penuntun, ada yang menjadi dokter, ada yang memberikan tambahan oksigen  ada juga yang khusus memompa semangatnya. Dalam kehidupan kita memang seperti itu,” ucap Irjen Paulus.

Dalam rangka menyambut HUT Polwan yang jatuh pada 1 september mendatang, Irjen Paulus yang mengaku sesaat lagi akan pindah tugas, namun dia tetap memberikan apresiasi yang besar kepada polwan-polwan di seluruh Indonesia dan di Sumatera Utara yang luar biasa.

“Sekarang kita tinggal dorong pimpinan untuk memberikan semangat tanpa lelah. Kemudian berharap polwan-polwan kita dapat membuat inovasi-inovasi baru dan bisa berprestasi,” pesan Irjen Paulus.

Sebelum nonton bareng digelar, Paulus sempat memberikan sambutan dihadapan para tamu undangan yang hadir. Paulus mengaku tau wilayah Cartensz dan dia pernah menjadi kapolres di bawah gunung tersebut. Dia bilang, posisi gunung itu memiliki tinggi 4.884 meter, sudah seimbang dengan pasir teling PT Freeport.

“Dibalik adanya aktivitas mendaki gunung, film ini secara langsung menyebut kalau kita punya tempat yang bagus. Ini momen yang sangat baik, karena pada 17 Agustus tahun lalu mereka dapat menancapkan bendera Indonesia di puncak Cartensz. Ini menjadi kebanggaaan kepada kita,” tukas Irjen Paulus.

Mantan Kapolda Papua tersebut mengatakan, dari film tersebut kita dapat mengambil hikmah yakni bagaimana membuat tim, mengatur manajemen dan yang paling penting memberikan pelajaran kepada kita bahwa manusia tidak ada apa-apanya saat kita berada di ketinggian.

“Kita adalah makhluk yang kecil tidak ada apa-apanya. Jadi saat bertugas, berbuat baiklah kepada yang lain. Adek-adek polwan yang akan ulang tahun 1 September nanti, saya mohon pamit kembali ke markas besar. Saya berharap polwan di Polda Sumut dapat berprestasi,” pungkas Irjen Paulus.

Sebelumnya, dua puluh empat Polisi Wanita (Polwan) tangguh melaksanakan ekspedisi ke puncak gunung Cartenz, Papua, dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-72 dan Memperingati Hari Ulang Tahun Polwan Ke-69.

Puncak gunung atau yang sering disebut “Piramida Cartenz” ini merupakan gunung tertinggi di Indonesia dan satu-satunya gunung yang berada di Indonesia yang diselimuti salju abadi yang memiliki ketinggian 4.884m, akan dilalui oleh 24 polwan tangguh.

Para Polwan tersebut terbang menuju Papua pada tanggal 30-31 Juli 2017, untuk berdaptasi terlebih dahulu dan untuk penyesuaian suhu. Setelah itu, 24 polwan ini akan memulai perjalan menuju puncak Gunung Cartensz.

Berikut daftar nama 24 Polwan tangguh yang melakukan ekspedisi di pegunungan Carstenz tersebut:

  1. AKBP Siwi Erma Andriani, S.I.K ;
  2. IPDA Heny Guastiana;
  3. Ipda Priskila Kaom Sangek;
  4. Bripda Fajar Astuti;
  5. Bripda Sari Nastiti;
  6. Bripda Dea Marcheliana;
  7. Bripda Intan Widya Ningsih;
  8. Bripda Alisia Dwi Kartini;
  9. Bripda Indri Anastasya;
  10. Bripda Dwi Surya Wulandari;
  11. Bripda Berti Kurniawati;
  12. Bripda Nidia Ariani;
  13. Bripda Amelia K Lumuwu;
  14. Bripda Retno Ayu Wedowati;
  15. Bripda Tika Astria;
  16. Bripda Virnayanti;
  17. Bripda Ayu Agiswi;
  18. Bripda Jessica Zhivaneska;
  19. Bripda Muthia Octavida;
  20. Bripda Ica Ayu Nuraini;
  21. Bripda Adisti Mahesa;
  22. Bripda Mince Yessy Ebe;
  23. Bripda Phemiralna;
  24. Bripda Gusti Elvira                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          sumber:Tribratanews.sumut.polri.go.id
Continue Reading

Daerah

Warga Silou Kahean kecewa berat dengan kinerja Ketua DPRD Simalungun, Drs Johalim Purba

P. Siantar – Dinilai gagal memperjuangkan perbaikan jalan Silou Dunia _ Parapat Huluan Kecamatan Silou Kahean Warga Silou Kahean Kecewa Berat dengan kinerja Ketua DPRD Simalungun Drs Johalim Purba. Demikian dikatakan beberapa Pangulu Nagori Silou Kahean yaitu Sukiran Pangulu Bah Sarimah, Adrian Masrudi Saragih Pangulu Nagori Silou Dunia, Jokerman Sipayung Pangulu Nagori Pardomuan Tongah dan Jul Fikar Purba Pangulu Nagori Pardomuan Bandar kepada wartawan Senin 13 Agustus 2018 di Pematangsiantar.
Kepada wartawan keempat Pangulu Nagori tersebut mengungkapkan sebagai wakil masyarakat di Nagorinya masing-masing mereka merasakan dan sering mendengar ungkapan kekecewaan masyarakat terhadap ketua DPRD Simalungun Drs Johalim Purba yang merupakan putra Nagori Damakitang Kecamatan Silou Kahean.
Adrian Masrudi Saragih Pangulu Nagori Silou Dunia mengatakan sudah hampir selesdai masa jabatan anggota DPRD Simalungun periode 2014 – 2019 jalan Silou Dunia – Parapat Huluan tak juga tuntas. Harus diakui pada beberapa titik ruas jalan tersebut Pemkab Simalungun sudah melakukan perbaikan akan tetapi belum seluruhnya tuntas sehingga menghambat kelancaran transportasi.
Dikatakan Adrian Saragih masyarakatnya banyak berkomentar untuk apalah gunanya ketua DPRD Simalungun warga Silou Kahean tetapi tidak bisa memperjuangkan anggaran untuk menuntaskan perbaikan jalan, kalau hanya begini sajanya hasil pembangunan tak usah adapun anggota DPRD dari Silou Kahean tak mengapa ujar Adrian.
Senada dengan Adrian Sukiran Pangulu Nagori Bah Sarimah mengatakan selama ini warga Silou Kahean berharap jika Ketua DPRD putra Silou Kahean setidaknya lebih diperhatikan kenyataanya jalan Silou Kahean justru lebih buruk daripada di Kecamatan lain ujarnya dengan nada kesal.
Seharusnya jika Drs Johalim Purba mau kerja keras dan lebih serius lagi memperjuangkan anggaran perbaikan jalan ke Silou kahean mestinya perbaikan jalan bisa tuntas,masakkan Ketua DPRD tak mampu memperjuangkan anggaran perbaikan jalan ke Silou Kahean ujarnya bertanya.
Sementara itu Jokerman Sipayung Pangulu Nagori Pardomuan Tongah mengungkapkan rasa kecewa masyarakat terhadap kinerja Ketua DPRD Simalungun Drs Johalim Purba. Warga sudah sangat menderita dengan kondisi jalan Silou Kahean apakah Ketua DPRD Simalungun tidak merasakannya ujarnya bertanya.

Sementara itu Jul Fikar Purba Pangulu Nagori Pardomuan Bandar mengungkapkan bahwa wajar saja warga Silou Kahean kecewa dengan kinerja ketua DPRD Simalungun dalam hal mengatasi jalan rusak di Silou Kahean, hanya saja setidaknya harus diakui bahwa selama empat tahun ini beberapa titik ruas jalan sudah ditangani Pemkab Simalungun misalnya Silou Dunia – Damakitang,  begitu juga jalan Damakitang menuju Negeri Dolog pada beberapa titik juga sudah ditangani.
Keempat Pangulu Nagori tersebut mengungkapkan bahwa Kekecewaan warga kepada Drs Johalim Purba juga semakin menggema ketika tahun ini warga mendapat info bahwa anggaran perbaikan jalan di Silou Kahean sebesar Rp 3 M justru dialokasikan ke Ruas jalan menuju Tinggi Raja yang cukup di pelosok padahal warga sangat berharap jalan protokol Parapat Huluan – Silou Dunia yang diprioritaskan.

Drs Johalim Purba ketika dikonfirmasi seputar kekecewaan warga Silou Kahean terhadap dirinya di kediamannya Selasa (14/8/2018) mengatakan,  dirinya dapat menerima kekecewaan yang dirasakan warga Silou Kahean.
Kalau warga Silou Kahean kecewa dan menilai kinerja saya sebagai ketua DPRD gagal memperjuangkan perbaikan Jalan di Silou Kahean, dapat saya terima dan melalui kesempatan ini saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Silou Kahean, ujarnya.

Drs Johalim Purba menambahkan,  sesunggunya ada beban moral yang berat berada dalam pundaknya mengingat besarnya harapan warga Silou Kahean kepada dirinya  sebagai putra Silou Kahean yang juga sebagai ketua DPRD Simalungun.  Warga mengharapkan agar saya dapat sepenuhnya mewujudkan itu, namun  kenyataanya tidak sepenuhnya harapan tersebut  terwujud.

Soal anggaran jalan Rp 3 M yang sesuai harapan masyarakat dapat dialokasikan ke poros utama Silou Dunia Parapat Huluan kenyataannya dialokasikan ke Tinggi Raja – Dolog Morawa dirinya juga merasa kecewa. Catat itu bukan hanya masyarakat yang kecewa anggaran tersebut dibuat ke Dolog Morawa saya juga sebagai Ketua DPRD Kecewa dengan kebijakan tersebut ujar Johalim.
Dijelaskan Johalim Purba mengatakan mestinya tahun ini perbaikan jalan Silou Dunia – Parapat Huluan dapat tuntas karena sesuai perencanaan anggaran perbaikan jalan ini menggunakan dana Pinjaman dari PT SMI. Pemkab Simalungun sudah mengajukan pinjaman ke PT SMI sebesar Rp 360 M dimana rencananya Rp 80 M dialokasikan menuntaskan perbaikan jalan Silou Dunia – Parapat Huluan.
Kenyataan yang terjadi PT SMI tidak menyetujui sepenuhnya pinjaman tersebut karena satu dan dua hal PT SMI memotong pinjaman yang diajaukan Pemkab Simalungun. Hanya setengah yang disetujui yakni sebesar Rp.180 M, itulah penyebab utama Perbaikan jalan Silou Kahean tidak dapat tuntas tahun ini ujar Johalim Purba.
Sekali lagi Drs Johalim Purba menyampaikan permohonan maaf kepada warga Silou Kahean yang merasa tidak puas dengan kinerjanya sebagai Ketua DPRD, sesungguhnya saya sudah berusaha sesuai daya yang Saya miliki tapi itupun belum dapat memuaskan harapan masyarakat sekali lagi Saya mohon maaf ujar Johalim Purba.

Continue Reading

Daerah

Jokowi: Pembangunan Pasar, sekolah dan rumah warga yang rusak segera dilaksanakan

Pemenang – Usai meninjau bangunan RSUD Tanjung dan Pasar Tanjung yang mengalami kerusakan, Presiden Jokowi dan rombongan menyambangi posko pengungsian di halaman Polsek Pemenang, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejumlah lokasi pengungsian bagi korban terdampak gempa di Lombok Utara dihampiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada hari kedua kunjungannya Selasa (14/8) pagi.

Di lokasi tersebut, menurut data yang didapat, sebanyak 3.662 pengungsi sudah mendapatkan bantuan sementara menunggu perbaikan tempat tinggal yang akan dibantu pemerintah pusat.

Sejumlah pengungsi menyampaikan keluhannya, diantaranya mengenai aktivitas belajar mengajar anak-anak mereka yang terhenti akibat bencana gempa ini. Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan jajaran terkait untuk mulai membangun kembali sekolah-sekolah yang roboh usai dilanda gempa .

“Nanti sekolahnya akan segera dibangun oleh Pak Menteri PU (Pekerjaan Umum), tapi memang butuh waktu karena sekolahnya roboh. Kita berdoa bersama kepada Allah agar cobaan ini segera bisa kita selesaikan,” ujar Presiden.

Selain itu, pemerintah mulai minggu depan juga akan membangun kembali pasar-pasar yang turut roboh setelah gempa. Pembangunan pasar tersebut diharapkan dapat menggerakkan kembali perekonomian warga setempat.

Terkait tempat tinggal warga Lombok Utara yang mengalami kerusakan,  pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp.50 juta untuk rumah yang rusak berat, sedangkan untuk yang rusak sedang mendapat bantuan sebesar Rp.25 juta.

“Nanti dikerjakan bersama-sama, diawasi dari provinsi oleh Pak Gubernur dan dibimbing oleh Pak Menteri PU supaya yang dibangun nanti rumah yang tahan gempa” ujar Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam kesempatan itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BNPB Willem Rampangilei, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi

Continue Reading

terbaru

Olahraga4 jam ago

Sekitar 350 atlet dari 15 negara peserta Asian Games XVIII  tiba di Kota Palembang

Palembang – Sekitar 350 atlet dari 15 negara peserta Asian Games XVIII  sudah tiba di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Berdasarkan...

Politik4 jam ago

Pengamat : Isu identitas agama dalam Pemilu Presiden 2019 sangat membahayakan.

Medan – Pengamat sosial politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Ansari Yamamah berharap masyarakat dan politikus tidak lagi...

Wisata5 jam ago

Walhi berharap Geopark Kaldera Toba harus bisa masuk dalam UNESCO Global Geopark

Medan, 15/8 (Antara) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Sumatera Utara berharap Geopark Kaldera Toba harus bisa masuk dalam UNESCO...

Wisata5 jam ago

KKP sosialisasikan daya dukung dan zonasi KJA di Danau Toba

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyosialisasikan hasil kajian daya dukung dan penetapan zonasi untuk budi daya ikan dalam...

Berita5 jam ago

Pelatih Real Madrid yakin Gareth Bale mampu menggantikan

Taillinn, Spanyol – Pelatih Real Madrid Julen Lopetegui memuji Gareth Bale dan meyakini penyerang Welsh itu mampu mengisi kekosongan yang...

Olahraga5 jam ago

Timnas Suriah berhasil tekuk timnas Uni Emirat Arab 1-0 pada laga Grup C Asian Games.

Bandung – Tim nasional Suriah berhasil mengalahkan Uni Emirat Arab 1-0 pada laga lanjutan Grup C Asian Games 2018, yang...

Daerah13 jam ago

Kapolda Sumut bersama pejabat utama, Ibu Bhayangkari dan Polwan dari sejumlah polres menggelar nobar film dokumenter Polwan Carstensz

Medan – Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw bersama pejabat utama, Ibu Bhayangkari dan Polwan dari sejumlah polres menggelar...

Hukum14 jam ago

Satserse Narkoba Polrestabes Medan amankan IRT pembawa sabu 1 Kg

Medan  – Tim Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan amankan Seorang ibu rumah tangga  Nalias Betti  (NB), 32 tahun, diringkus personil...

Berita14 jam ago

Pramono Anung, lantik 66 pejabat baru di lingkungan Sekretariat Kabinet

Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, lantik 66 pejabat baru di lingkungan Sekretariat Kabinet Para pejabat baru yang dilantik...

Nasional14 jam ago

Kepada Pramuka, Jokowi menitipkan bangsa ini untuk dibawa ke masa kejayaan

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Gerakan Pramuka harus merevitalisasi dirinya agar terus dapat membentuk manusia-manusia Pancasila yang tangguh,...

Trending