Connect with us

Budaya

Presiden Jokowi buka Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean Ke V

Sumenep, Kabarnas – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean (FKMA) Ke V di Keraton Sumenep, Madura,  Jawa Timur, Minggu (28/10). Acara tersebut berlangsung hingga 31 oktober 2018.

Acara ini dihadiri sekitar 300 raja, sultan, ratu, permaisuri dan pangeran  keraton se-Nusantara  serta perwakilan dari negara ASEAN seperti Thailand, Singapura, Filipina, dan Malaysia.ini.

Pada kesempatan acara itu warga dapat bertemu dengan para sultan, raja, pangeran, pemangku adat yang merupakan anggota Forum Silaturahim Keraton Nusantara.

Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dengan mengenakan baju adat Jawa  berwarna hitam tiba pukul 15.50 WIB.

“Dengan mengucap Bismillah saya resmi membuka festival keraton dan masyarakat adat kelima di Sumenep,” kata Jokowi.

Dalam sambutannya, sewaktu Pembukaan FKMA Ke 5 di Sumenep, Minggu (28/10), Presiden Jokowi mengatakan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, untuk itu kita harus terus menjaga, merawat, memelihara rasa persatuan, persaudaraan dan kerukunan karena itulah aset terbesar bangsa kita, ujar Jokowi..

“Kita bisa melihat betapa besar perbedaan-perbedaan kita, beda agama, adat, tradisi, suku. Inilah anugerah yang diberikan Allah kepada Indonesia,” lanjutnya.

Perbedaan itu akan menjadi sebuah potensi dan kekuatan jika semua pihak bersatu dan rukun.  “Jangan sampai Indonesia maju dalam teknologi tapi mundur dalam kebudayaan dan peradaban. Kemajuan Indonesia harus tetap mengakar kuat pada kearifan lokal Nusantara,” tambahnya.

Kepala Negara mengingatkan semua pihak menjaga kesatuan, kerukunan yang merupakan aset terbesar Indonesia. “Jangan kita terjebak dalam pusaran ujaran kebencian, hoaks, fitnah, karena nilai seperti itu tidak  diajarkan oleh nenek moyang kita, bukan sikap seperti itu yang ditunjukan para raja, sultan dan pemimpin kerajaan Nusantara di masa lalu,” terangnya.

Ia mengajak semua pihak membangun dan mewariskan peradaban Indonesia yang besar, mulia, terhormat dan bermartabat.

FKMA tahun 2018 merupakan yang kelima kalinya, tahun 2017 Bandung menjadi tuan rumah.Penyelenggaraan FKMA didahului dengan kegiatan road show di lima keraton, yakni Solo, Medan, Mempawah, Ternate dan Denpasar. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan untuk menjaga tali silaturahmi antarkeraton, serta meningkatkan peran sebagai warisan budaya bangsa.

Hadir dalam pembukaan FKMA ke V tahun 2018 Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono dan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo

Budaya

Bupati Sumenep, minta Jokowi resmikan museum keris dan KMP DBS III

Sumenep, Kabarnas – Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si menyampaikan terima kasih atas kesediaan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo hadir di Bumi Sumekar dalam rangka membuka Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) ke V tahun 2018.

Dalam sambutannya pada Pembukaan FKMA V di depan Masjid Jamik Sumenep, Minggu (28/10) Bupati Sumenep, mengucapkan selamat datang dan terima kasihnya kepada Presiden Jokowi yang kembali berkunjung ke Kabupaten Sumenep pada tahun ini untuk membuka FKMA ke V

Bupati berharap, selain membuka FKMA ke V, Presiden juga meresmikan museum keris di depan Pendopo Keraton Sumenep, serta  meresmikan Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III milik Pemkab Sumenep.

UNECO telah menetapkan Kabupaten Sumenep sebagai Kota Keris karena memiliki pengrajin (empu) keris terbanyak.

“Saya juga ingin Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian kapal DBS III yang telah selesai pembuatannya, dengan anggaran dana mencapai Rp.39 miliar. Pemerintah Kabupaten Sumenep merencanakan kapal DBS III mulai beroperasi  sebagai transportasi laut untuk masyarakat di Kecamatan kepulauan pada tanggal 31 Oktober tahun ini.” imbuhnya.

FKMA ke V Kabupaten Sumenep tahun 2018 dihadiri sekitar 300 raja, sultan, permaisuri, ratu, dan pangeran, serta perwakilan dari negara ASEAN seperti Thailand, Singapura, Filipina, dan Malaysia.

Hadir dalam pembukaan FKMA ke V tahun 2018 Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono dan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

Continue Reading

Budaya

Presiden Jokowi bertemu dengan Paguyuban Warga Jawa Sumatera Utara

Medan, Kabarnas – Usai menerima Usai mendapat gelar bangsawan melayu di Istana Maimun, Presiden RI  Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kunjungannya ke Lubuk Pakamuntuk bertemu dengan Paguyuban Warga Jawa Sumatera Utara.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia adalah bangsa besar dengan populasi lebih dari 260 juta penduduk yang memiliki 714 macam suku yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia. Tak hanya itu, masyarakat Indonesia juga memiliki agama, bahasa, adat istiadat dan tradisi yang berbeda beda namun perbrdaan tersebut menjadi kekuatan yang luar biasa.

Hal tersebut diucapkan Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan Paguyuban Warga Jawa Sumatera Utara di GOR Pakam, Minggu (07/10) pukul 14.30 Wib.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi menyebutkan, Negara Indonesia dapat maju apabila seluruh masyarakat bersatu dan bekerja keras memajukan negara walaupun menghadapi berbagai rintangan.

“Perbedaan suku, agama, adat, dan tradisi membuat kita besar. Di Sumut saja banyak ucapan salam, ada horas, njuah-juah, di Karo beda lagi mejuah juah. Bayangkan dari Sabang sampai Merauke,” ujar Presiden.

Jokowi tak lupa berpesan agar pergantian bupati, gubernur, presiden, atau wali kota tidak membuat perpecahan dan konflik.

“Saya berpesan agar jangan sampai karena adanya pemilihan Bupati, Gubernur, Walikota dan Presiden, masyarakat Indonesia terpecah belah. Kita harus tetap satu dan rukun sebagai bangsa indonesia. Rugi besar bangsa ini bila kita terpecah belah”, ujar  Jokowi.

Saya minta agar masyarakat setiap menerima informasi tolong disaring dan jangan ditelan mentah mentah serta cari tahu dulu kebenarannya karena ditahun politik banyak beredar berita fitnah dan hoax, ujar Jokowi.

Pada kesempatan tersebut tampak mendampingi Presiden Jokowi diantaranya. Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto,SH,   Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Kepala Sekretaris Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi dan Komandan Paspamres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

Selain itu tampak hadir  Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Muhammad Sabrar Fadhilah, Bupati Deli Serdang, Bupati Serdang Bedagai, unsur Forkompimda Kab. Deli Serdang, Para Pejabat Utama Polda Sumut dan Kodam I/BB.

Continue Reading

Budaya

Presiden Jokowi buka Rakernas MABMI 2018

Medan, Kabarnas  – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Majelis Adat Budaya Melayu (MABMI) ikut mengawal persatuan bangsa khususnya dalam Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

Rakernas MABMI Tahun 2018 membawa tema “Dengan Semangat Reformasi MABMI Menyatukan Visi Misi dan Persepsi Untuk Mendukung Suksesnya Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019.”

“Negara ini negara besar jangan sampai perbedaan pilihan memecah belah,” perbedaan justru menjadi kekuatan, ujar Jokowi  di Medan, Minggu (7/10) saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MABMI Tahun 2018.

Penduduk Indonesia yang sebanyak 263 juta orang dengan 714 suku serta 1.000 bahasa daerah merupakan potensi besar sehingga persatuan dan kesatuan harus dijaga.

“Aset terbesar bangsa adalah persatuan dan kerukunan, jangan sampai Pilkada, Pileg dan Pilpres membuat perpecahan,”katanya.

Apalagi, katanya, di dalam agama ataupun kebudayaan manapun di Indonesia tidak dibolehkan ada fitnah.

Sementara Ketua Umum MABMI, Dato’ Seri H Syamsul Arifin mengaku MABMI siap mendukung menjaga kesatuan dan persatuan bangsa khususnya dalam Pileg dan Pilpres.

“Banyak orang curiga dengan kehadiran Presiden membuka Rakernas MABMI, tetapi ibarat pepatah mengambil rambut dalam tepung, rambut terambil, tepung tak berserak, MABMI bisa menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia,”katanya.

MABMI, ujar mantan Gubernur Sumut itu adalah sebuah institusi kemasyarakatan yang bersifat independen, tidak melibatkan diri bagi kepentingan politik praktis.

Majelis itu mendasarkan kegiatannya pada konsep adat Melayu yaitu adat bersendikan syarak-syarak bersendikan kitabullah (ABS-SBK), syarak mengata dan adat memakai.

Dia mengaku, masyarakat Melayu sendiri tidak boleh lagi memanggil nama Presiden Jokowi karena telah diberikan gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri oleh Sultan Deli.

Gelar itu, katanya, gelar yang tertinggi sehingga tidak boleh lagi memanggil nama.

Setelah Acara pembukaan Rakernas MABMI  selesai, Presiden Jokowi berswafoto  bersama peserta. (antara).

Continue Reading

terbaru

Berita15 jam ago

Setelah Diminta Keterangan Mengenai Fakta Sidang, Boediono Irit Bicara

Kabarnas, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta keterangan dari Wakil Presiden RI 2009 s.d. 2014 Boediono soal fakta-fakta sidang...

Berita16 jam ago

DPP – UPAS : Pelebaran Jln Pdt J Wismar Saragih Tak Tuntas, Kembalikan Lahan GKPS

Pematangsiantar, Kabarnas – Sebagai bentuk dukungan kepada Pemko Siantar Pimpinan Pusat GKPS telah menghibahkan lahannya di depan kantor pusat GKPS...

peristiwa16 jam ago

Korban pembunuhan di Bekasi jenajahnya dibawa ke Samosir.

Bekasi, Kabarnas – Empat jenazah satu keluarga korban pembunuhan di Bekasi diberangkatkan ke Samosir pada Rabu (14/11/2018) untuk dimakamkan. Hal tersebut...

Berita2 hari ago

Warga heboh, Harimau Sumatera masuk ke kawasan pasar di Indragiri Hilir.

Pekanbaru, Kabarnas – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menduga seekor harimau dewasa yang secara mengejutkan masuk ke...

Hukum2 hari ago

Polisi telah periksa 12 orang terkait pembunuhan Diperum Naingolan sekeluarga

Jakarta, Kabarnas –  – Penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi Kota telah memeriksa 12 saksi terkait pembunuhan empat orang...

Berita2 hari ago

Presiden Jokowi – Putin sepakat meningkatkan kerjasama ekonomi

Singapura, Kabarnas – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan tersebut dilaksanakan di sela-sela...

Internasional2 hari ago

Indonesia – Chile sepakat meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan kelautan

Singapura, Kabarnas – Presiden Jokowi dan Presiden Cile Sebastian Pinera,  mengadakan pertemuan bilateral di sela-sela pelaksanaan KTT ke-33 ASEAN di...

Internasional2 hari ago

Jokowi ajak ASEAN dapat terus memperkuat sinergi dengan APEC, G-7 dan juga IMF

  Singapura, Kabarnas – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tiga kunci untuk menghadapi situasi global, yaitu meningkatkan kerja sama ekonomi...

Internasional2 hari ago

Jokowi tegaskan mendukung penuh perdamaian di Semenanjung Korea.

Singapura, Kabarnas – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik perkembangan  proses perdamaian di Semenanjung Korea. Tekad kuat yang ditunjukkan Presiden...

Internasional2 hari ago

Presiden Jokowi ajak RRT berkalaborasi di konsep Indo-Pasifik

Singapura, Kabarnas – Dalam KTT ASEAN-RRT yang berlangsung di Suntec Convention Centre, Singapura, Rabu (14/11) siang, Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Trending