Connect with us

Berita

Minat Masyarakat Sleman Urus KIA Tinggi

Kabarnas, Sleman – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat minat masyarakat setempat untuk mengurus Kartu Identitas Anak (KIA) cukup tinggi, namun belum dapat diimbangi dengan sarana dan prasarana pencetakan.

“Potensi anak di bawah 17 tahun di Kabupaten Sleman mencapai 260 ribu. Sementara, jumlah pemohon KIA dari 28 November 2017 hingga 16 Januari 2017 mencapai 20.149 pemohon sedangkan jumlah KIA tercetak baru berjumlah 5.399 kartu,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman Jazim Sumirat, Kamis(25/1).

Menurut dia, banyaknya jumlah pemohon belum bisa dibarengi dengan kemampuan mencetak KIA setiap harinya.

“Untuk penyelesaian standar kami ada tiga hari sepanjang tidak ‘over’ namun jumlah permintaan begitu besar, jadi kami tidak berani untuk menargetkan penyelesaian,” katanya.

Ia mengatakan, dengan dua set sarana dan prasarana serta dua petugas pencetak KIA, rata-rata per hari Dinas Dukcapil hanya bisa mencetak 200 hingga 300 KIA sehingga untuk menyelesaikan berkas permohonan yang sudah masuk membutuhkan waktu 100 hari atau tiga bulan.

“Tidak hanya itu, jumlah pemohon yang mencapai lebih dari 20 ribu ini juga perlu diwaspadai mengingat ketersediaan blangko yang hingga saat ini hanya ada 24 ribu blangko. Bisa dibayangkan kalau satu hari ada 500 hingga 900 orang yang memohon sementara ketersediaan blangko hanya 24 ribu maka diperkirakan seminggu ke depan jumlah blangko KIA sudah habis,” katanya.

Melihat hal ini, Dinas Dukcapil menargetkan untuk melakukan pengadaan blangko sebanyak 70 ribu untuk 2018.

Salah satu orangtua pemohon KIA dari Godean Sari Isti Karini mengatakan bahwa pengajuan permohonan KIA yang dilakukannya atas dasar kesadaran sendiri.

“Sebenarnya sebelum anak saya lahir, saya itu sudah tahu kepengurusan KIA itu seperti apa,” katanya di Kantor Disdukcapil Sleman.

Ia mengatakan, melihat perlunya seorang anak untuk memiliki kartu identitas sendiri, dirinya bersedia mengantre blangko yang sudah habis diserbu para pemohon pada pukul 08.00 WIB.

“Anak itu setelah lahir dibuatkan akte kelahiran, KK, kemudian KIA agar dapat memperjelas status anak. Lebih jelas seperti apa sebagaimana KTP seperti itu,” katanya.

Isti mengatakan, proses pengurusan KIA yang dijalaninya terbilang cukup mudah. Syarat-syarat administrastif yang perlu dilengkapi, seperti Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP orang tua, dan pas foto sudah disiapkannya sebelum datang ke Dinas Dukcapil Sleman.

“Masyarakat harus siap untuk melengkapi syarat-syaratnya, kalau masyarakat sudah siap dengan syarat-syaratnya maka kepengurusannya mudah,” katanya.

Ke depan, Isti berharap berbagai kebijakan dan program pemerintah dapat disinergikan dengan adanya KIA ini. “Saya siap-siap saja dari sisi administrasi. Harapannya, kalau nanti ada kebijakan-kebijakan pemerintah, mungkin bisa lebih dimudahkan,” katanya. (SPS/ant)

Berita

Sangat Tidak Etis Sandiaga Uno melangkahi makam KH Bisri Syansuri

Jakarta, Kabarnas – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding menilai calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno tidak pantas melangkahi makam ulama dan salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

“Sangat tidak etis, seseorang yang tidak pernah mondok sekali pun, melangkahi makam adalah tindakan yang tidak sopan,” kata Karding di Jakarta, Senin (12/11).

Karding yang merupakan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menilai perbuatan Sandiaga itu tidak pantas dilakukan, terlebih yang bersangkutan adalah cawapres.

Menurut dia, kalau Sandiaga paham adab ziarah kubur, tentu dia akan bersikap sopan tanpa melangkahi makam, apalagi makam seorang ulama.

“Kalau orang NU ziarah kubur itu dilakukan dengan tahlil,” ujarnya.

Selain itu, Karding juga menyoroti gelar santri di era post-Islamisme yang diberikan Presiden PKS Shohibul Iman untuk Sandiaga.

Dia mengatakan melihat aksi Sandiaga melangkahi makam tokoh NU, label santri tersebut diduga hanya untuk kepentingan politik belaka.

Karding menilai sebagai calon pemimpin, apalagi Indonesia yang terkenal adab sopannya, tentu saja perilakunya harus menjadi contoh bagi masyarakat.

Sebelumnya, dalam sebuah video berdurasi 14 detik, Sandiaga Uno terekam melangkahi makam ulama dan salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

Dalam video itu, Sandi awalnya melakukan tabur bunga di makam KH Bisri Syansuri, setelah selesai, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu terlihat melangkahi makam tersebut untuk beralih menabur bunga ke makam lain.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade menegaskan insiden Sandi melangkahi makam bukan suatu kesengajaan.  Menurut dia, Sandi punya niat baik dalam ziarah tersebut dan tidak bermaksud melecehkan dengan secara tidak sengaja melangkahi makam yang disebut makam KH Bisri Syansuri.

Continue Reading

Berita

Penjara 5 tahun dan denda Rp. 1 M bagi yang merusak, memotong, menghancurkan, mengubah Rupiah, diancam 5 tahun penjara

Jakarta, Kabarnas – Bank Indonesia (BI) menghimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga dan merawat uang Rupiah dengan baik agar layak edar di masyarakat. Uang yang layak edar, menurut BI, akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengenali keaslian uang rupiah.

“Untuk itu, masyarakat agar senantiasa menjaga dan merawat rupiah dengan baik melalui metode 5 Jangan: Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi,” imbau BI sebagaimana siaran pers Departemen Komunikasi BI, Senin (12/11).

Terkait adanya informasi yang beredar di masyarakat mengenai uang Rupiah asli dalam kondisi distempel maupun dicoret, Departemen Komunikasi BI menegaskan, uang Rupiah tersebut tergolong dalam uang Rupiah yang tidak layak edar, namun masih berlaku sebagai alat transaksi pembayaran.

“Bagi masyarakat yang menerima uang Rupiah asli dalam kondisi tersebut, dapat menukarkannya ke Bank Indonesia atau Bank Umum terdekat,” jelas Departemen Komunikasi BI.

BI mengingatkan, sesuai amanat Pasal 25 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, setiap orang dilarang untuk merusak, memotong, menghancurkan, dan/atau mengubah Rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan Rupiah sebagai simbol negara. Sanksi atas pelanggaran ketentuan tersebut adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar Rupiah).

Sementara untuk memastikan mengenai keaslian uang Rupiah kertas, salah satu cara yang mudah untuk dilakukan adalah dengan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang). “Baik metode 3D maupun metode lain untuk mengenali keaslian uang, seperti menggunakan alat bantu berupa lampu UV dan kaca pembesar, memerlukan fisik uang kertas secara langsung dan tidak dapat dilakukan hanya melalui foto atau gambar,” tegas BI.

Sebagai lembaga yang berwenang mengeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah, Bank Indonesia telah menyediakan informasi mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah yang dapat diakses secara bebas melalui website Bank Indonesia (www.bi.go.id).

“Apabila masyarakat menemukan indikasi adanya pemalsuan terhadap uang Rupiah, masyarakat dapat mendatangi Kantor Bank Indonesia terdekat untuk memastikan keaslian uang Rupiah,” tegas Departemen Komunikasi BI dalam siaran pers itu.

Untuk keterangan lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi contact center Bank Indonesia (BICARA)-131, pada jam (08.00 – 16.00 WIB) setiap hari kerja.

Continue Reading

Berita

Jokowi pengagum Buya Syafii Maarif

Bogor, Kabarnas – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima peserta Kongres Indonesia Millenial Movement Tahun 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Kepada peserta Kongres, Jokowi mengaku, dirinya adalah pengagum mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif, yang meski usianya kini sudah 83 tahun, tapi tidak kenal lelah.

“Terus memberikan masukan kepada saya, langsung datang ke Istana atau lewat telepon. Semangat beliau masih seperti milenial,” puji Presiden Jokowi saat menerima peserta Kongres Indonesia Millenial Movement Tahun 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (12/11) pagi.

Semangat milenial Buya Syafifi Maarif, akan muncul apalagi kalau berbicara masalah persatuan, masalah persaudaraan, dan bicara mengenai kemajuan Indonesia, memajukan Indonesia. Tantangan ke depan semakin berat, apalagi dengan kondisi negara Indonesia yang memang berbeda-beda, berwarna-warni ini yang perlu kita sadari, ujar Jokowi.

Revolusi Industri 4.0, membuat perubahan dunia berjalan sangat cepat sekali, namun kecepatan perubahan iniharus terus diwaspadai agar jangan sampai perubahan ini membawa bangsa Indonesia ke dalam intoleransi, ke dalam ekstremisme yang sangat berlebihan.

Presiden berharap dengan adanya pertemuan seperti yang diadakan oleh Maarif Institute itu, semuanya bergerak bersama-sama untuk membawa negara ini ke dalam sebuah kemajuan, tetapi dengan cara-cara yang sejuk, cara-cara yang baik.

“Selalu saya sampaikan marilah kita hijrah dari ujaran kebencian ke ujaran kebenaran. Hijrah dari pesimisme ke optimisme. Hijrah dari pola-pola konsumtif ke pola-pola yang produktif. Hijrah dari kegaduhan-kegaduhan ke persatuan dan kerukunan. Karena itulah yang dibutuhkan,” tutur Presiden.

Presiden Jokowi juga menyampaikan keyakinannya, negara Indonesia akan menjadi 4 (empat) besar ekonomi terkuat di dunia, Insyaallah di tahun 2045. Artinya, peserta Kongres Indonesia Millenial Movement yang nanti menikmati, karena mereka yang akan memimpin negara ini di tahun 2040-2045.

Proses menuju ke sana itu tidak mudah, tidak ringan, penuh hambatan dan tantangan karena Indonesia adalah negara besar sehingga  perlu pondasi yang kuat.

“Infrastruktur, yang menjadi fondasi ini harus diperkuat. Pembangunan SDM juga harus fokus dan menjadi perhatian kita. Tanpa itu, jangan bermimpi kita bisa bersaing dan berkompetisi dengan negara lain,” tutup Jokowi.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Triawan Munaf.

Continue Reading

terbaru

Berita8 jam ago

Sangat Tidak Etis Sandiaga Uno melangkahi makam KH Bisri Syansuri

Jakarta, Kabarnas – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding menilai calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno...

Nasional8 jam ago

KLHK butuh dana Rp. 200 T untuk pemulihan DAS

Jakarta, Kabarnas – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membutuhkan dana sekitar Rp200 triliun untuk mendanai pola induk pemulihan daerah...

Agama9 jam ago

Klasis GPI Jayapura – Nabire gelar Rakersis ke 7

Jayapura, Kabarnas – Klasis Gereja Protestan Indonesia (GPI) Jayapura-Nabire menggelar rapat kerja klasis (Rakersis) yang ke-7 dan rapat kerja pelayanan...

Internasional9 jam ago

UNS jadi tuan rumah Diaspora Jawa dunia pada 20 hingga 23 Juni 2019

Solo, Kabarnas – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan menjadi tuan rumah pertemuan Ngumpulke Balung Pisah Javanese Diaspora Event ke-4....

Pendidikan9 jam ago

UNS bentuk Pusat Studi Pancasila

Solo, Kabarnas – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan meningkatkan produktivitas pusat studi dengan aktivitas yang mendukung kinerja kampus. “Saat...

Politik9 jam ago

Jokowi pilih Kiai Ma’ruf Amin karena cinta ulama dan santri

Lebak, Kabarnas – Kiai Ma’ruf Amin mengaku bangga sebagai putra Banten ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon wakil presiden...

Berita10 jam ago

Penjara 5 tahun dan denda Rp. 1 M bagi yang merusak, memotong, menghancurkan, mengubah Rupiah, diancam 5 tahun penjara

Jakarta, Kabarnas – Bank Indonesia (BI) menghimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga dan merawat uang Rupiah dengan baik agar layak edar...

Nasional10 jam ago

Dihadapan 31 Bupati, Jokowi klarifikasi isu dirinya sebagai antek asing dan aseng

Jakarta, Kabarnas – Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima 31 Bupati, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/11) siang, mengklarifikasi isu...

peristiwa10 jam ago

Gempa bumi 3.1 SR guncang Mamasa, Sulbar

Mamasa,  Kabarnas – Gempa bumi 3.1 SR guncang Mamasa, Sulbar,   pada 12 Nov 2018, 16:14:35 WIB Hasil analisis Badan Meteorologi,...

Agama16 jam ago

Presiden Jokowi terima Panitia dan Pemenang Pesparani 2018

Bogor, Kabarnas – Usai menerima menerima peserta Kongres Indonesia Millenial Movement Tahun 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersilaturahim dengan Panitia...

Trending