by

Pemprov Aceh akan membuka kampus IPDN

Kabarnas, Jayapura-  Pemerintah provinsi (Pemprov) Aceh dengan dukungan masyarakatnya akan membuka kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di propinsi paling Barat Indonesia.

Kami sedang mempelajari dari Papua terkait apa saja yang dipersiapkan sehingga nantinya IPDN dapat beroperasi di Aceh, kata Sekda Aceh, Dermawan kepada Antara di Jayapura, Senin (28/1).

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemprov Aceh melakukan kunjungan kerja ke Jayapura, untuk mempelajari dengan pasti apa saja yang perlu dipersiapkan atau yang menjadi tanggung jawab Pemprov Aceh.

Namun secara keseluruhan, Pemprov Aceh sudah siap, termasuk bila harus membangun kampus baru. Pemprov dan rakyat Aceh sangat mendambakan keberadaan IPDN.

Sekda menyatakan, seperti halnya Papua, Aceh juga telah pernah memiliki kampus IPDN, sebelum dilebur menjadi satu dan dipusatkan di Jawa Barat.

“Dengan dibukanya kampus IPDN di Aceh, maka konektivitas wawasan nusantara dari Sabang sampai Merauke dapat terwujud,” katanya.

Pemprov Aceh juga mempelajari tentang penggunaan dana otonomi khusus (Otsus) untuk pembangunan infrastruktur yang juga dibiayai melalui APBD dan APBN.

Pada prinsipnya mempelajari hal tersebut sehingga dapat diterapkan mengingat Aceh itu mendapat alokasi dana Otsus.

“Khusus untuk kegiatan atau proyek monumental ke depan dapat dikerjakan dengan menggunakan berbagai sumber dana sehingga tidak ada blok-blok dan pembangunan cepat selesai dan dirasakan masyarakat,” kata Sekda.

Sebelumnya Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali bersama Sekda Aceh Drs Darmawan MM, Asisten III Kamaruddin Andalas, staf Ahli Gubernur Dr Iskandar AP MSi, dan Sekda Drs Iskandar MSi, Kamis (24/1), mendatangi Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk membahas kesiapan IPDN Aceh.

Pembahasan kesiapan Aceh itu dilakukan bersama Rektor IPDN, Prof Murtir Jeddawi dan tim, yang dihadiri Staf Menteri Dalam Negeri, Prof Suhajar Diantoro serta beberapa pejabat Kemendagrilainnya.

Sekda Aceh, Dermawan menjelaskan, banyak fasilitas yang dibangun di Jantho untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII, November 2018 lalu, dapat dimanfaatkan untuk penyelenggaran Pendidikan Sekolah Pamong.

Rencananya IPDN Aceh akan dibangun di pusat Ibu KotaAceh Besar, di Jantho. Untuk sementara, bangunan yang akan dijadikan kampus yaitu Gedung Badan Pelaksana Kesehatan (Bapelkes) Aceh dan Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi. “Sarana pendukung lain, termasuk sarana olahraga, sudah memenuhi persyaratan. Demikian juga fasilitas di Kompleks Perumahan DosenIPDN Aceh.

Pemkab Aceh Besar telah menyediakan tanah seluas 51 hektare. Begitu juga dengan anggaran untuk kesiapan administrasi pendidikan kampus tersebut akan disediakan pihaknya.

Menutut Rektor IPDN Jatinangor, Prof Murtir Jeddawi, pihaknya menindaklanjuti serta meminta persetujuan KemenPAN-RB untuk pembentukan struktural baru di IPDN Aceh. Kajian dari Tim yang sudah meninjau lokasi, beberapa waktu lalu, juga sudah rampung. Berbagai aspek kelengkapan sudah memenuhi persyaratan, hingga dukungan dari berbagai universitas di Aceh,” ujar

Dia menjelaskan, dasar pembentukan IPDN Aceh karena kekurangan daya tampung di IPDN yang sudah ada. Serta dasar hukum Surat Menteri Dalam Negeri nomor 892.1/6765/SJ tanggal 5 September 2018 perihal Rencana pembentukan IPDN Aceh. (Antara)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *