by

Granat minta, Polda, BNN, TNI, dan Bea Cukai bersinergi berantas jaringan narkoba

Kabarnas, Medan – Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sumatera Utara meminta pemerintah melalui kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) agar memutus masuknya jaringan narkoba internasional di Sumut.

“Sindikat peredaran narkotika tersebut harus dapat dicegah sehingga tidak merusak dan merugikan para pelajar dan generasi muda harapan bangsa,” kata Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sumut, Hamdani Harahap, di Medan, Jumat (30/11).

Penyelundupan narkoba dari luar negeri itu, menurut dia, harus dihentikan dengan meningkatkan pengawasan di daerah perbatasan, yakni perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara yang sangat dekat dengan Pelabuhan Portklang, Malaysia.

“Jalur penyelundupan narkoba dari negara asing itu, harus dicegah sehingga tidak boleh lagi beredar di Sumut khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ujar Hamdani.

Ia mengatakan, narkoba yang diselundupkan dari Malaysia, umumnya berasal dari Tiongkok yang dibungkus dengan rapi seperti bubuk teh, untuk mengelabui aparat keamanan.

Namun, berbagai modus penyelundupan barang terlarang yang dilakukan bandar narkoba tersebut, berhasil digagalkan oleh personil Direktorat Reserse Polda Sumut. “Dalam mengantisipasi peredaran barang haram tersebut, Polda Sumut harus bekerja sama dengan BNN Provinsi, TNI AL, petugas Bea dan Cukai, serta instansi terkait lainnya melakukan razia esktra ketat di laut,” ucap Pengacara di SUmut itu.

Hamdani menyebutkan, peredaran narkoba tersebut, tak ubahnya seperti mata rantai dan memiliki hubungan yang satu dengan lainnya, serta tidak mudah dihilangkan begitu saja.

Bahkan, operasional jaringan narkoba internasional itu, cukup rapi dan sulit untuk dipantau aparat keamanan.

Selain itu, sindikat narkoba tersebut, juga memiliki anggota di sejumlah daerah di tanah air.

“Pemerintah diharapkan dapat bersinergi dengan aparat keamanan memberantas sindikat narkoba jaringan internasional itu,” kata Ketua Granat Sumut itu.

Sebelumnya, Personil Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara berhasil mengungkap 41,31 kg narkoba jenis sabu merupakan jaringan internasional dan mengamankan 12 tersangka yang terlibat kurir narkoba.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendry Marpaung, dalam pemaparannya di Mapolda, Rabu (28/11) mengatakan pengungkapan narkoba itu, hasil tangkapan selama bulan November 2018.

Dari 12 tersangka kurir narkoba itu, menurut dia, dua orang diantaranya adalah wanita, dan saat ini masih ditahan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polda Sumut.

“Pengungkapan kasus narkoba itu, berdasarkan hasil laporan disampaikan masyarakat, hasil pengembangan dan penyamaran yang dilakukan petugas,” ujar Kombes Pol Hendry.

Ia mengatakan, informasi masyarakat, Rabu (14/11) sekira pukul 12.30 WIB, Bus KUPJ membawa narkoba melintas di Jalan Raya Lintas Sumatera Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai.

Kemudian, petugas melakukan pemeriksaan penumpang dan menangkap seorang lelaki berinisial BS, karena membawa 20 bungkus plastik warna emas bertuliskan Guanyinwang di dalamnya ditemukan 20 kg narkoba jenis sabu. (antara)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *