by

Alumni UI dan Simpatisan deklarasikan dukungan untuk Jokowi – Ma’ruf

Kabarnas, Jakarta – Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), hadiri deklarasi alumni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan  Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seluruh Indonesia di di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/1)

Jokowi datang ke lokasi mengenakan  kemeja putih lengan panjang tergulung dan celana jins biru,  mengayuh sepeda sampai ke atas panggung yang karpetnya berwarna kuning.   Sepeda yang dikayuh Jokowi itu bukan sepeda biasa. Sepeda itu terbuat dari bambu dan merupakan karya perajin asal Temanggung, Singgih Susilo Kartono. Sepeda itu sendiri bernama “Gowesmulyo”.

Presiden Jokowi tampak didampingi oleh dua politikus PDIP Puan Maharani dan Johan Budi. Ada pula Menteri Perhubungan Budi Karya dan Kepala staf Presiden, Moeldoko yang juga wakil Ketua Tim Kampanye Nasional.

Dalam sambutannya, Jokowi menegaskan, menjadi pemimpin negara Indonesia yang wilayah geografisnya sangat luas harus memiliki pengalaman.

“Negara Indonesia yang luas tantangannya juga besar, sehingga pengalaman itu sangat penting,” kata Jokowi.

Jokowi menceritakan pengalamannya saat terpilih sebagai Walikota Surakarta, dia memerlukan waktu sekitar satu setengah tahun untuk beradaptasi dari dunia usaha ke pemerintahan. “Di tingkat kota saja, saya perlu waktu 1,5 tahun untuk belajar. Apalagi orang yang belum punya pengalaman (di pemerintahan) ingin mengelola negara ….,” katanya tanpa meneruskan kalimatnya.

“Saya ingat pada 2005, saat jadi calon walikota.Saya berhadapan dengan calon ‘incumbent’ (petahana) dan calon dari pengusaha terkenal. Alhamdulillah saya menang, meskipun kemenangannya tipis,” katanya.

Jokowi yang berlatar belakang pengusaha furnitur menyatakan, pada awal menjadi walikota dirinya kaget karena ilmu di dunia usaha sangat berbeda dengan di pemerintahan.

Pada saat menjadi walikota di periode kedua, Jokowi mengaku sudah lancar memimpin pemerintahan tingkat kota. Dari Kota Surakarta, Jokowi mendapat amanah menjadi calon gubernur DKI Jakarta dan dengan bekal pengalaman di Surakarta, dia terpilih sebagai gubernur.

Berikutnya, pada pemilu presiden 2014, Jokowi bersama Yusuf Kalla maju sebagai capres-cawapres dan terpilih untuk memimpin Indonesia selama lima tahun.

“Semua pengalaman dan karir saya di pemerintahan, memerlukan pengalaman. Memimpin di tingkat kota saja memerlukan pengalaman, apalagi memimpin negara sebesar Indonesia,” katanya.

Naskah deklarasi dukungan dari alumni Universitas Indonesia dan simpatisan untuk Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin, di bacakan Musisi Lala Karmela.

Adapun isi naskah  “Deklarasi Alumni Universitas Indonesia dan simpatisan untuk Jokowi-Amin tersebut adalah:

“Kami, alumni Universitas Indonesia dan semua yang hadir di sini. Pada hari ini, percaya bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang dapat memperjuangkan rakyatnya, agar dapat hidup lebih sejahtera, damai, dan bermartabat”.

“Kami melihat Indonesia mengalami kemajuan pesat di berbagai bidang berkat kerja keras dan perjuangan di bawah pimpinan Joko Widodo”.

“Demi Indonesia, kami alumni Universitas Indonesia dan semua yang hadir di sini bersatu menyatakan dukungan kami terhadap pasangan nomor urut 01 Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden RI periode 2019-2024, Jokowi-Amin”.

“Demi Indonesia, Jokowi-Amin satu periode lagi.” Jakarta 12 Januari 2019.

Acara deklarasi tersebut dihadiri sekitar 10.000 orang alumni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pajajaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gajahmada (UGM), Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Trisakti, dan perguruan tinggi lainnya.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *