by

Miliki Sabu 27 Gram dan Ekstasi, Oknum Polisi Jadi Tahanan Jaksa

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Genap 4 bulan setelah ditangkap Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pematangsiantar, proses perkara anggota polisi yang bertugas di Polres Simalungun berinsial IJS bersama tiga temannya atas kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 27 gram dan 15 butir pil eksitasi, akhirnya dapat diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar.

“Hari ini kita terima tahap dua. Kita tinggal menunggu surat pengantarnya. Secara materi sudah lengkap semua,”
Hal ini dibenarkan Cristianto Situmorang selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara tersebut, Kamis (17/9).

Ia mengakui, berkas cukup lama dinyatakan lengkap lantaran BNNK Pematangsiantar cukup lama untuk menyampaikan berkas perkara. “Kalau menurut saya kendala tidak ada, karena pihak BNN agak lama juga memberikan berkas. Biasanya ini kendala kalau perkarar narkoba itu adalah hasil lab ( laboratoriumnya),” jelasnya.

Setelah berkas diterima, kata Cristianto, IJS dan tiga temannya akan menjadi tahanan jaksa. Namun secara fisik mereka di tempat di penjara sementara milik BNNK Pematangsiantar. “Sementara di sana dulu karena pengaruh Covid belum bisa ke Lapas” ucapnya.

Untuk diketahui, tanggal 18 Mei 2020 yang lalu, BNNK Pematangsiantar menangkap IJS, DA, HS, AN dari Jalan Medan Km 4,5, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, tepatnya di Simpang Rame dengan barang bukti  berupa sabu-sabu sekitar 27 garam dan 15 butir pil.

Selain itu, BNNK juga mengamankan timbangan digital, uang Rp 6 juta di dalam Mobil Xenia milik IJS, 2 unit sepeda motor jenis Yamaha Vixion dan Honda Vario. Kemudian, 2 unit Handphone merk Vivo dan Nokia dan sebelumnya, Kompol Pierson Ketaren mengaku, jika masa waktu penahanan habis maka IJS wajib dibebaskan.

Atas dugaan itu, kata jaksa, tiga orang disangkakan melanggar pasal 114 ayat 2 dan IJS sendiri diduga melanggar 114 ayat 1 Undang-undang tentang narkotika. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *