by

Pembelian Buku Fiktif, Kadisdik Tebingtinggi Jadi Tersangka Korupsi

Tebing Tinggi, Kabarnas.com – Diduga menyalahgunakan dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS), Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tebingtinggi PS bersama dengan M selaku PPTK dan P pengelola dana itu resmi dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi.

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Aspidsus Kejati Sumut), Agus Sampe Tuah Lumbangaol, mengatakan Kejari Tebingtinggi melakukan penyelidikan setelah menerima surat pemberitahuan.

Kasus ini sendiri berawal dari laporan masyarakat dan penyelidikan mulai Juni dan penyidikan di bulan Juli. Hasilnya ada dugaan tindak pidana korupsi. “Iya, ada. Soal pengadaan buku pendi dari dana DAU senilai 2,4 M,” kata Agus, Selasa(15/9).

Ketika saat penyelidikan, ditemukan dari dokumen yang telah dijadikan barang bukti adanya kejanggalan yang dilakukan oleh PS selaku kadis, M selaku PPTK dan P selaku Asisten Dana Bos. “Dari dana DAU tadi ditarik, seakan akan buku itu tadi sudah ada,” jelasnya.

Dugaan korupsi semakin menemukan titik terang setelah pihak Kejari Tebingtinggi melakukan pemanggilan kepada enam orang distributor, dan dinyatakan hasilnya tidak singkron. “Ternyata pengadaan buku itu yang sebagaimana diterangkan si P tadi, hanya sebagai modus untuk menutupi pencairan 2,4 miliar. Terbukti, pemesanan buku itu dengan cara yang jelas-jelas pemesanannya dari dana BOS, bukan DAU,” katanya.

Menariknya lagi, buku yang sebelumnya tidak ada bentuk fisiknya, tiba-tiba datang setelah kasus naik menjadi tahap penyidikan. “Sehingga terlihat bahwa saat pencairan itupun, buku tidak ada. Buku itu datang seketika kasus ini sudah bergulir pada tahap penyidikan. Maka dapat disinyalir bahwa pemesanan buku itu dilakukan setelah ketahuan,” katanya.

Lanjutnya, saat dilakukan pemeriksaan paea saksi, pihaknya menemukan keterangan para saksi yang tidak singkron dengan dokumen-dokumen. “Selanjutnya kami lakukan pengumpulan keterangan para saksi, kemudian kita singkronkan dengan barang bukti dokumen atau surat, maka itu tidak singkron, sehingga terkesan dipaksakan,” tutupnya. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *