by

Jayadi Sagala Tetap Ketua KONI Siantar, Musorkot Ribut

Pematangsiantar, Kabarnas.com –Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pematangsiantar yang digelar di Siantar Hotel, Sabtu (12/9) ribut atau bersitegang karena muncul perbedaan pandangan atas keabsahan SK beberapa Pengurus Cabang (Pengcab).

Beberapa jam rapat, penetuan ketua KONI Pematangsiantar tahun 2020-2024 semakin alot dan berlarut-larut karena terjadi pro kontra yang membuat adu mulut tak terhindarkan, karena mekanisme tata cara pemilihan turut dibahas. Dan cara dalam menentukan ketua KONI yang telah dilaksanakan sebelumnya, mulai jadwal pengambilan formulir pendaftaran dan pendaftaran bakal calon ketua, dinilai tidak tepat.

Dari 4 orang yang mengambil formulir hanya 2 yang mengembalikan, yakni Jayadi Sagala dan Erwin Freddy Siahaan. Setelah admistrasi persyaratan diverifikasi oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), keduanya dinyatakan memenuhi syarat sebagai bakal calon. Selanjutnya TPP memberikan waktu kepada setiap Pengurus Cabang (Pengcab) untuk mendukung dan mengusulkan nama calon ketua KONI.

Sesuai daftar yang ada, 24 Pengcab yang memberikan hak suara mulai dari Taekwondo, Pertina, MUAYTHAI, Wushu, PTMSI, PASI, POBSI, Kickboxing, PABBSI, Bapopsi, FOPI, Perbasi, PERPANI, Perwosi, PRSI, Percasi, Tarung Derajat, Forki, ISPI, PDBI, Pelty, PBSI, PBVSI dan PGSI. Hasilnya, sebanyak 17 Pengcab memilih Jayadi Sagala dan 10 memilih Erwin Freddy Siahaan.

Namun saat TPP yang diketuai Timbul P Siallagan didampingi wakil ketua Rahmat Sitanggang, Sekretaris Eka Masri Sinaga, anggota Roberd Simarmata dan Rio Daniel DamanikĀ  melakukan verifikasi keabsahan SK, diketahuilah bahwa yang sah memberikan hal pilihnya untuk Jayadi Sagala sebanyak 14 Pengcab dan 6 Pengcab untuk Erwin Freddy Siahaan. Sedangkan dalam ketentuan, sebagaimana dijelaskan TPP, bahwa yang dapat memenuhi syarat untuk dipilih saat Musorkot harus mendapat paling sedikit 30 persen dukungan.

Perdebatan di tengah rapat terjadi karena beberapa Pengcab tidak diberi hak suara dalam forum lantaran SK kepengurusannya telah habis. Dalam ADRT, SK yang demikian hanya dapat sebagai peninjau. Persoalan inilah yang menimbulkan perdebatan hebat. Belum sampai disitu, beberapa pendukung Erwin Freddy Siahaan turut melakukan protes. Menurut mereka, TPP bertindak tak adil atau netra, yang cenderung melakukan pengkondisian untuk memenangkan Jayadi Sagala.

Cukup lama protes, namum sidang demisioner yang diketuai Jimmy Gultom didampingi Benny Sibarani dan Wulan Manurung memutuskan bahwa yang bisa disahkan sebagai ketua KONI Pematangsiantar hanya Jayadi Sagala. Saat palu sidang diketuk, beberapa Pengcab yang memilih Erwin Freddy Siahaan, pun langsung protes. Namun pimpinan sidang tetap mengesahkan putusan.

Pimpinan sidang demisioner sempat menyampaikan kepada Pengcab yang tidak terima dengan hasil tersebut agar mengambil jalur hukum. Sementara itu, Erwin Freddy Siahaan mengatakan akan menggugat penetapan Musorkot tersebut. Mereka juga mengaku bahwa netralitas TPP tidak ada dan bahkan KONI Sumut turut mengkondisikan nama Jayadi Sagala agar tetap menjadi ketua KONI Pematangsiantar.

Sebab, diawal hingga akhir acara, Sekretaris KONI Sumut Drs. Chairul Azmi Hutasuhut, MPd dan Ketua Bidang Organisasi Drs Muhammad Syahrir hadir sebagai narasumber dan memberikan pandangan terkait perdebatan diantara Pengcab. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *