by

Janggal, Pemenang Tender Kantor Lurah Timbang Galung Dipertanyakan

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Lelang proyek pembangunan rehabilitasi berat kantor lurah Timbang Galung, Kecamatan Siantar Siantar Barat, dengan Harga Perkiraan Sementara (HPS) sebesar Rp 1.360.786.501 yang berada di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), diduga menjadi ajang permainan antara Pokja dengan pemenang tender.

Pasalnya, berdasarkan penawaran yang dilakukan sebanyak 19 perusahaan kontraktor, Pokja telah  memenangkan CV Putri Berkarya dengan nilai penawaran sebesar  Rp 1.189.319.216. Hanya saja, dalam proses perjalanan penandatanganan kontrak kerja, diduga tiba-tiba Pokja menetapkan CV Paket Sejahtera sebagai pemenang tender dengan nilai penawaran sebesar Rp 1.304.885.535.

Pengalihan pemenang lelang kepada CV Paket Sejahtera dinilai sangat janggal. Idealnya, pengalihan kontrak dari pemenang pertama kepada perusahaan yang lain tidak bisa dilakukan Pokja karena dari awal perusahaan tersebut sudah dinyatakan lulus atau memenuhi persyaratan.

“Kalau memang dari awal tidak memenuhi persyaratan kenapa bisa dimenangkan? Terus, jika perusahaan yang dimenangkan pertama kali itu diduga melakukan kesalahan atau juga mengundurkan diri maka yang idealnya dilakukan Pokja adalah memblacklist perusahaan tersebut,” kata salah seorang yang mengikuti lelang tersebut, Ramses Manurung, Jumat (11/9).

Kedua, penentuan pemenang harus berurut. Artinya, jika pemenang diawal gagal maka yang berhak untuk memenangkan lelang adalah perusahaan yang berada langsung dibawanya. “Bukan kepada keperusahaan yang paling jauh melakukan penawaran. Nah, kenapa kita melihat ini ada semacam permainan, karena Pokja menetapkan perusahaan yang akan mengerjakan proyek tersebut adalah perusahaan yang menawarkan mendekati HPS,” terangnya.

Ramses Manurung selaku kuasa dari CV Putma Jaya Putra mengatakan, berdasarkan penawaran lelang, yang lebih menguntungkan pemerintah adalah CV Putma Jaya Putra atau dalam peserta tender yang langsung berada dibawah perusahaan CV Putri Berkarya. Itu sebabnya, sejak awal ditetapkannya CV Putri Berkaya pemenang lelang, pihaknya sudah menduga ada praktek persekongkolan atau monopoli antara Pokja dengan pemenang pertama dan kedua. Hal ini juga sudah tertuang dalam sanggahan CV Putma Jaya Putra.

“Dari dugaan yang telah tertuang dalam sanggahan kami, kami menduga ada permainan atau persekongkolan Pokja yang melibatkan CV Putri Berkarya dengan CV Paket Sejahtera. CV Putri Berkayar sengaja dimenangkan diawal untuk mengelabui seluruh peserta tender. Tujuannya agar Pokja leluasan menetapkan perusahaan CV Paket Sejahtera sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut” ucapnya.

Terkait dugaan ini, Eva Sihombing selaku Pokja dan Plt Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pematangsiantar, Kurnia belum memberikan penjelasan. Saat dikonfirmasi melalui seluler, keduanya belum memberi respon dan saat dijumpai ke kantornya di Jalan Tarutung, juga tidak berada di kantornya. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *