by

Dua Wanita Ini Ditipu Selama Kerja Tidak Diberi Upah

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Gesti Ayu Putri Lase dan Cristina Sari Barasa, warga Torganda, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara diduga diterlantarkan seseorang yang sempat mempekerjakan mereka di Kota Pematangsiantar. Mereka menyebut bosnya itu Evi Butar-butar.

Gesti bekerja sebagai penjaga paket pulsa internet sejak tanggal 18 Agustus 2020 di Jalan Melanthon Siregar dan Cristina bekerja di toko Ponsel yang ada di Jalan Mujahir, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, tanggal 19 Agustus 2020.

Namun saat Gesti sakit asam lambung, terpaksa tidak bisa bekerja satu hari tepatnya tanggal 9 September 2020. Kemudian, orang yang mempekerjakan langsung mengeluarkan mereka dari grup WahtsApp. “Kami sempat tanyakan kenapa dikeluarkan dari grup, kata dia karena kami tidak mengikuti aturan,” kata Gesti sembari ditimpali Cristina bahwa ia pun ikut tidak bekerja untuk menolong Gesti karena pingsan.

Mendapat informasi itu, mereka pun membulatkan tekat menjumpai pemilik paket internet tersebut agar gaji selama bekerja diperoleh, tetapi Evi Butar-butar yang tinggal di Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur tersebut justru tidak menyanggupinya dan malah meminta Gesti untuk membuktikan bahwa ia sakit melalui surat tenaga medis, dan Gesti pun menyanggupinya. Hanya saja, Evi lagi-lagi berdelik agar surat keterangan itu dibuat oleh dokter. Menurut keduanya itu hanya alasan untuk tidak bertanggung jawab.

“Saya awalnya dapat info kerja dari grup facebook “info loker Pematangsiantar”. Ada kawannya yang memberitahukan. Saya akhirnya mau kerja di sana sembari menunggu panggilan dari Alfamart. Saya kerja ke sini sampai orang tua menggadaikan sepeda motor biar ada ongkos. Orang tua juga sudah berharap biar saya bisa membantu adik sekolah,” terangnya.

Sembari menahan air matanya, Gesti mengaku terpaksa berbohong kepada orangtuanya ketika ditanyakan kapan gajinya bisa keluar. “Sebenarnya saya merasa berdosa berbohong sama orangtua. Tapi saya jaga juga perasaan mereka, tapi saya minta ganji malah Tidak dikasih,” katanya sembari mengakui bahwa jam kerja mereka selama ini dimulai pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB, dengan gaji yang dijanjikan hanya Rp 700 ribu.

Upah itu sebenarnya terlalu kecil karena harus dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. “Itulah kian yang kami harapkan untuk kebutuhan kontrakan juga. Kadang kami harus lembur supaya bisa memenuhi target bonus. Kalau terjual 25 paket kartu pagi dapat Rp 10 ribu, dan target malam 45 kartu dapat bonus Rp 10 ribu. Tapi selama kerja di sana tidak pernah dapat target,” ucap keduanya.

Perkara ini sendiri sudah dilaporkan ke Polsek Siantar Timur dan Evi sendiri sudah diminta polisi untuk datang ke polsek agar persoalan yang dikeluhkan Gesti dan Cristina dapat diselesaikan dengan baik. Evi sempat berjanji datang ke polsek. Sayangnya, setelah sekitarĀ  satu jam ditunggu, Evi malah tidak datang. Oleh karena alasan itu, sampai-sampai polisi mendatangi rumah Evi. Namun Evi tetap menolak. Hal ini disampaikan personil Polsek Siantar Timur yang mendatangi Evi.(Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *