by

DANAU TOBA MENUJU DESTINASI WISATA DUNIA

Oleh: Stevi Verayanti Siahaan

Mahasiswa Fakultas Bioteknologi UKDW Yogyakarta

Email : [email protected]

 

  1. Pendahuluan

Danau toba adalah danau terbesar di Indonesia serta merupakan danau vulkanik terbesar di dunia. Danau toba memiliki luas sekitar 1.130 km² dengan panjang sepanjang 100 km2, dan lebarnya 30 km2 serta memiliki kedalaman sekitar 505 meter. Danau ini terletak di tengah pulau sumatera bagian utara dengan ketinggian sekitar 900 meter diatas permukaan laut. Danau Toba adalah salah satu obyek wisata yang ada di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Danau ini sangat dikenal dengan keindahan alam pemandangannya, yang dikelilingi oleh berbagai batuan dinding yang terjal yang mana merupakan dinding kaldera dari Danau Toba.

Sejarah atau asal usul Danau Toba menurut penelitian para ahli ilmuwan, Danau ini terbentuk akibat dari letusan gunung api supervulkano yang sangat dahsyat, yang diperkirakan terjadi sekitar 73.000-75.000 tahun lalu. Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan kepunahan pada beberapa spesies makhluk hidup. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta jiwa. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es akibat dari semburan gunung api tersebut, walaupun para ahli masih memperdebatkannya. Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air yang kemudian sekarang dikenal dengan nama Danau Toba. Tekanan keatas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir, yang merupakan tempat asal mulanya suku batak berada.

  1. Pesona Biodiversitas Danau Toba

Danau Toba memiliki hamparan air tawar sepanjang 100 kilometer dengan lebar 30 kilometer ini, berada di ketinggian satu kilometer di atas permukaan laut, kedalamannya mencapai 500 meter. Itulah salah satu keajaiban dunia yang menjadi andalan untuk kunjungan wisata di Sumatera Utara. Rimbunnya pohon pinus dan enau yang tumbuh subur menambah cantiknya danau ini. Sangat terasa dinginnya udara dari deretan gunung berapi (bagian dari Pegunungan Bukit Barisan).Jika sedang berkabut akan melahirkan lukisan misterius dan dingin, sebaliknya jika sedang cerah akan terlihat lekukan Danau Toba yang begitu indah.

Pesonanya pun tak terusik waktu. Jika pagi, matahari mengintip dari balik gunung dengan menawan, begitu juga saat terbenam dengan lembayung senja yang meredup. Lalu, pada malam bulan purnama, kemilau emas memantul dari punggung danau yang berubah menjadi begitu romantisnya. Tak hanya menyenangkan bagi pariwisata, namun juga menjadi lokasi yang nyaman bagi aneka fauna. Disekitar Danau Toba bermukim hewan seperti lutung, monyet lingur, tapir, dan ingkir. Terkadang, Danau Toba juga menyembulkan misteri lewat gerakan air di tepi danau berputar dan naik-turun. Air dan tanaman di atasnya bergerak searah. Di kawasan Danau Toba terdapat beberapa daerah tujuan wisata seperti Parapat, Simarjarunjung, Tanjung Unta, Haranggaol, dan lain-lain. Salah satu daerah paling terkenal adalah kota Parapat. Parapat merupakan pintu gerbang utama menuju pulau Samosir dan sering juga disebut sebagai kota wisata Parapat. Kota ini berkembang dan terkenal sebagai kawasan wisata yang mengalami perkembangan pesat sekitar tahun 1990-an.

Daerah tangkapan air (DTA) Danau Toba meliputi wilayah seluas lebih kurang 259.700 Ha daratan dan 112.960 Ha perairan. Secara geografis DTA ini terletak antara 2021’32”–2056’28’’LU dan 980 26’35’’–99015’40’’ BT. Daerah tangkapan air Danau Toba menurut wilayah administrasi pemerintahan meliputi tujuh Kabupaten yaitu: Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Samosir, Simalungun, Karo dan Dairi.

Danau Toba adalah danau yang diapit oleh beberapa kabupaten. Danau ini sangat strategis untuk perekonomian rakyat ,pariwisata, pembangkit tenaga maupun untuk lingkungan. Fungsi utama danau toba adalah membangkitkan tenaga listrik. Pembangkit ini diantaranya adalah PLTA Siguragura dan PLTA Tangga ( PLTA Asahan).

  1. Pengembangan menuju Destinasi Wisata dunia

Pengendalian kawasan budidaya pengembangan pariwisata berskala dunia yang terintegrasi dan dengan pengendalian kawasan budidaya sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup serta adaptif terhadap bencana alam.

Total Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Toba: 11.761 unit , sebagian besar milik masyarakat (95%), produksinya sekitar 84.806,9 ton ikan. Potensi pariwisata danau Toba sangat layak untuk dikembangkan menjadi Destinasi Pariwisata Nasional maupun internasional. Pasalnya daya tarik wisata yang dimilikinya cukup banyak, mulai dari potensi alam, budaya serta kesenian yang unik dan khas. Untuk menjadikan danau Toba sebagai obyek tujuan wisata bertaraf nasional maupun internasional, danau vulkanik terluas di dunia tersebut perlu segera dibenahi dan sistem pemasarannya harus ditata lebih baik. Bahkan daya tarik wisata yang dimiliki danau tropis terindah pada jalur khatulistiwa berukuran panjang 87 kilometer dan lebar 27 kilometer itu, meliputi berbagai unsur menarik dengan latar belakang sejarah yang unik, hingga cukup layak dikembangkan sebagai tujuan wisata bertaraf international. Potensi pariwisata danau Toba harus lebih gencar dipromosikan melalui berbagai kegiatan nasional maupun internasional guna menarik wisatawan mancanegara, sekaligus pengembangan wisata daerah yang tentunya akan berdampak pada peningkatan penghasilan para pelaku pariwisata, terutama masyarakat setempat.

Dalam mewujudkan danau Toba sebagai obyek tujuan wisata, fasilitas infrastruktur perlu dibenahi, hingga tercipta daya tarik pariwisata melalui aksesibilitas sebagai dukungan transportasi, pemberdayaan masyarakat. Danau Toba berperan penting dalam pendapatan asli daerah untuk meningkatkan kesejahteraan wilayah dan penduduknya. Dukungan dan rencana pembangunan infrastruktur kawasan Danau Toba. Pembangunan Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi  sepanjang 61,7 km dengan target operasi tahun 2017, Bandara Internasional Kualanamu, Bandara Domestik Silangit, Terdapat 37 penerbangan berjadwal ke/dari Silangit per Agustus 2016.

  1. Kesimpulan

Danau Toba adalah salah satu Danau yang akan menjadi destinasi wisata dunia. Dengan bantuan SDM dan SDA dari masyarakat dan pemerintah melalui pengembangan sekitar Danau Toba yaitu pembangunan Hotel, jalan tol, serta pemanfaatan potensi yang ada di Danau Toba. Sejarah Danau Toba merupakan daya tarik wisatawan dari mancanegara.banyak wisatawan yang datang untuk berwisata ke danau toba karena danau toba memiliki pesona alam yang begitu indah, dan pertunjukan budaya yang menarik. Akibat ekosistem danau toba saat ini kurang baik dapat dilihat dari kawasan Danau Toba telah menjadi daerah yang terdegradasi terutama terjadinya penggundulan hutan yang cukup parah di beberapa tempat di lingkungan danau Toba termasuk di pulau Samosir. Terlebih adanya pabrik pulp and paper yang dianggap selama ini melakukan penebangan terutama pohon pinus secara tidak benar sehingga menyebabkan penggundulan hutan. Hal ini tentu saja mengakibatkan kerusakan ekosistem danau Toba juga (kawasan perairan) sebab dengan adanya kerusakan hutan didaerah catchment area akan menyebabkan erosi dan pelumpuran di perairan danau. Sarana transpotasi berupa kapal turut dianggap mencemari lingkungan perairan dimana solar yang digunakan sebagai bahan bakar cukup banyak menggenangi perairan. Ini tentu mencemari danau dan mengganggu ekosistem yang ada di sana. Matinya jutaan ekor ikan mas pernah terjadi di kawasan danau Toba dalam 2.216 petak keramba jaring apung khususnya di daerah Haranggaol pada awal Nopember 2004 akibat serangan virus koi herpes (KHV), kematian jutaan ikan tersebut juga mencemari perairan danau yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara tersebut.

Upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan kerusakan ekosistem danau toba dengan Pembangunan IPAL domestik pada kota-kota utama di kawasan Danau Toba serta menyusun regulasi/perda pendukungnya,Pemeliharaan dan Penertiban dan pengawasan izin pembuangan air limbah Penyediaan sarana dan prasarana pengeloaan sampah, Serta Pengendalian konversi lahan agar tidak melebihi daya dukung lingkungan, mengurangi pembuatan  kerambah disekitar danau toba karena kerambah ikan didanau Toba mengakibatkan pencemaran lingkungan. Seperti, Pencemaran pada lingkungan perairan yang disebabkan oleh kegiatan budidaya ikan yang bersumber dari buangan pakan yang tidak terkonsumsi. Limbah dari kerambah ikan didanau Toba juga dapat diatasi dengan memanfaatkan biota air, yaitu mikroalga jenis Spiru­lina Platensis untuk meng­atasi tercemarnya Danau To­ba. Untuk itu kita sebagai masyarakat yang ada disekitar wilayah Danau Toba perlu untuk melestarikan alam yang ada dan mengembangkan segala biodiversitas yang ada di danau Toba. Jangan membuat kerambah dan menebang pohon yang ada di sekitaran danau agar Danau Toba tetap terjaga kelestarian dan keindahannya. Marilah membangun danau Toba sebagai destinasi wisata dunia.

Referensi :

KLH (Kementrian Lingkungan Hidup) 2008.

Status Lingkungan Hidup Indonesia 2007.

Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *