by

Demi Kebutuhan Hidup, Gadis 15 Tahun Dijual Pacar Rp 300 Ribu

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Perkara tindak pidana dugaan seorang remaja yang dijual kepada lelaki hidung belang terus didalami Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pematangsiantar dan untuk mengungkap bukti-bukti tambahan, polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ke salah satu tempat kontrakan di Jalan Sumber Jaya, Gang Kamboja RT 003 RW 002, Lingkungan 2, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Selasa (8/9) siang.

Hasil yang dikumpulkan, ternyata RN masih duduk di bangku SMA, orangtuanya tinggal di daerah Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Sedangkan pacarnya RA, yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ini, masih hidup dalam tanggungan orangtua juga. Rumah yang dikontrak RA sendiri dibayar ibunya. Namun belakangan ini RN dan pacarnya, RA telah hidup bersama di sana.

Setelah dua bulan berpacaran, RA menjual RN kepada pria lain seharga Rp 300 ribu sekitar sebanyak 9 kali. Uang tersebut diketahui dipergunakan keduanya untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Namun sejauh ini belum diketahui pasti dimana RN melayani pria yang memesannya lewat aplikasi MiChat. Namun terungkap, demi kebutuhan hidup sehari-hari, pria berusia 17 tahun tersebut pun diduga memanfaatkan kekasihnya sebagai sumber untuk mendapatkan uang.

Ketika memeriksa rumah kontrakan dibantu ketua Rukun Tetangga dan kelurahan, tim penyidik yang dipimpin Kanit PPA Polres Pematangsiantar Kanit PPA, Iptu Klinus Sitinjak menemukan sejumlah barang bukti di rumah yang dimanfaatkan untuk menodai RN, mulai dari pakaian dalam korban dan 2 buah senjata tajam yaitu sebilah sangkur dan pedang. Dua benda tanjam ini sempat membuat petugas geleng-geleng kepala.

Sementara pemilik kontrakan, Rini mengaku bahwa dirinya berani menyewakannya karena yang memesan seorang ibu, yakni orangtua RA itu sendiri. Dari harga Rp 1,5 juta setahun, ibu RA masih membayar Rp 700 ribu. Namun untuk mendalami semua kasus itu, polisi tetap membawa pemilik kontrakan ke Polres Pematangsiantar.

Sadiah, ibu Riani juga mengaku bahwa sebelumnya RA datang ingin menyewa kontrakan bersama ibunya. Sehingga itu menjadi alasan mereka mengizinkan RA tinggal di sana. Namun, baru seminggu mengontrak, mereka mendapat info bahwa pengontrak diamankan polisi.

Adapun perkara ini terungkap saat RA bertemu dengan pria yang memesan RN. Tidak beralam lama bertemu, RA dengan pria yang memesan adu mulut sehingga hal itu sempat mengundang perhatian warga sekitar. Berselang beberapa menit, warga pun mendengarkan penyebab mereka bertengkar sehingga warga emosi dan menghakimi RA. Sementara pria hidung belang tersebut berhasil kabur. Beruntung polisi tiba di lokasi sehingga dengan cepat mengamankan RA. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *