by

Pendaftaran Bapaslon di Simalungun Perlu Dievaluasi

Simalungun, Kabarnas.com – Selama proses pelaksanaan pendaftaran Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Simalungun, masing-masing pasangan diiringi simpatisan atau pendukung dengan jumlah yang cukup banyak, sehingga protokol kesehatan Covid-19 terabaikan. Hal itu dibenarkan Bawalus Simalungun.

Terkait itu, Adil Saragih selaku devisi pengawasan Bawaslu Simalungun meminta agar KPU Simalungun melakukan evaluasi sehingga tidak memunculkan persoalan baru atau memunculkan sebaran Covid-19. “Untuk tahapan selanjutnya, kami akan menyurati KPU Simalungun untuk melakukan evaluasi yang melibatkan massa. Artinya, dari pengalaman beberapa hari pendaftaran pencalonan jangan terulang lagi,” katanya, Selasa (8/9).

Ia sendiri mengakui bahwa jauh hari pihaknya sudah menyurati seluruh Bapaslon dan partai politik (Parpol). “Pecegahan protokol Covid-19 sudah menyurati semua bakal pasangan calon dan partai politik yang memiliki kursi di DPRD Simalungun. Kedepannya akan kami ingatkan lagi,”ucapnya sembari menambahkan bahwa pelanggaran terhadap protokol Covid-19 selama proses pendaftaran tidak bisa ditindak lantaran masing-masing Bapaslon belum sebagai peserta Pilkada.

Namun kedepannya, kata Adil Saragih, setiap peserta Pilkada yang melanggar protokol kesehatan akan menjadi perhatian mereka. “Jika sudah ditetapkan sebagai paslon, kita sudah bisa memberikan rekomendasi atas pelanggaran yang dilakukan dan akan ada sanksi. Dan sanksi itu kembali hasil rekomendasi,” jelasnya.

Di balik itu semua, Adil Saragih pun berharap agar Satgas Covid-9 Simalungun turut bekerja untuk mengantisipasi sebaran Covid-19 di tengah pelaksanaan tahapan Pilkada. “Yang kami harapkan juga untuk bekerja adalah yang punya wewenang, dalam hal ini Satgas Covid-19,” harapnya mengakhiri. (Man)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *