by

Puluhan Kali Remaja Ini Dijual Pacarnya Senilai Rp 300 Ribu

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Seorang gadis remaja dengan usia 15 tahun berinisial RN diduga dijual kekasihnya sendiri puluhan kali kepada lekaki hidung belang seharga Rp 300 ribu. Padahal hubungan pacaran antara tersangka berinisial A masih berumur 2 bulan, namun berhubungan badan layaknya suami istri diduga sudah kerap kali dilakukan.

Parahnya, RN warga Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar tersebut sudah puluhan kali melayani lelaki lain. Terakhir, sang pacara berusia 17 tahun tersebut kena sialnya. Ketika tersangka mempertemukan korban dengan pria yang memesan, terjadi percekcokan atau adu mulut karena negosiasi harga tidak menemukan titik temu. Tersangka dan pria yang memesan korban pun sempat berkelahi sehingga mengundang perhatian warga.

Tidak lama kemudian, fakto penyebab masalah diantara tersangka dengan pria hidung belang pun terungkap sehingga emosi warga turut tersulut. Dengan spontan warga menghakimi tersangka sampai babak belur. Bersyukur personil Polsek Siantar Martoba cepat mendapat informasi dan setibanya di lokasi keributan langsung mengamankan A. Sedangkan pria yang memesan korban langsung melarikan diri.

Mengingat perkara ini termasuk tindak pidana kekerasan terhadap anak dibawah umur, penanganannya pun diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polres Pematangsiantar dan korban sejauh ini korban tengah dalam bimbingan konseling di Unit PPA. Perkara ini sendiri dibenarkan Kasar Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Edi Sukamto, Senin (7/9).

Untuk mengungkap kebenaran kasus ini, kata Edi Kusamto, pihaknya sudah memintai keterangan korban RN dan tersangka A. Sementara persoalan yang menimpah korban tidak lepas dari masalah rumah tangga, dimana ayah dan ibu, baik orangtua korban dan tersangka sama-sama cerai. Hal ini membuat korban kurang perhatian. “Bapak mamaknya korban sudah cerai,” kata Edy Sukamto.

Edy menjelaskan, media sosial facebook menjadi wadah awal perkenalan korban dan tersangka dan setelah saling curhat atas pengalaman hidup, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk bertemu. Berselang beberapa lama, korban dan tersangka memutuskan untuk hidup bersama ibarat suami istri. Mereka menyewa indekos. Edy menegaskan, kurangnya perhatian orangtua diduga awal dari persoalan.

Untuk menutupi biaya hidup sehari-hari, tersangka menjual tubuh pacarnya. “Tersangka mengaku beberapa kali menawarkan via michat dengan tarif sekitar Rp 300 ribu. Ini menurut keterangan korban, ya. Ini masih kita dalami soal trafficing untuk mencari pembeli,” jelas Edy.

Kasat juga menyampaikan masih mencari seorang pemesan yang kini buron untuk membuktikan dugaan kasus perdagangan orang dan atas kasus ini, polisi menjerat tersangka dengan dugaan pencabulan anak di bawah umur dengan Pasal 81 dan Pasal 82 UU Perlindungab anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“Ini terungkap karena ada salah satu pemesan, yang mana dari keterangan korban, dia dipertemukan dengan salah satu temannya pacarnya. Kemudian terjadi cekcok mulut. Jadi ribut ribut. Ternyata terdengar beberapa warga bahwa perempuan ini mau dijual,” ujar Kasat. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *