by

Pasien Suspek Meninggal di Rumah Sakit Siantar ‘Dilarikan’ Keluarga

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Seorang warga yang berstatus pasien dalam pengawasan atau suspek Covid-19 meninggal dunia di Rumah Sakit Vita Insani. Namun status suspek Covid warga yang tinggal di Jalan Asrama Martoba, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar tersebut sempat menuai protes dari keluarga, Sabtu (5/9).

Bahkan, keluarga almarhum sempat bersikerah melarang pihak medis dari Satgas Covid-19 untuk mengebumikannya berdasarkan protokol Covid-19. Isak tangis pun sempat pecah saat keluarga bermohon agar almarhum, yang merupakan seorang pendeta di salah satu gereja GPDI dapat dikembumikan dengan terlebih dahulu melaksanakan acara gereja dan adat batak.

Apa yang diharapkan keluarga tetap tidak mendapat ijin dari Satgas Covid-19, walau di depan rumah yang tidak jauh dari gereja sudah terpasang tenda untuk dimanfaatkan bagi pelayat. Atas rencana itu, Polres Pematangsiantar dan TNI sempat turut ke lokasi membantu tim medis.

Kepala Dinas (Kadis) Kota Pematangsiantar, dr Ronald Saragih bersama tim medis sempat melakukan ragam cara membujuk keluarga almarhum. Alhasil, dengan berat hati akhirnya keluarga mengijinkan petugas membawa jenazah almarhum.

Terkait itu, Ronald Saragih mengatakan bahwa pasien benar berstatus suspek dan sempat dirawat beberapa jam di Rumah Sakit Vita Insani. “Sudah dikebumikan. Meninggal tadi padi di (rumah sakit) Vita Insani,” jelasnya dengan singkat tanpa merinci langkah apa yang akan dilakukan guna mencegah sebaran virus terhadap orang yang diduga berinteraktif dengan almarhum.

Sesuai data dilapangan, saat almarhum meninggal di rumah sakit, keluarga langsung membawanya ke rumah kediaman dengan menggunakan mobil pribadi. Pihak rumah sakit dan keluarga sempat berargumentasi, namun keluarga diduga tetap menghiraukannya dan ‘melarikan’ jenazah.

Atas langkah yang dilakukan Keluarga, almarhum sempat disemayamkan di rumah. Warga dan jemaat gereja pun tidak sedikit datang melayat bahkan bunga papan turut berdukacita sudah sempat ada.  (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *