by

Pertamina Gulirkan Dana Rp 20 M Bantu UMKM di Kawasan Danau Toba

Simalungun, Kabarnas.com – Guna meningkatkan perekomian di Indonesia, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pertamina mengucurkan dana sebesar Rp 100 miliar guna membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) khusus yang berada di 5 kawasan destinasi wisata super prioritas yang ada di Indonesia, antara lain Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Likupang dan Danau Toba.

GM Pertamina MOR 1, Gema Iriandus mengatakan, dari program rutin tahunan ini PT Pertamina telah menyediakan dana sebesar Rp 20 miliar untuk 8 Kabupaten yang ada di kawasan Danau Toba. Dana itu untuk dipinjamkan kepada pelaku UMKM yang menggerakkan bisnisnya di kawasan Danau Toba. Untuk itu, ia mengajak pelaku UMKM segera mendaftarkan diri dan diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah pandemik Covid-19.

Dalam cara penandatanganan, akad pinjaman Program Kemitraan Pertamina tersebut Gema Iriandus menegaskan bahwa program unggulan PT Pertamina tersebut bertujuan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Dana itu dana pinjaman bergulir selama 3 tahun dengan bungan hanya 3 persen. Persyartaannya juga cukup mudah, hanya melenhkapi proposal dan memastikan jika lahan tempat usaha itu milik sendiri,” ucapnya usai penandatanganan akad pinjaman di Patra Comfort Hotel, Simalungun pada Jumat (4/9).

Dijelaskan juga, bahwa pengembalian pinjaman dijamin tidak akan menjadi beban bagi pelaku UMKM. Bahkan jika dikemudian hari ada tunggakan, pihak Pertamina akan membantu pengusaha untuk mencari jalan keluar permasalahan.”Kalau ada tunggakan berarti ada masalah. Kita akan turun dan berusaha membantu pengusaha. Apa kendala dan bagaimana jalan keluarnya,” terangnya.

Sementara Asisten Deputi Akses Permodalan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mewakili Menkomarives, Suparman Sirait mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan segala kebutuhan guna menunjang aktifitas pariwisata di Danau Toba, mulai dari persoalan permodalan hingga sarana dan prasarana. “Tentunya akses permodalan tersebut harus diimbangi dengan pemanfaatan dan penggunaan secara baik serta tepat agar bisa membantu UMKM keluar dari persoalan-persoalan di masa Covid-19,” katanya.

Perihal kucuran dana Rp 20 miliar secara bertahap di daerah kawasan Danau Toba, Suparman Sirait pun mengaku layak memberikan apresiasi kepada PT Pertamina. “Untuk tahap pertama telah disetujui pinjaman senilai Rp 5,4 miliar untuk 60 UKMK. Sementara tahap kedua sudah masuk profosal 100, dan akan dilakukan survey serta penilaian pada minggu kedua bulan September ini,” jelasnya sembari mendorong setiap Pemkab di kawasan Danau Toba agar mengoptimalkan dukungannya dalam membantu dan menfasilitas pelaku UMKM.

Sementara di lokasi yang sama, Maranata Meliala yang merasakan dampak positif pinjaman tersebut mengaku sangat berterimakasih. Dengan bantuan itu, ia mampu bertahan dan mengembangkan usaha penjualan kuenya yang berada di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Maranata mendapat pinjama Rp 150 juta.”Bulan 6 saya mengikuti program Pertamina ini. Dan sangat berterima kasih atas bantuan pinjaman modalnya. Kita bisa merasakan dampak pandemik yang saat ini terjadi dan saya bisa bertahan,” ucap pemilik C&C Bakery ini.

Adapun dalam acara penandatanganan akad pinjaman program kemitraan Pertamina dilakukan juga secara virtual yang diikuti oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi,  Corporate secretary PT Pertamina, Tajudin Noor. Sementara di Patra Comfort Hotel turut hadir para pelaku UMKM, tokoh agama dan tokoh adat dan Wakil Bupati Taput. (Man)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *