by

Cegah Covid di TPS, Perhatikan Cara Penggunaan Paku dan Tinta

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Pilkada Tahun 2020 yang diwarnai dengan bencana non alam, yaitu Covid-19 menjadi perhatian utama KPU dalam melaksanakan seluruh tahapan. Dalam hal ini wajib mengedepankan azas kesehatan dan keselamatan. Untuk itu, KPU terpaksa mengubah tata cara penyelenggaraan, termasuk pemungutan suara.

Saat pelaksanaan sosialisasi tahap pendaftaran Bakan Pasangan Calon (Bapaslon), Devisi Sosialisasi KPU Pematangsiantar Nurbaiyah Siregar pun mengajak masyarakat agar tidak ragu untuk menentukan hak pilihnya, 9 Desember 2020. “Jangan khawatir karena situasi Covid-19 melanda, bukan berarti kita tidak bisa melakukan hak pilih,” terangnya, Kamis (2/9) di Sapadia Hotel, Jalan Diponegoro.

Sebagai bentuk pencegahan sebaran Covid-19, kata Nurbaiyah Siregar, KPU telah mempersiapkan langkah-langkah konkrit, mulai dari penambahan TPS dan pengurangan jumlah pemilih. Untuk TPS, sebelumnya berjumlah 535 menjadi 545. Sedangkan jumlah pemilih di satu TPS berubah dari 800 orang jadi 500 orang. Langkah untuk mencegah terjadinya kerumunan.

“Seluruh KPPS juga harus terbebas dari Covid sehingga diwajibkan untuk menjalani rapid test, sama seperti KPU, PPK dan PPS. Sebelum pemilih juga masuk TPS, sudah terlebih dahulu mengecek suhu tubuh. Dan jika ditemukan ada orang yang memiliki suhu tubuh mencapai 37,3 ke atas akan  dimasukkan ke bilik khusus, tersendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan sarung tangan di TPS untuk setiap pemilih juga sudah disiapkan dan wajib dipakai dan harus menjaga jarak aman sebagaimana diatur dalam protokol kesehatan. Paku yang dipergunakan untuk menusuk kertas surat suara, juga harus dipastikan dulu sudah disemprot disinfektan. “Ada juga sterilisasi paku. Karena digunakan berkali-kali maka akan disemprot disinfektan. Kemudian, seluruh petugas dan pemilih wajib pakai masker. Nanti diundangan C6 akan dilampirkan itu,” ucapnya sembari memastikan bahwa

Terakhir mengenai tita tanda sudah memilih. Jika selama ini jari tangan dicelupkan maka di masa Covid-19 wajib di teteskan. “Itu hal-hal yang berubah di TPS,” katanya dengan mengharapkan tingkat partisipasi pemilih tetap tinggi. (Man)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *