by

Marshal Harahap Dieksekusi Kasus ITE, Jalani 6 Bulan Penjara

Simalungun, Kabarnas.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun melakukan eksekusi kepada terpidana Mara Salem Harahap. Warga Jalan Rangkuta Sembiring, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar tersebut harus menjalani sisa tahanan 6 bulan lagi sesuai dengan Putusan Mahkamah Agung RI No.2138K/Pid.Sus/2019.

Kasi Intel Kejari Simalungun Ratno Pasaribu mengatakan, pria berusia 40 tahun yang akrab dipanggil Marshal tersebut dinyatakan bersalah melanggar pasal 45 ayat jo 3 pasal 27 ayat 3 UU No.19 /2016 perubahan atas UU RI No.4/2008 tentang informasi elektronik (ITE). Marshal dieksekusi di Lapas Klas II Tebingtinggi karena masih menjalani kurungan badan dalam perkara lain.

Untuk itu, kata Ratno Pasaribu, terpida ini wajib menjalani kurungan badan terhitung dari saat dieksekusi. Ia memastikan bahwa kurungan badan yang dijalani atas perkara ITE berbeda dengan kurungan badan dalam perkara lain. “Sisa tahanannya 6 bulan lagi dan terhitung sejak hari Senin (31/8/2020),” katanya dengan singkat. Namun Kasi Intel Simalungun tidak menjelaskan apakah masa tahanan tersebut dijalani sama dengan perkara yang lainnya.

Sebelumnya, dalam perkara undang-undang ITE ini Marshal Harahap sempat divonis bersalah selama 6 bulan di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun. Dalam perjalanannya Marshal dibebaskan setelah 6 bulan, tetapi pada waktu berbeda Kejari Simalungun melakukan banding ke PN Medan, kemudian kasasi ke Mahkamah Agung. Hasilnya, hukuman Marshal Harahap bertambah menjadi 1 tahun.

Perkara ini sendiri berawal saat Marshal Harahap memuat informasi mengenai pembangunan Rumah Sakit Perdagangan di media online dengan judul “Proyek Korupsi RSUD Perdagangan Sebesar Rp 1,1 Miliar Diduga Melibatkan Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dan Oknum Anggota DPRD Simalungun Elias Barus” (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *