by

Tega! Sejak Usia 5 Tahun Seorang Ayah Cabuli 2 Putrinya

Toba, Kabarnas.com – Seorang ayah yang tinggal di Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba diduga tega mencabuli putri kandungnya sendiri. Parahnya, perilaku itu sudah dilakukan bertahun-tahun dan yang menjadi korban kebejatannya dua orang. Mirisnya lagi, Bunga (nama samaran) dicabuli sejak tahun 2017, saat itu berusia 6 hingga 9 tahun dan Mawar (nama samara juga) sejak tahun 2018 atau saat berusia 5 hingga 7 tahun.

Kasubbag Humas Polres Toba Aiptu Khairuddin menjelaskan, akibat tindakan tidak senonoh itu korban mengalami traumatik. Kini, kedua korban yang masih duduk di bangkus SD itu sudah ditangani Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba. “Sudah ditangani Dinas Sosial, dari orang yang berkompeten di situ,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8).

Dijelaskan, persoalan ini terungkap setelah Bunga diajak ayahnya berisial LS ke ladang. Ketika itu ada nenek korban. Tidak menyangka, Bunga memiliki keberanian untuk melawan sehingga terjadi pertengkaran mulut. Melihat itu, nenek korban pun menyesalkan sikap Bunga, bahkan turut memarahinya. Namun berselang beberapa menit, sang nenek seolah disambar petir di siang hari setelah Bunga menjelaskan perihal dirinya menolak ajakan ayahnya itu.

Dengan wajah sedih, anak tak berdosa itu mengaku jika ayahnya mengajak dia ke ladang tidak lain hanya untuk kegialaan seks, di sana dengan bebasnya korban sering diperkosa. Tindakan penyimpangan yang diduga dilakukan tersangka itu rupanya tidak hanya di ladang tetapi juga di dalam rumah, saat kondisi sedang sepi. “Kadang-kadang di ladang, kadang-kadang di rumah,” ucap Khairuddin.

Perkara ini sendiri, kata Khairuddin, dilaporkan nenek korban atau mertua dari tersangka, tanggal 30 Juli 2020. Sayangnya, sebelum dilaporkan pria berusia 34 tahun tersebut langsung melarikan diri ke kampung halamannya. Namun tersangka baru berhasil diburu polisi tanggal 25 Agustus 2020 di Sidikalang, Kabupaten Dairi.

“Begitu terbongkar, tersangka melarikan diri ke kampungnya, ke tempat orangtuanya. Selama ini, tersangka itu tinggal satu rumah dengan mertuanya. Dan kasus ini dilaporkan mertuanya karena istri dari tersangka baru melahirkan anak ke empat sehingga tidak bisa bergerak ke mana-mana. Ibu korban sendiri baru tahu persoalan itu,” jelasnya.

Adapun tindakan tersangka ini diancam dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Menurut Ayat (1) Pasal 82 Undang-Undang tersebut, pelaku pencabulan terhadap anak dipidana penjara paling sedikit lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.. “Pelaku akan dikenakan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” tutupnya. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *