by

Menunggak Bayar Listrik, Lampu Jalan di Simalungun Dimatikan PLN

Simalungun, Kabarnas.com – Akibat tunggakan pembayaran rekening listrik antara Juni sampai Agustus 2020 sekitar Rp 5 miliar,  PLN UPT3 Kota Pematangsiantar melakukan pemutusan aliran listrik untuk Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di wilayah Kabupaten Simalungun.

Adapun total LPJU yang selama ini dilayani oleh PLN sebanyak 357 pelanggan dengan total daya tersambung 3,205,940 VA. Masing-masing daerah yang akan diputus berada di ULP Siantar Kota, ULP Sidamanik, ULP Parapat, ULP Tanah Jawa, ULP Perdagangan, ULP Dolok Masihul dan ULP Limapuluh. Menurut pihak PLN, pemutusan LPJU ini dilakukan sudah sesuai prosedur.

Alasan utama bagi PLN, semua tunggakan tersebut sudah menjadi beban perusahaan yang seharusnya rekening LPJU dapat dibayarkan setiap bulannya. Namun PLN selama ini telah memberikan toleransi selama tiga bulan.

Manajer Area PLN UPT3 Pematangsiantar, Holmes Hutapea mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk penagihan ini tetapi belum ada jawaban dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun. Bahkan sebelumnya pemberitahuan pemutusan LPJU ini telah disampaikan secara tertulis pada tanggal 24 Agustus 2020 dan telah dikomunikasikan.

Holmes mengakui, pihaknya menyadari tindakan yang dilakukan pastinya akan memberikan ketidaknyaman pada masyarakat khususnya yang berada di Simalungun. “Secara tertulis maupun komunikasi langsung untuk percepatan pembayaran sudah dilakukan, namun hingga sebelum dilakukannya pemutusan hari ini, belum ada pembayaran yang dilakukan oleh pihak Pemda,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (28/8).

Dijelaskan juga, pihak PLN telah menerima surat penangguhan pembayaran dari Pemkab Simalungun dikarenakan masih menunggu pengesahan APBDP 2020. “PLN sangat berharap, Pemda Simalungun dapat segera melakukan pembayaran rekening listrik LPJU agar penyambungan kembali aliran listrik dapat dilakukan,” tutupnya.

Mengenai itu, Kadis Kominfo Simalungun Wasin Sinaga berharap pihak PLN bisa bersabar. Permohonan pun sudah disampaikan Pemkab Simalungun kepada PLN UPT3 Pematangsiantar secara tertulis. Ia berdalih, tertunggaknya pembayaran rekening listrik itu akibat pandemi Covid-19. “Dananya itu sudah ditampung kian di anggaran APBD, tetapi karena kondisi Covid ini terjadilah refocusing anggaran, yang artinya, anggaran untuk itu tidak ada, tapi bukan berarti tidak dibayar. Itu dibayar nanti setelah di P-ABPD 2020,” katanya singkat. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *