by

Abaikan Prosedur Penggunaan Dana Kelurahan, Camat Diprotes

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Warga yang tingga di Jalan Justin Sihombing, Lorong 24, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar menyesalkan kinerja Camat Siantar Timur, Syaiful Rizal. Pasalnya, rencana pembangunan jalan setapak dengan rabat beton dinilai tidak melibatkan warga.

Akibatnya, warga yang bersebelahan langsung dengan jalan setapak tersebut melakukan protes saat camat, lurah dan RT datang ke lokasi, Kamis (27/8). Perdebatan pun sempat tidak terelakkan. Warga sendiri tidak menolak adanya pembangunan jika sejak awal prosedur rencana pembangunan, yang diambil dari dana kelurahan dilaksanakan dengan baik.

Salah satu persoalan yang paling disesalkan adalah, pembangunan jalan setapak dengan lebar kurang 1 meter dan panjang sekitar 20 meter tersebut turut mempengaruhi parit. Dimana dalam perencanaan, parit yang selama ini diandalkan warga untuk pembuangan air kamar mandi akan ditutup. Sementara bagi warga, penutupan itu akan menciptakan bau ke dalam rumah.

Sejumlah warga menyampaikan, jika parit tertutup uap air parit akan masuk ke dalam rumah masing-masing warga melalui pipa saluran air. Padahal selama ini saja warga sudah merasa resah dengan bau air parit akibat adanya usaha ternak babi di hulu parit.

Mengenai protes itu, camat sempat bersikeras bahwa rencana pembangunan merupakan hasil usulan warga lewat RT 02, Sarlim Saragih dan RT juga membenarkan pernyataan camat. Namun ketika warga meminta RT dan camat untuk menghadirkan warga yang disebut-sebut mengusulkan pembangunan jalan.

RT pun akhirnya berkelit bahwa permohonan pembangunan disampaikan secara lisan. Mendengarkan itu, Zay Sinaga bersama warga lainnya semakin kesal lantaran camat diduga ingin memaksakan rencana pembangunan hanya karena ada kepentingan sepihak. Warga sempat mempertanyakan kepada camat, apakah usulan dengan lisan dapat dijadikan sebagai administrasi berkekuatan hukum? Perihal itu, camat sempat mengatakan bahwa itu tidak jadi masalah.

Perdebatan antara warga dengan pihak camat, yang disaksikan bhabinkamtimas dan Koramil, sempat memakan waktu sekitar satu jam. Namun akhirnya camat memutuskan tidak akan melanjutkan pembangunan dengan syarat, warga membuat alasan penolakan. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *