by

Diduga Edarkan Narkoba Penahanan Oknum Polisi Diperpanjang

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Penahanan terhadap seorang anggota polisi berpangkat Aipda, berisial IJS dengan rekannya karena ditangkap Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pematangsiantar tanggal 18 Mei 2020 yang lalu, atas dugaan kepemilikan sekitar 27 gram sabu-sabu dan 15 butir pil ekstasi, terpaksa diperpanjang selama 30 hari kedepan.

Kepala BNNK Pematangsiantar, Tuangkus Harianja melalui Kasi Pemberantasan, Kompol Pierson Ketaren mengatakan, perpanjangan penahanan terhitung dari 22 Agustus sampai 21 September 2020, karena sebelumnya BNNK belum berhasil meyakinkan Kejaksaan Negreri (Kejari) atas pengkapan yang dilakukan kepada anggota polisi yang bertugas di Polsek Dolok Pardamaean, Polres Simalungun.

Berdasarkan permintaan jaksa, BNNK pun sudah melengkapi berkas dan di balik proses pelimpahan yang terbilang lama ini, Pierson yakin dalam minggu ini sudah tuntas. “Sudah kita jawab kemarin apa permintaan daripada jaksa. Makanya dalam minggu ini sudah ada putusan dari kejaksaan apakah ada berkas yang masih dibutuhkan. Tapi kita lihat, karena semua permintaan sudah kita lengkapi sudah bisa P21 (dilimpahkan),” ucapnya.

Untuk diketahui, tanggal 18 Mei 2020 yang lalu, BNNK Pematangsiantar menangkap IJS, DA, HS, AN dari Jalan Medan Km 4,5, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, tepatnya di Simpang Rame dengan barang bukti  berupa sabu-sabu sekitar 27 garam dan 15 butir pil. Selain itu, BNNK juga mengamankan timbangan digital, uang Rp 6 juta di dalam Mobil Xenia milik IJS, 2 unit sepeda motor jenis Yamaha Vixion dan Honda Vario. Kemudian, 2 unit Handphone merk Vivo dan Nokia.

Sebelumnya, Kompol Pierson Ketaren mengaku, jika masa waktu penahanan habis maka IJS wajib dibebaskan. Ia juga tidak menyangkal bahwa P-19 masih pertama kali terjadi. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *