by

Puluhan Warga Miskin Sebut Hefriansyah Pengecut

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Puluhan kaum ibu yang mengaku orang miskin menggelar unjuk rasa di gedung Balai Kota Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Senin (24/8). Mereka mengaku kurang mendapat perhatian dari pemerintah sehingga berbagai bentuk bantuan tidak pernah dirasakan. Unjuk rasa ini berjalan cukup lama karena kehadiran mereka tidak ditanggapi pihak pemerintah.

Seorang ibu yang mengaku bernama Magdalena Ginting bercerita, selama ini ia mengandalkan hidup dengan mencari barang-barang bekas. Namun bertahun-tahun tidak pernah mendapatkan bantuan, baik dari program KIS, BPNT dan PKH. Sementara petugas sudah berkali-kali datang untuk melakukan pendataan ke rumah tinggalnya di Gang Horas, Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur.

Ibu yang dikarunia 7 orang anak tersebut menambahkan, sudah kerap juga dipanggil pihak kelurahan untuk perlengkapan berkas tetapi semua itu tidak menjawab harapan mereka selama ini. Atas pengalaman yang dialaminya, penyaluran bantuan dari pemerintah malah tidak tepat sasaran. Menurut Magdalena, keluarganya hanya pernah mendapat bantuan setelah datangnya pandemik Covid-19.

“Kita berharap kiranya pemerintah itu jangan cuma memperhatikan orang kaya, jangan malah mereka yang mendapat bantuan tapi kami orang miskin ini tidak ada mendapatkannya,” terangnya, yang juga diamini pengunjuk rasa lainnya. Seperto Hartauli Silalahi.

Hartauli berharap Pemko Pematangsiantar melakukan pendataan dengan benar sehingga bentuka bantuan dari pemerintah tepat sasaran. “Kita berharap kepada Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah agar penerima bantuan itu di data ulang,” katanya.

Teriakan mereka berulang-ulang diutarakan tetapi pihak pemerintah tak kunjung datang menanggapi mereka. Massa pun akhirnya berteriak meminta wali kota agar keluar dari ruang kerjanya untuk menjumpai dan menjawab kekecewaan mereka itu. Namun semua sia-sia walau Hefriansyah disebut sebagai pengecut, yang hanya berani bertemu dengan orang tertentu. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *