by

Masuk Geopark Kaldera Toba, Kera dan Siamang di Parapat Terabaikan

Simalungun, Kabarnas.com – Taman Wisata Kera Sibaganding, Kabupaten Simalungun menarik perhatian Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah. Baginya, alam daerah ini memiliki potensi wisata yang cukup tinggi, ditambah dengan keberadaan siamang dan kera liar yang bisa dekat dengan pengunjung setelah dipanggil pawang, yaitu Abdurrahman Manik.

Sayangnya, belakangan ini justru terabaikan. Namun melihat potensi itu, Ijeck berjanji akan memberikan perhatian khusus sehingga pangan untuk Siamang dapat terpenuhi. Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Sumatera Utara bersama Kementerian Kehutanan bersinergi membantu dan ia berharap Taman Wisata Kera Sibaganding ini bisa dikembangkan lagi sehingga dapat menarik banyak pengunjung.

Ijeck pun mengapresiasi Abdurrahman anak dari almarhum Umar Manik yang mengelola kawasan wisata kera di Sibaganding. Lewat jasanya, keseriusan hati memelihara kera membuat kawasan wisata kera tersebut tetap terbuka bagi wisatawan. Ijeck mengatakan bahwa kawasan ini salah satu objek wisata yang ada di kawasan Geopark Kaldera Toba

Sementara itu, Abdurrahman Manik mengatakan, dahulu di tahun 2000-an Taman Wisata Kera setiap bulannya ramai dikunjungi orang. Masyarakat menjadikan Taman Wisata Kera sebagai destinasi wisata lain sebelum ke Kota Wisata Parapat. Hal inilah yang menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk ikut serta mengelola kawasan tersebut.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, Taman Wisata Kera ini mulai terabaikan dan kurang mendapat perawatan. Salah satu penyebabnya karena semakin minimnya masyarakat yang berkunjung. Imbasnya, kera-kera yang selama ini dimanjakan dengan makanan yang diberikan oleh pengunjung harus kehilangan makanannya.

“Makanya kita lihat sekarang ini banyak kera-kera yang turun ke jalan-jalan mencari makanan. Bahkan ada di antara mereka yang mati tertabrak. Kita kasihan, tapi juga tak bisa berbuat apa-apa karena tidak punya biaya untuk makanan mereka. Terkadang saya sama mamak harus kumpuli pisang atau roti-roti bekas dari pajak untuk kasih makan mereka,” ujar Abdurahman.

Padahal, lanjut Abdurrahman, setelah menggantikan peran ayahnya, Umar Manik yang mulai sakit-sakitan pada 2011, ia sangat berkeinginan untuk serius mengelola Taman Wisata Kera ini. Apalagi Taman Wisata Kera Sibaganding masuk kedalam Geo Area Porsea Geopark Kaldera Toba.

Abdurrahman sudah melekat betul dengan kawasan itu. Sewaktu Abdurrahman habis meniup tanduk kerbau, kera-kera pun satu-satu bermunculan. Ada yang datang dari pepohonan dan ada juga yang lewat jalanan semen yang kondisinya mulai terselimuti lumut.

Di antara mereka tampak seekor yang bertubuh besar dan bertaring tajam. Bawaannya tenang dan mata tajam lebar, memandang daerah sekitarnya. Sedangkan kawanan lainya tampak lebih agresif mendekati para pengunjung yangm memegang bungkusan kacang tanah.

Ali Imron, Kepala Seksi Program dan Evaluasi Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli mengatakan kawasan wisata kera ini lebih dulu ada ketimbang wisata trekking, camping dan penangkaran gajah Aek Nauli.

Menurut Imron, kera-kera tidak seharusnya berada di pinggir jalan menuju Parapat. Kera selayaknya berada di hutan. Untuk itu, taman kera diharapkan dapat menjadi tempat kembali kera-kera yang berada di pinggir jalan itu. “Harapannya, kera dan monyet di pinggir jalan itu kembali ke hutan,” kata Imron

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *