by

Polisi Peras Turis Jepang di Bali Ternyata Direkam 2019

Denpasar, Kabarnas.com – Seorang polisi yang diduga melakukan pemerasan kepada turis asal Jepang akhirnya terungkap. Video tersebut diperkirakan direkam dan diupload Desember 2019 lalu. Namun polisi tetap mendalaminya. Bahkan saat ini oknum tersebut bernama WD Windia sudah ditahan dan diperiksa. Sementara WD sendiri berasal dari kesatuan Sabhara Polres Jembrana. Hal ini dibenarkan Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa, Kamis (20/8) wartawan.

Kapolres menegaskan tindakan yang terekam kamera dan viral di media sosial merupakan tindakan tidak terpuji. Namun sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan tindakan  apa yang akan diberikan kepada anggota tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan. Pastinya, kata Gede, tindakan tegas akan diberikan sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.

Ia berjanji tidak akan menutupi pelanggaran yang dilakukan anggotanya. “Memang itu anggota kami tapi kejadiannya sudah lama. Belum pasti tahunnya. Kalau kita lihat postingannya tahun 2019. Sanksi akan diberikan melalui hasil sidang,” terangnya sembari memastikan bahwa saat ini anggota tersebut sudah dimutasi

Sebelumnya sempat viral di media sosial You Tube seorang turis Jepang diduga diperas oleh oknum berpakaian dinas polisi di Bali. Video berdurasi 3 menit 16 detik ini diunggah oleh akun You Tube bernama Style Kenji pada 30 Desember 2019 lalu dan sudah menyebar ke berbagai medsos. Dalam video itu tampak sepeda motor bernomor polisi DK 3762 FO yang dikendarai oleh sang perekam yang mengaku berasal dari Jepang itu diberhentikan oleh oknum polisi.

Lalu oknum itu mulai memeriksa kelengkapan surat motor WNA tersebut. Lantas oknum tersebut mengatakan bahwa lampu motor sang pengendara tidak menyala sehingga dia harus dikenai penalti.   Dalam bahasa Inggris, oknum itu kemudian berjanji akan membantu WNA itu. Dia lalu meminta uang sebesar Rp.1 juta sebagai uang penalti. Oknum itu pun mulai memberikan penjelasan dan meminta uang.

Awalnya, WNA itu memberikan uang Rp.100.000, namun oleh oknum polisi itu kembali menegaskan bahwa dia meminta Rp.1 juta. Selang beberapa lama, pengendara itu pun hanya mampu memberikan uang sebesar Rp.900.000. Setelah menerima uang, oknum itu mulai menghitung jumlahnya dan terhitung Rp.900 ribu. Dia pun mengatakan bahwa jumlah itu sudah cukup dari permintaan awal yang senilai Rp.1 juta. (Man)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *