by

Napi Produksi Ekstasi di Rumah Sakit, 4 Sipir Lapas Salemba Diperiksa

Jakarta, Kabarnas.com – Setelah aktivitas seorang narapidana Lapas Salemba, Amu Utomo Putro menjadikan satu ruangan khusus di rumah sakit menjadi lokasi memproduksi pil ekstasi terbongkar, Polsek Sawah Besar dan Polres Jakarta Pusat akhirnya memeriksa petugas sipir. Sejauh ini empat orang telah diminta keterangan.

Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf, mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap sipir diawali dari daftar jaga yang tertera dalam buku mutasi. Namun sementara ini polisi belum bisa menyimpulkan apakah 4 sipir tersebut ikut terlibat. “Sipir kita periksa sesuai buku mutasi menjaga AU di rumah sakit,” kata Eliantoro kepada wartawan, Kamis (20/8).

Dalam perkara ini tidak menutup kemungkinan pemeriksaan akan dikembangkan kepada orang lain dan semua itu tergantung dengan data yang dikumpulkan di lapangan atau dari keteranngan demi keterangan.

Terungkapnya kasus ini berawal saat anggota Polsek Sawah Besar berhasil menangkap kurir ekstasi berisial MW dengan barang bukti 30 butir ekstasi dan sesuai pengakuan MW, barang bukti tersebut diperoleh dari AU (Amu Utomo Putro). Hasil penelusuran, UA merupakan narapida rutan Salemba yang sedang menjalani masa hukuman 15 tahun penjara karena kepemilikan sekitar 15 ribu butir ekstasi.

UA berhasil menyulap ruang VVIP untuk memproduksi ektasi, dan selama dua bulan mampu menghasilkan Rp 140 juta. Pria berusia 42 tahun itu sendiri diberikan izin oleh pihak Lapas Salemba untuk berobat lantaran sering mengeluhkan nyeri lambung.

Dalam temu pers sebelumnya, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto didampingi Wakil Kapolres AKBP Herubertus Ompusunggu mengatakan, hasil penggerebekan ruangan rumah sakit, ditemukan sejumlah barang bukti berupa pil ekstasi, alat cetak ekstasi, pewarna, satu buah telepon genggam dan perangkat pencetak ekstasi dari serbuk menjadi butiran.

Polisi sudah memeriksa AU dan mengaku bahwa bahan untuk memproduksi pil ekstasi dipesan melalui situs belanja daring. Namun pernyataan AU masih akan diselidiki Polsek Sawah Besar dan Polres Jakarta Pusat, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam perkaran tersebut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 113 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *