by

Istri dan 2 Anak Buta Saat Dewasa Ayah Berjuang Sendiri Mencari Dana

Simalungun, Kabarnas.com – Ramot Silalahi (48), seorang ayah yang dikarunia tiga orang anak dari hubunganya dengan Rismawati (47), harus berhadapan dengan kehidupan pahit. Sebab, istri dan dua anaknya, Parluhutan Silalahi (25) dan Hotma Verawati Silalahi (24) mengalami kebutaan setelah dewasa. Penyakit langkah ini telah ditangani dokter namun hasilnya jauh dari harapan. Sementara biaya selama ini sudah banyak dikeluarkan. Saat ini ketiga orang buta tersebut hanya tinggal di rumah menunggu uluran tangan dari berbagai kalangan.

Ramot mengaku sempat putus asah hingga seolah tidak percaya dengan Tuhan karena beban berat ini sulit dipahami logikanya. Apalagi uang telah habis, bahkan warisan keluarga turut tergadaikan. Namun di balik kesulitan itu, keluarga yang  tinggal di Simpang Rel Muntik, Nagori Bosar (desa) Galugur, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun tersebut tetap berusaha sebisa mungkin untuk mendapatkan pemulihan penglihatan.

Ramot tidak pernah menyangka akan berhadapan dengan kesulitan ini. Pertama kali yang mengalami kebutaan adalah istrinya. Awalnya, bulan Juni 2014 Rismawati memilih untuk membeli kaca mata  di Kota Pematangsiantar setelah penglihatannyabrabun, hanya saja upaya itu bukan jawaban, malah bertambah parah sehingga di bulan November 2014 ia bersama suaminya berangkat ke salah satu rumah sakit yang ada di Jalan Iskandar Mudah, Kota  Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil rekam medis yang diperoleh dari dokter mata, penyakitnya glaukoma. Setengah tahun mereka mengandalkan rumah sakit, namun tidak ada hasil yang memuaskan. “Saat itu istri saya masih dapat meraba-raba. Tetapi bulan berganti bulan penyakit istri saya belum juga terobati. Adapun biaya perobatan istri saya pada saat ini dengan biaya sendiri. Melihat situasi seperti ini saya sebagai suami mengambil langkah lain untuk berobat alternatif di Kota Pematangsiantar tetapi hasilnya tidak ada perubahan sama sekali,” katanya.

Belum ada solusi terhadap kondisi kesehatan mata istrinya, di bulan September 2018, Ramot Silalahi mendapat kabar buruk lagi. Anaknya Parluhutan Silalahi pun mengalami gangguan kesehatan. Dan ini baru diketahui setelah Parluhutan Silalahi berobat mata di daerah perantuan, Bagan Batu, Provinsi Riau. “Mendengar kabar tersebut saya langsung telepon adik ipar saya supaya Parluhutan Silalahi cepat diantar pulang ke kampung. Hari itu juga diantar ke Nagori Bosar Galugur.

Esok harinya, Ramot membawa anaknya berobat ke rumah sakit mata di Kota Medan, tempat istrinya berobat. Pada saat itu Parluhutan masih bisa melihat secara samar. Alhasil, segala perjuangannya pun belum berhasil setelah hampir 1 tahun berobat, malah semakin parah. “Melihat situasi seperti ini saya selaku bapak semakin terpuruk” terangnya.

Kabar tak disangka-sangka juga datang dari anak perempuannya. Maret 2020 putrinya juga tidak dapat lagi melihat. Mirisnya, di saat dalam keadaan seperti itu, hubungan putrinya Hotma Verawati Silalahi dengan suami yang dinikahinya di tahun 2019, malah tidak harmonis. Padahal Hotma sedang mengandung anak pertama. Setelah melahirkan pun di bulan April 2020, hubungan mereka bukannya membaik.

Pada hari selanjutnya, Hotma menghubungi ayahnya Ramot, meminta dijemput bersama cucunya. Ramot tak banyak pikir langsung mendatangi kediaman Hotma yang tidak begitu jauh dari Simpang Rel Muntik karena putrinya tersebut sempat mengaku akan bunuh diri jika tidak dijemput. Setibanya di sana Ramot hanya bisa melihat putrinya menangis sambil menggendong cucunya. “Sampai sekarang menantu Ramot pun belum pernah melihat anak dan istrinya,” kata Ramot. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *