by

Data Sementara 160 Alumni SMAN 4 Pematangsiantar Masuk Perguruan Tinggi

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Pematangsiantar Rudol Barmen Manurung MPd memastikan jumlah anak didiknya yang berhasil masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) hingga saat ini telah mencapai 160 orang. Jumlah ini diperoleh sesuai laporan masing-masing murid.

Angka ini masih sementara dan diperkirakan akan terus naik. Adapun jumlah siswa yang lulus di tahun 2020 dari SMAN 4 ini mencapai 357 orang. Sehingga dari 160 orang tersebut kemungkinan masih akan bertambah, apalagi nantinya masih mengikuti jalur Mandiri PTN.

Rudol Manurung bersyukur atas keberhasilan tersebut. Semua itu tidak lepas dari semangat belajar anak didiknya dan buah kerja keras guru  memberikan motivasi. “Data ini kita kumpulkan sesuai laporan anak-anak itu. Untuk data pastinya, nanti terkumpul setelah mereka kembali datang ke sekolah meminta surat dari asal alumninya,” kata Rudol Manurung, Selasa (18/8).

Saat ini data yang terkumpul, alumni SMAN 4 Pematangsiantar lulusan tahun 2020 telah lolos ke sejumlah PTN, antara lain di USU, UNIMED, UNBRAW, ITB, Universitas Veteran, ITS dan lainnya. Ia juga merincikan bahwa sebanyak 33 anak didiknya masuk Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) atau melalui jalur undangan dan sebanyak 127 orang jalur ujian atau lewat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Ketua Patambor Siantar-Simalungun ini menambahkan bahwa sebelum pandemik Covid-19 datang ke Indonesia, ia sempat membuat kebijakan di sekolah, yaitu para guru dan wali kelas mengadakan les sore untuk menambah kemampuan siswa memecahkan soal-soal UN dan PTN.

“Sampai pertengahan bulan Maret atau sebelum Covid-19 itu kita sempat les sore. Memang murid kita sudah memiliki kapasitas dan kapabilitasnya ditambah kegigihan dari guru gurunya dalam memberi motivasi,” ujar Rudol.

Ia juga mengakui keunggulan siswanya tak jarang membuat salah satu PTN di Pulau Jawa sempat menyurati sekolah lantaran, ada murid yang lulus namun tak mengambil kesempatan itu. Dalam kesempatan ini ia pun meminta agar murid-murid yang telah lolos PTN tetap mengikutinya sehingga tidak berdampak buruk kepada adik-adik kelas mereka dikemudian hari.

“Beberapa kali kejadian murid kita lulus PTN dan bersamaan lulus di kedinasan. Lantas murid ini memilih kedinasan karena lebih menjamin kerja. Ini mungkin keputusan lebih baik. Tapi ada pernah di konteks lain malah tidak mendaftar ulang ke PTN yang dimaksud. Kemudian PTN itu menyurati kita pihak sekolah. Ini yang kita khawatirkan,” ujar Rudolf seraya menjadikan ini juga sebagai kebanggaan tersendiri.

Alumni SMA Negeri 4 Pematangsiantar, diterangkan Rudolf sedari dulu memang memiliki prestasi yang mumpuni. Bahkan ratusan murid lulus ke PTN sudah seperti budaya tiap tahunnya. (Man)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *