by

Selama Corona 782 Warga Siantar Kehilangaan Pekerjaan

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Pandemik Covid-19 telah menimbulkan ratusan tenaga kerja di Kota Pematangsiantar kehilangan pekerjaan. Data ini ditemukan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dari 81 perusahaan setelah turun langsung mengkroscek ke masing-masing tempat karyawan bekerja. Diperkirakan jumlah tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan akan semakin meningkat di tengah situasi ekonomi yang belum membaik akibat Covid-19.

Kasi Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja, Tumpal Pasaribu merincikan bahwa tenaga kerja yang mengalami dampak Covid-19 ini terdiri dari 86 orang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan sebanyak 696 orang dirumahkan. Dijelaskan, pola dirumahkan sesuai keterangan perusahaan adalah, sebagian bekerja dan jika kondisi perusahaan membaik akan dipekerjakan kembali.

Selain itu, pihaknya juga menemukan kebijakan perusahaan agar karyawan tetap bisa bekerja, yaitu system sif sehingga karyawan tetap memperoleh upah. Jumlahnya sendiri ada 222 orang. “Untuk yang terkena PHK, sebagian ada yang melapor kepada kita guna mendapatkan hak-haknya. Di sini, kita coba memediasi dengan perusahannya, dan beberapa di antara mereka sudah mendapatkan hak-haknya,” kata Tumpal Pasaribu, Selasa (18/8).

Tumpal Pasaribu menambahkan, pihaknya tidak hanya memperhatikan karyawan. Sebab beberapa perusahaan terpaksa melakukan merger (penggabungan) agar mampu beroperasi di masa Pandemi Covid-19. “Ada karyawan mutasi, bahkan perusahaan menjadi merger. Sebagai contoh ada tadi salah satu perusahaan pembayaran (finance) yang merger dengan perusahaan lain, lantaran kredit konsumen macet, ya mau bagaimana lagi,” jelasnya.

Mengingat jalan keluar untuk mengatasi pandemik Covid-19 belum ditemukan, seperti vaksin atau obat, maka Disnaker Kota Pematangsiantar tetap berpesan kepada seluruh pihak yang mempekerjakan orang khususnya perusahaan dengan jumlah karyawan yang cukup banyak untuk memperhatikan protokol kesehatan. Perusahaan diminta semaksimal mungkin memberikan kenyamanan kepada masyarakat agar geliat bisnis perusahaan berjalan lebih baik.

Selain itu, seiring peningkatan PHK dan aksi merumahkan karyawan, Disnaker mendapat masalah tentang serapan tenaga kerja di Kota Pematangsiantar yang jauh minim. “Ada perusahaan perusahaan di luar negeri seperti Malaysia butuh tenaga kerja. Tapi regulasi Covid-19 membatasi kita untuk masuk ke sana. Kita tunggu dulu lah ini kembali normal,” tutupnya. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *