by

Dampak Pengembangan Wisata Danau Toba Warga Terima Dana Rp 25 M

Medan, Kabarnas.com – Masyarakat yang selama ini bercocok tanam di atas lahan seluas 279 hektar di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, akan mendapat Dana Satunan Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (dana kerohiman) sebesar Rp 25,28 miliar dari pemerintah melalui Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT). Lahan yang masuk bagian dari area Toba Caldera Reaort (TCR) tersebut masuk objek pengembangan pariwisata dan BPODT sendiri sudah memiliki sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

Sejak 10 Juli 2020 penyaluran dana kerohiman tersebut sudah dilakukan di Kantor Bupati Toba, yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio secara teleconference. Sejauh ini sudah ada 185 orang yang sudah menerima dana kerohiman tersebut dengan jumlah variatif sesuai banyaknya tanaman.

Kepala BPODT, Arie Prasetyo mengatakan, dana kerohiman itu disalurkan sebagai pengganti tanaman yang selama ini menjadi sumber ekonomi masyarakat. Arie mengungkapkan ‎dana kerohiman yang sudah disalurkan untuk 228 petak lahan yang dikelola oleh 185 orang. “Dana santunan ini sudah dibayarkan secara bertahap.  Penyaluran terakhir atas nama Almarhum Pinayungan Munte dan haknya telah kami serahkan kepada ahli warisnya Rantaria Munthe, melalui transfer langsung lewat rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI),” katanya, Jumat (14/8).

Setelah tahap pertama 279 hektar ini selesai, maka akan dilanjutkan untuk tahap kedau dengan sisa lahanya seluas 107,72 hektar.  BPODT sendiri sudah menyiapkan dana kerohiman Rp 26,13 miliar dan sudah disalurkan Rp 25,28 miliar. Dalam menyalurkan dana kerohiman ini BPODT berpegang pada Perpres Nomor 62 Tahun 2018 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam rangka Penyediaan Tanah untuk Pembangunan Nasional.

“BPODT sendiri saat ini terus melakukan pembangunan Toba Caldera Resort (TCR) dan fasilitas pariwisata berstandar internasional untuk seluas 386,72 hektar di kawasan Danau Toba. Lahan tersebut merupakan hutan milik negara yang selama ini dikelola masyarakat. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *