by

BNNK Gagalkan Peredaran Sabu 31,2 Gram dan 17 Butir Ektasi di Siantar

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Peredaran sabu-sabu sekitar 31,2 gram dan 17 butir pil ektasi di Kota Pematangsiantar berhasil digagalkan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pematangsiantar, Kamis (13/8) dari Jalan Uisgira, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara. Barang tersebut diduga milik Dede Andrian.

Saat penanggapan, pemiliknya sempat melakukan perlawanan dan membuat petugas kewalahan. Langkah terakhir petugas menembak paha kaki kiri warga warga Jalan Singosari Gang Salak, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, kelahiran tahun 1979 tersebut.

“Tenaganya cukup kuat dan berusaha terus melepaskan diri, dan akhirnya, daripada teman kita jadi korban dan orangnya (tersangka) juga bisa jadi korban sehingga kita berupaya untuk melumpuhkannya,” ucapnya.

Selain itu petugas BNNK Pematangsiantar juga menyita kotak boks berbahan kertas yang diduga kuat turut sebagai pembungkus pengiriman paket sabu. Namun BNNK masih mendalaminya. “Kenapa kita sita juga ini (kotak boks), karena menurut informasi yang kita peroleh sesungguhnya ada lebih kurang ½ Kg sabu. Tapi inilah yang kita duga bagian dari paket itu,” jelasnya.

Adapun barang bukti dari pengungkapan ini, kata Pierson, antara lain 1 unit sepeda motor BK 2250 NC, 1 unit timbangan elektrik, 5 buah ATM , termasuk 1 buah buku rekening atas naman Fahri. Sayangnya, petugas belum bisa melakukan pengembangan kasus tersebut karena sejak tersangka ditangkap hingga sekarang ini masih bungkam.

“Karena beliau masih kita rawat, belum ada pengembangan yang dapat kita ungkapkan lebih diteil. Beliau masih bungkam. Kemudian, saat penggerebakan temannya satu orang lari dan kita upaya mengejar tetapi berhasil kabur karena kita memang kita fokus kepada dia (tersangka). Pasal yang kita persangkakan adalah pasal 114 ayat 3 dan pasal 112 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” terangnya.

Pierson menambahkan, sejak tersangka keluar dari penjara beberapa bulan terakhir ini karena asimilasi dampak Covid-19, pihaknya telah melakukan pemantauan dan informasi yang dikumpulkan BNNK bahwa tersangka masih melaksanakan aktivitas yang sama, yaitu mengendarkan sabu-sabu. (Man)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *