by

Kerap Kritik Presiden, Fahri Hamzah dan Fadli Zon Dapat Tanda Jasa

Jakarta, Kabarnas.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo resmi menyematkan Penghargaan Tanda Jasa Kehormatan kepada seseorang yang memiliki jasa terhadap bansag dan negara ini. Menjadi soroton public adalah, presiden memberikan penghargaan kepada lawan politiknya yang selama ini mengkritik dirinya, yaitu Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Presiden punya alasan tersendiri dalam hal penghargaan tersebut, namun tolok ukurnya adalah pertimbangan-pertimbangan matang oleh Dewan Tanda Gelar dan Jasa.  Jokowi menuturkan, pandangan politik yang berbeda bukan sebagai tanda bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara.

Dengan santai Jokowi mengatakan bahwa dirinya dengan orang tersebut berkawan baik. “Ya, inilah yang namanya negara demokrasi,” kata Joko Widodo (Jokowi) usai memimpin penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia, di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Kamis (13/8).

Penganugerahan tanda jasa dan tanda kehormatan Republik Indonesia diberikan kepada tokoh-tokoh terpilih, jumlahnya 53 orang, terdiri dari tanda jasa Medali Kepeloporan dan tanda kehormatan Bintang Mahaputera, Bintang Jasa, dan Bintang Penegak Demokrasi.

Mereka yang berhak menerima tanda jasa dan tanda kehormatan ini adalah orang-orang yang telah berjasa dan berprestasi luar biasa dalam merintis dan mengembangkan pendidikan, perekonomian, sosial, seni, budaya, agama, hukum, kesehatan, pertanian, kelautan, lingkungan, dan/atau bidang lain serta berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara.

Menanggapi Penghargaan Tanda Jasa kerhormatan itu, bagi Fahri Hamzah sangatlah lumrah. Dan itu menjadi tugas Presiden dalam sistem di Indonesia selaku kepala pemerintahan maupun juga kepala negara. “Pada momen-momen 17-an seperti ini presiden sebagai kepala negara tentu lebih menonjol menjaga persatuan kita, menjaga simbol-simbol negara kita,” kata Fahri.

Fahri menegaskan, sebagai negara demokrasi semua harus bisa memelihara persatuan dan kebersamaan, apalagi situasinya Covid sekarang dan inilah momen untuk mempersatukan bangsa. Pernyataan yang sama turut diutarakan Fadli Zon. Penghargaan yang diterima adalah penghargaan kepada rakyat juga karena bersama-sama menjaga demokrasi dari kepala negara dan presiden untuk merawat serta menjaga Indonesia.

“Ini sebuah  kehormatan karena saya dan saudara Fahri dari pimpinan lembaga tinggi negara DPR yang mewakili rakyat. Tentu penghargaan ini adalah penghargaan untuk rakyat, kelembagaan perwakilan rakyat artinya juga ini untuk demokrasi kita,” kata Fadli Zon seraya menambahkan bahwa sebenarnya perbedaan adalah potensi untuk maju dan tetap kuat melakukan check and balance. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *