by

Arogan Kepada Wartawan Wali Kota Diminta Belajar Santun

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Setelah sebelumnya Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah dikecam anggota DPRD dan AJI Medan, kali ini hal sama disampaikan GMKI Siantar-Simalungun. Sebagai kepala daerah mestinya jadi teladan, termasuk dalam hal berkomunikasi kepada siapapun, khususnya kepada wartawan sebagai penyebar informasi ke publik.

Ketua GMKI Siantar-Simalungun, May Luther Dewanto Sinaga menilai wali kota sudah memperlihatkan sikap yang tidak arif. “Kita tahu Kota Siantar adalah kota kaya adat, adab dan berbudaya. Sejarah mencatat masyarakat Siantar sangat toleran dan terbuka, namun itu tidak ditunjukkan wali kota saat dikonfirmasi jurnalis atau wartawan,” terangnya.

Luther menerangkan, Hefriansyah sebagai wali kota atau pemimpin harusnya merupakan cerminan dari masyarakat Kota Pematangsiantar yang dikenal masih menjunjung tinggi nilai-nilai adat yang beragam termasuk falsafah kesantunan yang diajarkan oleh leluhur.”Wali kota itu simbol rakyat, kalau wali kota ramah berarti kultur kota itu juga baik. Sementara wali kota sekarang temperamental,” ujar Luther.

Untuk itu lanjut Luther, GMKI mengecam keras sikap wali kota yang terkesan tempramental dan terkesan tidak beretika, tercermin dari diksi yang dia lontarkan sebagai kata-kata yang mengolok jurnalis. “Kita mengecam keras pernyataan itu dan meminta wali kota untuk menyesuaikan kultur budaya masyarakat Siantar yang penuh adab, adat. Wali kota belajarlah budaya santun,” kata Luther.

Untuk itu, GMKI Siantar-Simalungun meminta wali kota meminta maaf dan masalah ini menjadi pelajaran berharga termasuk pejabat public lainnya untuk menghormati kerja jurnalis dan kebebasan pers.

Sebelumnya, ketika dikonfirmasi tentang hasil pertemuan wali kota dengan KASN, dengan ketus Hefriansyah menjawab wartawan. Bahkan terlihat berdebat. “Siapa yang bilang,  kalian tanya samaku.  Makanya cari informasi itu yang akurat jangan mengada-ada. Pake ini” katanya, Selasa (11/8), sembari ia menunjuk jidatnya menggunakan jari tangan kanan.

Sembari berjalan mau masuk ke dalam mobil dari arah belakang, Hefriansyah sempat menyampaikan sejumlah kalimat. “Makanya informasinya jelas. Coba konfirmasi ke KASN. Kata Kusen itu apa, makanya kau cari pake otak,” ucapnya dengan nada seperti tidak bersahabat. (Man)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *