by

Cacat dan Miskin Warga di Taput Tidak Dapat Bantuan

Taput, Kabarnas.com – Warga di daerah Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara mengeluhkan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam hal penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak tepat sasaran. Sementara warga miskin dengan cacat fisik terabaikan alias tidak pernah mendapatkan bantuan selain jenis bantuan dari pandemik Covid-19. Mereka berharap kedepannya bisa menerima bantuan PHK.

Salah satunya adalah Jadiaman Siahaan, warga Desa Lobusiregar 1. Pria berusia 74 tahun tersebut mengaku baru dapat perhatian dari pemerintah karena masuknya virus corona ke Indonesia. “Kalau bukan karena datangnya virus corona, kemungkinan saya tak akan pernah menerima bantuan dari pemerintah,” katanya, Rabu (12/8).

Ia mengaku, seandainya dia bisa berjalan normal, tanpa merangkak maka tidak perlu baginya mendapatkan bantuan. Itu sebabnya selama ini berharap dan walau bantuan dari pemerintah baru kali ini diperoleh, Jadiaman Siahaan tetap bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah desa setempat.

Jeffri Siaahan cacat fisik

Hal senada dirasakan Jeffri Siahaan. Keluarganya baru dapat bantuan setelah pandemic Covid-19. Pria yang sudah dikaruniai anak dua tersebut mengaku tidak pernah dapat bantuan. “Untung Pemdes (Pemerintah Desa) setempat ikut mendata kami sebagai warga yang layak menerima bantuan,barulah kami mendapatkannya,”sebutnya.

Sementara aparat pemerintah desa yang selama ini dituding sebagai dalang yang menyebabkan bantuan dari pemerintah tidak tepat sasaran, mengaku kewenangan mereka terbatas. Sebab, usai pendataan maka dokumen diserahkan ke Dinas Sosial dan sekaligus menentukan. “Namun hingga sekarang belum ada hasil dan itu kita tunggu bersama-sama. Mudah-mudahan pengusulan kami segera terealisasi oleh dinas sosial,” kata seorang aparat pemerintahan berinisial S. (TS)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *