by

Duda Korban Pembunuhan di Samosir Tinggalkan 7 Anak Masih Kecil

Samosir, Kabarnas.com – Empat dari tujuh tersangka pembunuh Rianto Simbolon (41), warga Desa Sijambur, Kecamatan Ronggur Nihuta berhasil ditangkap Polres Samosir dari tempat berbeda. Ke empatnya berinisial BS (27), TS (30), JS (60) dan PS (40), tercatat satu kampung dan tiga orang masih semarga dengan korban.

Kapolres Samosir AKBP Muh Saleh melalui Kasat Reskrim AKP Suhartono mengatakan, Senin (10/8), pihaknya telah mendalami kasus ini dan informasi awal pembunuhan perangkat desa tersebut didasari persoalan tanah dan juga kayu. Namun semua ini masih akan dikembangkan. Sementara para terduga diancam pasal pembunuhan, yaitu Pasal 340 Subs Pasal 338 dari KUHPidana.

Kepala Desa Sijambur, Judiman Naibaho mengatakan bahwa selama ini korban diketahui tidak mempunyai masalah dengan siapapun, apalagi korban terbilang ramah, baik dan juga sebagai tokoh yang sering tampil dalam acara-acara adat Batak. Bahkan dalam melaksanakan pekerjaanya sebagai perangkat desa tidak pernah bermasalah.

Warga lain mengaku sangat prihatin dengan peristiwa ini apalagi anak-anak korban masih kecil dan harus hidup tanpa orangtua karena satu tahun sebelumnya istri korban juga sudah meninggal dunia. Situasi kehidupan keluarga korban menambah rasa miris bagi warga di desa tempat tinggalnya. Dan tidak ada yang menyangkan korban dibunuh dengan sadis.

Anak pertama korban masih berusia 17 tahun, duduk di bangku SMA dan yang paling kecil berusia 5 tahun.  Jika sebelumnya 2 dari 7 anaknya pernah dititipkan di panti asuhan karena status korban sebagai duda dengan penghasilan pas-pasan sebagai petani, sekarang kehidupan ke 7 anak tersebut lebih memprihatikan lagi sehingga ini menjadi perhatian warga agar bisa mendapatkan kehidupan yang layak.

Sebelumnya, korban ditemukan tergeletak berlumuran darah di pinggir jalan menuju Ronggurnihuta, tepatnya Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, Minggu (9/8) sekitar pukul 3.00 WIB. Bersama korban temukan juga dua unit sepeda motor, gagang pisau, mata pisau, sarung dan satu potong baju kemeja putih dan celana.

Sementara tubuh korban masih diautopsi di RS Bahyangkari Medan dan diperkirakan akan tiba di rumah duka, Senin (10/8) sekitar pukul 22.00 WIB. Sejauh ini warga dan semarga korban sudah menyiapkan segala keperluan pemakaman.  (Man)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *