by

Ikan Mas Besar Dimasak, Pemancing Izin Sebelum Membawa Pulang

Dairi, Kabarnas.com – Sejumlah warga yang memancing di Danau Toba, tepatnya Tao Silalahi, Desa Silalahi III, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, berhasil memancing ikan mas dengan ukuran besar, yang diperkirakan memiliki berat sekitar 15 kg. Para pemancing itupun merasa gembira dan langsung mengambil foto serta membagikannya ke akun sosial facebook.

Sekarang ini ikan sebesar itu sudah jarang ditemukan alias langka di Danau Toba. Sehingga tidak sedikit masyarakat berasumsi bahwa ikan tersebut akan membawa dampak buruk. Bahkan banyak warga yang mengitkannya dengan peristiwa tenggelamnya KMP Sinar Bangun di perairan Haranggaol, Kabupaten Simalungun.

Mitosnya, sebelum Kapal Motor (KM) Sinar Bangun tenggelam bersama ratusan penumpangnya, 18 Juni 2020 yang lalu, beberapa hari sebelumnya ada warga berhasil menangkap ikan dengan ukuran besar. Ikan bersama orang yang berhasil menangkapnya di foto serta membagikannya di akun sosial. Warga pun berpandangan bahwa tangkapan ikan itu erat kaitannya dengan musibah tersebut.

Mengenai hasil tangkap ikan yang viral tiga hari terakhir ini, memunculkan beragam tanggapan. Ada yang menyarankan untuk dimasak, sebagian meminta agar ikan dikembalikan ke Danau Toba karena posisi bertelur sehingga dapat meningkatkan produsi ikan mas sekaligus meningkatkan kelestarian danau. Namun tidak sedikit yang berharap agar ikan tersebut dikembalikan ke danau untuk menghindari terjadinya bencana besar, khususnya seperti peristiwa tenggelamannya KM Sinar Bangun.

“D lps (dilepas) aja, kayak y (ya) bertelur dan semoga kedpn y (kedepannya) tdk terjd (tidak terjadi) apa apa seprti KM Sinarbangun yg telah berlalu,” kata Srio Rentina Pasaribu dalam kolom komentar akun facebook Juliarson Saragih

Sementara akun Pricilla Sihotang berharap ikan yang ditangkap tersebut tidak menuai masalah. “smoga gk teerjadi apa2
soalnya mitos bgtu , skrg emg jamn sudamodren tapi ingat mereka juga masih ada dstu dan kita tdk menduakn tuhan tapi itulha norma2 yg harus dijaga,, terkadang kita sepele, smoga tdk terjadi apa2 dan semua sehat2,” katanya dalam kolom komentar akun yang sama.

Di balik beragam komentar itu Juliarson Saragih mengatakan bahwa ikan mas yang mereka tangkap telah dimasak. Dan, sebelum membawa ikan mas pulang dan memasaknya sudah terlebih dahulu mendapat ijin dari warga yang tinggal di lokasi mereka memancing, termasuk dari warga yang mengelola lokasi tempat memancing, dan disebutkan bahwa ikan mas tersebut rezeki dari pemancing itu sendiri.

“Sebelumnya saya minta maaf jikalau ikannya tidak dilepas. Itu videonya saya sendiri yg videokan. Sebelum ikan kami bawa, terdahulu ikannya di lihat yg punya pranca/lapak pemancingan di silalahi ikan mas tsb boleh atau tidak di bawa. Setelah di lihat yg punya pranca/lapak pemancingan, ikan tsb boleh dibawa dan dikatakan itu rejeki yg mendapatkan. Karna ikan tersebut yg di pancing bukan yg di rambit atau sengaja di incar. Seandainya yg punya pranca/ lapak mengatakan ikan tsb tidak bisa di bawa, ikan itu juga kami lepas kembali ke danau toba. Sekian penjelasan dari saya, terimakasih salam sehat selalu buat sabat semuanya,” jawabnya menanggapi komentar natizen. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *