by

Masa Pandemik Covid-19 Penindakan Pelanggar Lalu Lintas Dikurangi

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Selama Operasi Patuh Toba yang dilaksanakan mulai dari tanggal 23 Juli-5 Agustus, Satuan Lalu Lintas Polres Pematangsiantar menilang sebanyak 245 pengemudi. Tindakan ini terbilang rendah karena operasi ini dikaitkan dengan pandemik Covid-19 sehingga ada toleransi dan mengutamakan penyuluhan. Tercatat juga, Satlantas melakukan 448 pengaturan, 42 penjagaan, 5 pengawalan dan 28 kali patroli.

Kasat Lantas Polres Pematangsiantar AKP Muhammad Hasan mengatakan, persentase yang dilakukan di lapangan, 40 persen tindakan  preventif keselamatan berkendara, 40 persen penyuluhan protokol kesehatan dan 20 persen penindakan, baik tilang maupun penahanan kenderaan yang tidak dilengkapi surat-surat. Untuk Operasi Patuh Toba tahun ini ada tiga target operasi; tidak memakai helm, knalpot blong dan  melawan arus lalulintas,” jelasnya, Jumat (7/8).

Ia mengakui, dari 8 jenis target Operasi yang diperintahkan Mabes, Polres Pematangsiantar hanya melasakanakan penindakan terkait knalpot blong, lawan arus dan tidak pakai helm. Hal ini sesuai dengan kebutuhan daerah ini. Setelah Operasi Patuh Toba usai, ujar Hasan, satuannya tak berhenti untuk mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan dan keselamatan berkendara.

Diutarakannya, Polantas juga akan selalu bertugas membubarkan aksi balap liar sejumlah remaja di Kota Pematangsiantar yang belakangan menjadi marak terjadi di malam hari dan akhir pekan. “Tiap malam kita nonggok di Jalan Merdeka, Jalan Sutomo dan Jalan Melanthon Siregar. Balap liar itu terus dikerjain. Kalau malam Minggu itu semua titik rawan kita jagai seperti jalan ke Medan dan ke Parapat,” kata Hasan.

Ia meminta remaja untuk tak melakukan aksi balap liar dan mempertimbangkan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah sesuatu yang mahal. Untuk itu juga, peran orangtua sangat penting di sini. “Semua berangkat dari orangtua. Mereka yang tahu tingkah anak anaknya. Jangan diberi kesempatan berkendara, diberi uang jajan pada anak, tapi nanti pulang tanpa nyawa. Atau akhirnya ke rumah sakit,” imbaunya.

Peran masyarakat khususnya orangtua dibutuhkan dalam menangani aksi balap liar yang marak di beberapa titik di Kota Pematangsiantar. Sebab polisi masih memiliki keterbatasan. Perlu diketahui, pada Operasi Patuh Toba Polres Pematangsiantar ada 5 kecelakaan lalulintas terjadi. Dari angka itu, korban luka ringan 12 orang, Korban meninggal dunia 0, korban luka berat 0, dan kerugian materil Rp 14 juta. (Man)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *