by

Ratusan Pemilik Kios di Parapat Protes Relokasi

Simalungun, Kabarnas.com – Ratusan pemiliki kios yang ada di Parapat, yang terdampak terkena gusur akibat program pemerintah pusat tentang percepatan pelaksanaan proyek strategi nasional, yakni pembangunan trotoar dan drainase dari Kementerian PUPR, melakukan protes kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun karena relokasi yang dijanjikan kepada mereka tidak menguntungkan.

Pedagang suvenir dan oleh-oleh khas Danau Toba di Kelurahan Tiga Raja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun menilai pemerintah daerah tak jujur kepada mereka, dimana poin-poin dari sosialisasi berbeda dengan tindakan yang akan dilaksanakan. Pihak Kecamatan Girsang Sipangan Bolon tak menjelaskan apakah mereka direlokasi atau hanya mundur dari bibir parit.

Faktanya, kata M Sirait salah seorang pedagang, pemilik kios diminta untuk pindah sementara waktu ke Lapangan Open Stage Parapat, yang jauh dari kesan layak untuk ditempati. Pasalnya, tekstur tanah lapangan mudah becek saat hujan. “Tidak layak. Tanahnya tidak rata dan becek. Kemudian, siapa yang mau datang ke sana,” terangnya, Jumat (7/8).

Senada disampaikan Roy Caroll. Sosialisasi yang disampaikan oleh Kecamatan Girsang Sipangan Bolon masih terlalu cepat. Ia menilai tempo dua hari meminta warga untuk relokasi tergolong sangat mendesak. Apalagi Kecamatan tak serius mempersiapkan relokasi. “Surat permintaan pembongkaran diteken tanggal 5 Agustus 2020. Kemudian minta dibongkar tanggal 6-7 Agustus 2020. Kan kecepatan,” keluhnya.

Sebelumnya, Camat Girsang Sipangan Bolon Eva Tambunan mengatakan, untuk mendukung program pemerintah pusat maka ada sekitar 195 kios dan beberapa hotel harus dibongkar, dan pihaknya sudah melayangkan surat peringatan. Pembangunan harus didukung dan ini merujuk kepada Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016.

Menurutnya, jauh hari pemerintah sudah menyampaikan informasi pembongkar dan paling lama tanggl 6-7 Agustus 2020 diberi batas bagi pemilik kios untuk melakukan pembongkaran sendiri.”Ada 195 unit usaha. Jadi kemarin kita sudah pernah sosialisasi. Kemudian kita bilang agar warga menerima lantaran tempat mereka akan menerima dampak dari proyek ini,” katanya. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *