by

PHK Saat Pandemik Covid-19, Koperasi Sahabat Mitra Sejati Abaikan Kompesasi

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang tidak diterima mantan karyawan Koperasi Sahabat Mitra Sejati Cabang Pematangsiantar di tengah pandemic Covid-19 berujung masalah. Candra, mantan karyawan ini pun menuntut kompesasi Rp 35 juta dan sekarang sudah ditangani Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar.

Candra melalui kuasa hukumnya, Ferry Simarmata mengatakan bahwa PHK dilakukan pihak Koperasi Sabahat Mitra Sejati, Maret 2020 setelah bekerja selama 6 tahun. Menurutnya, PHK ini berawal dari penolakan mutasi melalui Serikat Pekerja pemuda Mandiri dari empat karyawannya ke daerah Rantauparapat karena tidak memberikan biaya tambahan.

Melihat sikap karyawan itu, perusahaan tetap membuat surat pemindahan ke daerah tersebut dan berjanji bahwa uang tambahan diberikan setelah karyawan tiba di Rantauprapat. Namun bagi karyawan, itu kebijakan tidak menjamin kehidupan mereka apalagi di masa pandemic Covid-19. Ketika karyawan tidak menuruti kebijakan itu, pihak perusahaan memilih melayangkan Surat Peringatan (SP) tanggal 17 dan 18 Mei 2020.

Menurut Ferry, SP itu sendiri tidak sampai ke tangan Candra karena koperasi yang mengirimnya lewat Kantor Pos mencantumkan alamat lama. Sementara, saat ini, Chandra bermukim di Jalan H Adam Malik, Kecamatan Siantar Barat. “Kami juga sudah cek ke Kantor Pos. Surat itu ada di sana. Kurirnya juga mengakui kalau suratnya tidak sampai karena penerima surat tidak ditemukan,” kata Ferry.

Wajar, kata Ferry, klienya tidak mengetahui soal PHK kepada dirinya sehingga tanggal 27 Mei masih sempat masuk kerja. Cuma di tanggal 30 Mei, perusahaan memberikan fotocopy surat PHK. Menurut Ferry, semestinya perusahaan sudah memberitahukan diawal Candra masuk kerja. “Ini yang aneh. Chandra di PHK tertanggal 20 Mei dan surat PHK itu tertanggal 26 Mei. Tapi, fotocopy surat PHK itu diberikan 30 Mei,” jelasnya.

Tindakan perusahaan dinilai tidak wajar, apalagi saat mengetahui bahwa yang di PHK hanya Candra. Sedangkan tiga temannya tetap bekerja walau melakukan sikap yang sama atas mutasi sebelumnya. Atas dasar itulah tanggal 10 Juli 2020, didampingi Serikat Pekerja Pemuda Mandiri dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pematangsiantar Candra menemui dan meminta perusahaan untuk membayar kompensasi sebesar Rp35 juta.

Dalam pertemuan itu, Branch Manager dan Area Manager Koperasi tersebut sudah menandatangani kesiapan perusahaan itu memberikan kompensasi Rp 35 juta.  Namun lama ditunggu, kompensasi tak kunjung diserahkan, dan sebagai gantinya kepada Candar diberikan uang pisah 1 bulan gaji Rp 2.5 juta. “Tapi yang masuk ke rekening si Chandra sebesar Rp1.013.000. Makanya, uang itu juga mau dikembalikan,” ucapnya.

Ferry berpendapat, sesuai Undang-Undang, besaran kompensasi tersebut harusnya sebesar Rp50.600.000. Tapi, sambung Ferry, pihaknya hanya meminta Rp35 juta. “Jadi, sengketa perburuan ini sedang dimediasi Disnaker. Minggu depan, agendanya itu memanggil General Manager koperasi itu dari Jakarta,” pungkas Ferry.

Terkait persoalan ini, Branch Manager Koperasi Sahabat Mitra Sejati Cabang Pematang Siantar Irwan Marasi Sitio menolak berkomentar tentang hal tersebut. “No comment,” ucapnya singkat. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *