by

Cabut Kuku Warga, Anggota DPRD PDI Perjuangan Resmi Tersangka

Labusel, Kabarnas.com – Imam Fimadi, anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) yang diketahui melakukan penganiyaan berat kepada seorang warga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka di Polres Labuhanbatu. Hanya saja, proses penahanan politisi PDI Perjuangan tersebut gagal dilakukan.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat melalui Kasubag Humas AKP Murniati Rambe mengatakan, pascapenetapan tersangka polisi sudah memanggil Iman Fimadi sebanyak tiga kali, dan baru dapat dimintai keterangan dengan status sebagai saksi saat pemanggilan ke dua. Sebab panggilan pertama diabaikan. Dalam periksaan sekitar 5 jam, Imam didampingi empat penasehat hukum dan tidak dilakukan penahanan. Namun pada pemeriksaan lanjutan sesuai dengan panggilan ke tiga, Iman tidak datang.

Ketika upaya paksa penahanan dilakukan, kata Murniati Rambe, sejumlah warga berusaha menghalangi polisi. Guna menghindari keributan yang memungkinkan bisa terjadi korban, polisi manarik diri. “Sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah keluar surat penangkapan tetapi dihalang-halangi warga,” jelasnya singkat saat dikonfirmasi, Kamis (6/8).

Untuk diketahui, Imam melakukan penganiayaan bersama tiga temannya kepada Muhammad Jefry Yono. Akibatnya, tubuh pria berusia 21 tahun yang tercatat sebagai warga Desa Pinang Damai, Kecamatan Torgamba, Labusel itu luka lebam dibagian wajah, kepala, dada, punggung, perut. Jari kaki kiri korban pun sakit setelah Iman dan temananya mencabut paksa kukunya. Tindakan itu membuat korban mengalami trauma yang mendalam.

Penganiayaan berawal dari perselisihan peminjaman sepeda motor tanggal 28 Juni 2020. Sekitar dua minggu kemudian, orangtua korban, yakni 9 Juni 2020, Arabaiyah melaporkan kasus ini ke Polres Labuhanbatu dengan STPLP/787/VII/2020/SPKT RES-LBH. Pengaduan terbilang lambat dilakukan lantaran korban belum bisa keluar dari rumah sakit. Atas perkara itu, tersangka disangkakan melanggar KUHP Pasal 353 ayat 2 dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun, kemudian Pasal 170 ayat 2 yang dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *