by

Ledakan di Lebanon Diprediksi Gudang Kimia

Beirut, Kabarnas.com – Ledakan dasyat yang mengguncang Beirut, Lebanon tepatnya di kawasan pelabuhan ibu kota itu menimbulkan puluhan orang meninggal dan ribuan dinyatakan luka-luka serta menimbulkan kepanikan diantara warga. Peristiwa itu menjadi pusat perhatian dunia.

Ledakan terjadi dua kali disertai kepulan asap tebal berwarna oranye membubung ke langit di sebuah gedung tinggi bernama Beirut Port Silos, dan diikuti gelombang kejut mirip tornado yang menyebabkan fasilitas kesehatan rusak parah, menghantam pantai, dan berada di dekat bangunan penting. Ledakan itu terdengar dan dirasakan hingga ke Siprus, jaraknya lebih dari 100 mil dari Beirut.

Hasil penyidikan yang dilakukan pemerintah setempat, ledakan diperkirakan bukan akibat bom atau sejenisnya tetapi diprediksi dari bahan kimia amonium nitrat, merupakan bahan yang tidak berbau, yang biasanya berbentuk butiran (pada pupuk), ada yang kristal, dan berwarna putih. Sekitar 99 persen amonium nitrat digunakan sebagai bahan peledak dalam operasi penambangan dan amoniun nitrat bisa meledak pada kondisi tertentu. Lokasi kedakan diprediksi sebuah gudang kimia.

Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan, sebanyak 2.750 amonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian disinyalir menjadi penyebab insiden tersebut. Pupuk itu, disimpan selama bertahun-tahun dalam gudang di tepi laut. “Memicu bencana alam dalam setiap arti,” kata dia.

Dijelaskan bahwa amonium nitrat diklasifikasikan sebagai kelas 5.1 agen pengoksidasi di bawah kode Australian Dangerous Goods (ADG) dan bahan kimia berbahaya di bawah Globally Hamonized System (GHS). Zat ini adalah oksidator yang kuat dan dapat bereaksi keras dengan bahan yang tidak kompatibel lainnya, sehingga sangat penting untuk menyimpan dan menangani amonium nitrat dengan benar. (Man)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *